READING

Gerak Jalan Mojosuro Dilarang Untuk Kampanye

Gerak Jalan Mojosuro Dilarang Untuk Kampanye

MOJOKERTO – Pemerintah Provinsi Jawa Timur berjuang mati-matian mengawal event gerak jalan Mojokerto-Surabaya (Mojosuro) dari kegiatan politik. Salah satunya dengan melarang peserta mengenakan kaos partai dan caleg.

Gerak jalan Mojosuro adalah event tahunan yang diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Timur. Menempuh perjalanan sejauh 56 kilometer, event ini diperuntukkan menghormati pahlawan kemerdekaan Republik Indonesia.

Tahun ini, gerak jalan Mojosuro dijadwalkan berlangsung pada tanggal 1 Desember 2018. Mengambil start di Lapangan R Wijaya Surodinawan Mojokerto, para peserta harus mengakhiri perjalanannya di Tugu Pahlawan Surabaya. “Peserta diwajibkan memagai seragam olahraga atau kostum perjuangan,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Timur Supratomo seperti ditulis Antara.

Untuk pelaksanaan tahun ini, panitia membuat peraturan khusus yang harus dipatuhi peserta. Yakni dilarang mengenakan atribut politik seperti kaos partai maupun calon legislatif. Peraturan ini untuk mengantisipasi upaya memanfaatkan ajang Mojosuro sebagai ajang kampanye para caleg dan partai. Apalagi event ini berlangsung hanya beberapa bulan dengan pelaksanaan pemilihan presiden dan legislatif.

“Kalau ada yang berseragam dengan gambar lambang partai, gambar calon presiden maupun berbau politik lainnya, maka panitia akan dengan tegas mengeluarkan dan mendiskualifikasinya,” ancam Supratomo. Panitia mentargetkan jumlah peserta lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. Jumlah mereka diperkirakan sekitar 11.500 orang baik perseorangan maupun beregu.

Panjangnya etape yang harus diselesaikan peserta telah diantisipasi panitia dengan menyediakan tenaga medis. Dua pos peristirataan juga disediakan di Krian dan Sepanjang dengan kelengkapan logistik dan obat-obatan. Di tiap pos, mereka diberi kesempatan maksimal selama 20 menit sebelum melanjutkan perjalanan kembali.

Untuk memberikan semangat kepada peserta, disediakan hadiah dengan nilai total mencapai Rp 118,5 juta. Hadiah itu akan dibagi dalam beberapa kategori baik perorangan maupun beregu. Mereka akan dinilai oleh sedikitnya 400 juri yang tersebar di seluruh titik. Beberapa penilaian yang menjadi pertimbangan juri adalah ketepatan waktu, kerapian barisan dan seragam, serta keunikan kostum.

Panitia melarang peserta di bawah usia 17 tahun mengikuti kegiatan ini untuk kategori beregu. Meski bisa menempuh perjalanan secara bergantian, namun batasan usia minimal ini diberlakukan demi keamanan peserta. Sedangkan peserta perseorangan pria juga dibatasi minimal usia 30 tahun.

Sejumlah sumber menyebutkan gerak jalan Mojosuro ini pertama kali digelar pada tahun 1955 dengan rute Surabaya-Pandaan. Hal ini untuk mengenang pertahanan sektor selatan Sungai Brantas yang dikenal sebagai Batalyon Cipto dan Abdulah.

Pada tahun 1959 rute itu diubah menjadi Mojokerto-Surabaya untuk mengenang pertahanan sektor barat yang dikenal sebagai Batalyon Laskar Hisbullah, Tentara Pelajar, Polisi Istimewa, Batalyon Mansyur, Sholikin dan Munasir, serta Djarot Subiantoro yang dikenang dengan Monumen Mayangkara di jalan layang Mayangkara Wonokromo. (*)

 

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.