READING

Gunakan Pinjol untuk Hal Produktif, Bukan Konsumti...

Gunakan Pinjol untuk Hal Produktif, Bukan Konsumtif

SURABAYA – “Saya menyarankan jika menggunakan platform pinjol, gunakan untuk kepentingan yang produktif, bukan konsumtif. Pinjaman yang tidak produktif, kalau tidak mendesak, akan merugikan konsumen karena suku bunga yang relatif tinggi,” kata Budiono, Kepala Bagian Pengawasan IKNB KR 4 Jatim di Surabaya (27/04/2019).

Pesan Budiono ini sebagai penutup rangkaian acara Forum Komunikasi OJK-Awak Media yang diselenggarakan oleh OJK Kediri pada tanggal 27-28 April 2019. Masyarakat yang menggunakan pinjol untuk kepentingan konsumtif akan menyusahkan. Bahkan tak jarang terjadi, peminjam akan gali lubang tutup lubang untuk menutupi dengan cara menggunakan aplikasi pinjol baru untuk menutupi angsuran aplikasi sebelumnya. Begitu seterusnya sehingga masyakat akan terjerat pinjol.

Peserta media gathering OJK Kediri terdiri dari wartawan Kediri, Surabaya, Madiun, dan Ponorogo.
FOTO: JATIMPLUS.ID/TITIK KARTITIANI

Pinjol (pinjaman online) merupakan platform fintech (financial technology) yang diluncurkan sejak Desember 2016 dengan nama peer to peer (P2P) lending. Masyarakat menyebut sebagai pinjaman online. Pinjol merupakan wilayah kerja OJK.

“Prinsipnya, P2P lending merupakan perantara antara peminjam (debitor) dan pemberi pinjaman (lending),” kata Budiono. Menurutnya, sejak diluncurkan sudah mencatat transaksi lebih dari 28 triliun rupiah. Sebuah transaksi yang lumayan besar untuk sebuah platform, namun belum begitu besar jika dibandingkan transaksi permodalan di perbankan. Hal demikian disampaikan oleh Budiono ketika menanggapi pertanyaan wartawan apakah pinjol ini menyaingi perbankan.

Antusiasme masyarakat menggunakan pinjol karena prosesnya yang sangat mudah. Bahkan tak perlu verifikasi yang lama sebagaimana ketika masyarakat meminjam ke bank. Hanya saja kemudahan akan selalu menuai risiko. Selain bunganya lebih tinggi dibanding bunga berbankan yaitu maksimal 0,8% per hari, banyak pinjol abal-abal yang merugikan konsumen.

Menurut Bambang Supriyanto, Kepala OJK Kediri, sampai Maret 2019, Satuan Tugas Waspada Investasi telah menghentikan 168 fintech ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat.

“Per 8 April 2019, terdapat 105 perusahaan fintech P2P lending yang berizin dan terdaftar di OJK. Kami mengimbau kepada masyarakat yang melaksanakan transaksi dengan perusahaan fintech online memastikan bahwa perusahaan tersebut memang terdaftar di OJK,” imbau Bambang.

Sampai saat ini baru satu fintech yang sudah mendapatkan izin yaitu Danamas. Sisanya baru terdaftar. Fintech yang sudah terdaftar ini sudah bisa melakukan pelayanan kepada masyarakat hanya punya jangka waktu setahun. Setelahnya harus dievaluasi lagi untuk mendapatkan izin. Bila masyarakat menggunakan pinjol yang sudah berizin dan terdaftar akan terlindungi ketika terjadi sengketa. OJK akan memantau dan membantu memfasilitasi penyelesaian masalah.

Pinjol yang ditawarkan ini menarik bila digunakan untuk hal yang produktif misalnya dalam pengembangan usaha. Sebagai gambaran, di Kota Kediri terdapat 31.383 Usaha Kecil Menengah (UKM) yang aktif dan 5.036 Usaha Mikro Kecil yang tersebar di sejumlah pasar di Kota Kediri. Kemudahan transaksi pinjol memberi peluang untuk mengembangkan usaha, tentu saja dengan memperhitungkan biaya dan kemampuan untuk membayar cicilan. Pinjol yang digunakan dengan tepat membantu permodalan bagi yang mencoba usaha dan investasi.

Di sisi lain, pada acara yang sama, Meliza Silvi SE, Msi, alumni Ilmu Managemen Universitas Airlangga menyampaikan tentang pentingnya investasi.

“Sekarang teorinya dibalik. Menabung dan investasi bukan dari sisa akhir setelah dikurangi kebutuhan yang lain. Namun dipotong di awal saat menerima gaji,” kata Silvi. Ia memberi skema pembelajaan yaitu zakat infak (2,5%-10%), kewajiban utang (30%), proteksi/asuransi (10%), investasi (10-20%), edukasi (20%), rumah tangga (60%), piknik (10%), dan hiburan (5%). (Titik Kartitiani)

Print Friendly, PDF & Email

Titik Kartitiani

sunset lover, traveler, writer, and fulltime dreamer :)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.