READING

Gus Solah Wafat, Santri Tebuireng Tak Berhenti Men...

Gus Solah Wafat, Santri Tebuireng Tak Berhenti Menangis

JOMBANG – Kepergian Dr. Ir. H. Salahudin Wahid atau Gus Solah menimbulkan duka mendalam bagi ribuan santri Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Tak putus mereka melantunkan tahlil sambil menangisi kepergian sang kiai yang sangat dicintai.

Sejak semalam lantunan tahlil dan bacaan Al-Quran terus berkumandang di Ponpes Tebuireng Jombang. Tanpa digerakkan, para santri putra beramai-ramai ke masjid untuk membacakan doa. Beberapa santri juga terlihat berdoa di sudut-sudut asrama untuk melantunkan kalimat Toyyibah. “Kami akan melakukan (membaca tahlil) ini sampai batas waktu yang belum ditentukan,” kata Umar Ali, salah satu santri putra Ponpes Tebuireng kepada Jatimplus.ID, Senin 3 Februari 2020.

Dari pantauan Jatimplus, tangis para santri pecah saat membacakan tahlil. Sambil berlinang air mata, mereka terus mengumandangkan doa kepada sang kiai.

Menurut Umar, tak semua santri membaca Al-Quran. Sebagian juga membersihkan pondok yang meliputi masjid dan ndalem kasepuhan. Demikian pula sejumlah pengurus pondok yang terus menerima kehadiran tamu yang melayat. Hari ini, seluruh aktivitas belajar di Ponpes Tebuireng libur.

Sejumlah anggota Banser juga tampak berjaga dan mengatur arus lalu lintas di kawasan pondok. Bersama aparat kepolisian, mereka mengatur kendaraan para pelayat yang terus berdatangan dari berbagai pelosok.

Kesibukan juga terlihat di area makam. Rencananya jenasah Gus Solah akan dikebumikan berdekatan dengan makam ayahnya KH Wachid Hasyim dan kakeknya KH M Hasyim Asyari. Gus Solah juga akan menempati makam yang tak jauh dari kakaknya yang juga mantan Presiden Republik Indonesia ke-4 KH Abdurrahman Wahid.

Suasana haru juga terjadi di Bandara Internasional Juanda saat jenasah Gus Solah tiba dari Jakarta. Jenasah tiba pukul 11.00 WIB setelah diterbangkan dari Bandara Halim Perdana Kusuma pagi tadi pukul 08.30 WIB.

Selain keluarga, kedatangan jenasah Gus Solah di Juanda juga disambut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jawa Timur Irjen. Pol. Drs Luki Hermawan, dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI R. Wisnoe Prasetja.

Reporter : Syarief Abdurrahman
Editor : Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.