READING

H-1 Idul Fitri, Segera Bayar Zakat Fitrah, Jangan ...

H-1 Idul Fitri, Segera Bayar Zakat Fitrah, Jangan Sampai Jadi Sedekah

Setiap jelang lebaran atau hari raya Idul Fitri umat Islam diwajibkan membayar zakat fitrah. Begitu urgennya ibadah sosial ini sampai sampai tidak hanya muslim dewasa yang diwajibkan. Anak anak, bayi yang baru lahir, dan bahkan mereka yang meninggal dunia di bulan ramadan, juga wajib menunaikan zakat fitrah.

Sesuai fiqih, bobot beras yang ditunaikan untuk zakat fitrah minimal 2,5 kilogram atau 3,5 liter per kepala. Namun Farhana (44) sengaja melebihkan dua kali lipatnya. Saat belanja di pasar tradisional Blitar, ibu rumah tangga itu mengambil kantong beras berukuran 5 kilogram. “Pada saat seperti ini banyak yang menjual beras dalam kemasan untuk zakat, “katanya.   

Di keranjang belanjaanya ada empat kantong beras. Satu kantong untuk dirinya. Satu kantong untuk suaminya. Dan dua kantong masing masing untuk dua putranya. Bukan riya’ atau bermaksud pamer. Berzakat melebihi takaran sudah dilakukanya sejak lama. Setiap jelang lebaran selalu begitu. Farhana mengaku terinspirasi kebiasaan orang tuanya.

Seingat dia, orang tuanya selalu melakukannya (memberi zakat fitrah berlebih). Di malam jelang lebaran, dirinya kerap melihat sekaligus mendengar, bagaimana bapak ibunya bercakap cakap dengan sejumlah orang yang bekerja di rumahnya. Intinya bagaimana jumlah zakat fitrah agar dilebihkan.

“Ukuran 2,5 kilogram itu syarat minimal. Kalau kita memberi dengan jumlah lebih tidak papa, “katanya ringan. Selain secara kuantitas lebih besar, mutu beras seyogyanya juga yang terbaik. Minimal sama dengan yang dimakan sehari hari. Semua momentum itu masih diingat Farhana dengan baik.

Ketika sudah berkeluarga semua itu ditirukannya. Karenanya kualitas beras zakat yang dia keluarkan sama dengan nasi yang dikonsumsi keluarganya. “Memberi itu ya yang terbaik. Kalaupun tidak yang terbaik, setidaknya sama dengan yang kita makan, “paparnya.

Sebelum dibawa ke musala terdekat, beras zakat fitrah lebih dulu disentuhnya. Farhana memanjatkan doa sesuai ajaran. “Nawaitu an uhrija zakat fitri anna wa’an jami’i maa yalzamuni nafhu tuhun syiar a’an far dzolillahi ta’ala”. Atas dasar mengikuti perintah Allah SWT, dia telah berniat mengeluarkan zakat untuk diri sendiri dan keluarga. “Yang diajarkan memang seperti itu, “terangnya.

Setelah itu beras zakat diangkut, dikumpulkan bersama zakat lainnya di musala. Batas maksimal penyaluran zakat fitrah adalah sebelum salat Idul Fitri, yakni tepatnya  ketika matahari terakhir di bulan ramadan terbenam hingga waktu salat Idul Fitri. Sesuai data fakir miskin yang dikantongi, amil zakat kemudian membagikannya secara door to door.

Sesuai Hadist Riwayat Abu Daud,  pemberian zakat fitrah melebihi batas waktu (setelah salat Idul Fitri) hanya akan dihukumi sebagai sedekah. Sesuai Qur’an surat At–Taubah : 60, ada 8 golongan yang berhak menerima zakat fitrah. Mereka itu diantaranya Panitia Zakat atau Pengurus Zakat atau Amil.

Kemudian Fakir Miskin, para Mualaf atau mereka yang baru masuk islam, Hamba Sahaya atau budak yang ingin merdeka dengan tebusan uang, Orang yang berhutang untuk kepentingan pribadi dan tidak mampu melunasi, Orang yang berjuang di jalan Allah SWT atau Fi Sabilillah dan Ibnu Sabil atau Musafir.  

Namun di masyarakat pada umumnya, zakat fitrah lebih banyak dibagikan kepada fakir miskin. Sebab secara kuantitas jumlah mereka lebih banyak dan secara administrasi lebih mudah diketahui.  “Pada umumnya yang saya ketahui selama ini zakat fitrah lebih banyak dibagikan kepada  fakir miskin, “terangnya. (Mas Garendi)

print

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.