READING

Hadapi Pemudik, Pemkot Kediri Siapkan Ruang Observ...

Hadapi Pemudik, Pemkot Kediri Siapkan Ruang Observasi di Kecamatan

Pemerintah Kota Kediri tidak main-main dalam menangani kasus virus corona di daerahnya. Beberapa opsi disiapkan guna mencegah semakin merebaknya wabah di Kota Tahu. Salah satunya yakni menyediakan tempat observasi di tingkat kecamatan dalam rangka menghadapi gelombang pemudik dari luar kota.

“Akan ada tempat observasi di setiap kecamatan. Kita memilih di kecamatan agar tenaga kita terakomodir semua,” terang Walikota Abdullah Abu Bakar dalam video conference bersama camat dan lurah se-Kota Kediri, Senin (6/4).

Mas Abu memperkirakan akan ada lebih banyak pemudik yang pulang ketika mendekati bulan puasa dan hari raya Idul Fitri. Karena itu dia tidak mau mengambil risiko terjadinya lonjakan jumlah penderita positif virus corona, dengan menyiapkan sebanyak-banyaknya ruang observasi.

Salah satunya dengan memberdayakan aparatur di tingkat kecamatan. Mereka diminta untuk menyediakan tempat bagi para pemudik untuk melakukan karantina selama 14 hari sebelum bertemu keluarganya. Bisa menggunakan aula kecamatan atau fasilitas umum lainnya yang memungkinkan untuk digunakan. “Nanti bisa disekat menjadi dua untuk putra dan putri,” tambahnya.

Sebelumnya, Pemkot juga telah menyediakan ruang observasi utama yakni di gedung Kampus 1 Poltek Kediri. Di sana telah disiapkan setidaknya delapan ruangan dengan kapasitas sekitar 50 tempat tidur. Ruang ini juga dilengkapi fasilitas 15 kamar mandi.

Tidak hanya menyediakan ruang observasi, Mas Abu juga meminta masyarakat agar semakin mengawasi pergerakan warga di lingkungannya. Pasalnya saat ini pemudik tidak hanya menggunakan angkutan umum seperti bus dan kereta. Beberapa ada yang menggunakan travel, menyewa mobil, atau menggunakan kendaraan pribadi.

Untuk itu, Mas Abu meminta petugas di tingkat kelurahan untuk selalu berkoordinasi dengan RT dan RW dalam mendata orang yang datang. “Bukan mendiskriminasi, tapi lebih ke pendataan nanti biar bisa di-tracing. Nanti yang masuk dari daerah epicentrum bisa dioberservasi,” beber walikota muda ini.

Mas Abu berharap, upaya dalam menekan wabah virus corona ini tidak hanya menjadi upaya sepihak dari pemerintah saja. Perlu kerjasama dari masyarakat untuk bersama-sama melakukan upaya pencegahan.

Mulai dari menerapkan anjuran menjaga jarak ketika berinteraksi dengan orang lain, tidak membuat kerumunan, melakukan karantina mandiri ketika merasa terjangkit atau setelah pulang dari pusat wabah, dan senantiasa melakukan pola hidup sehat.

“Sekarang banyak sekali orang tanpa gejala tapi mengidap corona. Jadi sebisa mungkin para pemudik ini nanti harus selalu diawasi,” pungkasnya. (Dina Rosyida)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.