READING

Hal-Hal yang Memengaruhi Panjang Pendek Umur Manus...

Hal-Hal yang Memengaruhi Panjang Pendek Umur Manusia

DARI pesan grup WA (Whatsapp) kabar kematian itu tersebar cepat. Bagi keluarga dekat maupun mereka yang mengenal akrab, tentu saja mengagetkan. “Usianya masih 40 tahun. Tidak menyangka ternyata sudah mengidap sakit jantung dan pergi secepat itu.”tutur seorang kawan dekat almarhum yang belum bisa move on dari sergapan rasa kejut.

Mati adalah keniscayaan. Semua yang hidup akan mengalaminya. Namun tersiarnya kabar duka tak urung tetap mengejutkan. Dalam sebuah penelitian ilmiah, seekor anjing memiliki panjang usia rata rata 15 tahun. Beruang dapat mencapai ketuaan sampai 16 tahun. Jika tidak berjumpa hal hal yang bersifat human error, seekor orang utan rata rata berumur maksimal 26 tahun.

Sementara sapi jika terus dirawat, diberi makan, dan sengaja tidak dituntun ke tempat penjagalan, bisa berusia sampai 30 tahun. Yang paling panjang di antara lima hewan tersebut ini adalah gajah. Binatang yang masuk cagar perlindungan itu mampu hidup di dunia selama 75 tahun.   

Lalu bagaimana dengan manusia?. Sebagian hidup sampai 50 tahun atau 65 tahun. Namun ketika menginjak angka 45 tahun,  cepat lelah, tidak bertenaga, dan merasa sakit sakitan mulai menyerang. Ada manusia yang hidup sampai umur 100 tahun. Bahkan secara fisik tidak sesuai dengan statistik usia yang disandangnya.

Seorang pria bernama Sodimejo alias Mbah Gotho meninggal dunia pada usia 145 tahun. Ketuaan Mbah Gotho yang lahir 31 Desember 1870 (sesuai KTP) Desa Cemeng, Kabupaten Sragen Jawa Tengah, melampaui rekor Jeanne Louise Calment, perempuan Perancis yang sebelumnya ditasbihkan sebagai manusia tertua di dunia. Pada tahun 1997 silam Jeane menutup mata pada umur 122 tahun.

“Kamu sekarang sudah berumur lebih dari 40 tahun, tapi masih saja tampak seperti 30an,” tutur seorang kawan berkelakar.  Pertanyaannya,  apakah rahasia panjang umur?, apakah yang membedakan usia satu manusia dengan manusia lain? Berikut faktor penyebab umur panjang yang berhasil dihimpun redaksi Jatimplus.

Pertama, Faktor Keturunan. Dalam artikel Medical, Science and Spirit of Prophecy (Washington D.C, Review and Herald, 1971), para ilmuwan melaporkan  bahwa masing-masing manusia memiliki vital force (tenaga vital) yang di dalamnya memuat daya tahan hidup manusia sekaligus memengaruhi sampai berapa lama manusia dapat hidup di dunia.

Berdasarkan teori (vital force) yang dicetuskan pertama kali oleh  Dr Ernest Weser, Ketua Polytechnic Institute di Brooklyn, New York (tahun 1962), setiap vital force yang dimilikimanusia berbeda beda dan itu berhubungan erat dengan keturunan.

Misalnya mereka yang memiliki tenaga vital tinggi akan berkecenderungan memiliki keturunan bertenaga vital tinggi pula. Bilamana orang tua memiliki usia sampai 90 tahun, kemungkinan besar keturunannya juga akan memiliki panjang usia 90 tahun.

Sifat tenaga vital tidak dapat bertambah. Justru dapat berkurang sesuai dengan tingkat aktivitas dan gaya hidup yang dikerjakan tubuh.  Faktor gaya hidup kurang sehat akan mengakibatkan kapasitas tenaga vital anjlok lebih dini.  

Tidak heran ada kasus mati muda meski leluhurnya memiliki histori berumur panjang. Faktor keturunan juga memengaruhi terwarisinya penyakit tertentu yang sebelumnya diidap para pendahulunya, yakni misalnya penyakit jantung dan penyakit yang terkait dengan pembuluh darah.    

Kedua,  Faktor Kelamin. Sejumlah riset mengenai umur manusia menyebutkan, umumnya umur perempuan lebih panjang daripada umur laki laki. Dari berbagai sumber catatan statistik di Amerika Serikat,  potensi keguguran bayi laki laki disebutkan dua kali lipat lebih besar dibanding bayi perempuan.

Kemudian kematian bayi laki laki lebih tinggi 25 persen dibanding bayi perempuan, antara usia 5 sampai 9 tahun kematian anak laki laki lebih tinggi 20 persen dibanding anak perempuan, diantara umur 10 tahun sampai 14 tahun kematian anak laki laki lebih tinggi 40 persen, dan di antara umur 15 tahun sampai 19 tahun, kematian anak laki laki lebih tinggi hingga 300 persen dibanding anak perempuan.  

Ketiga, Faktor Makanan. Seorang ibu sudah berusia mendekati 70 tahun. Pada tahun 2019 ini tepat 68 tahun. Namun kondisinya masih prima. Giginya masih utuh. Kalaupun ada beberapa yang tanggal, dalam tarap wajar. Begitu juga dengan rambutnya. Masih lebat. Tidak diserang kerontokan seperti umumnya orang orang berusia uzur.

 Hasil general check up (kesehatan) menyatakan semua organnya normal. Sehat. Apa yang membuatnya bisa demikian? Makanan yang bermutu, kaya gizi dan nutrisi. “Dari dulu saya tidak pernah meninggalkan susu, buah dan sayuran,”tuturnya kepada Jatimplus.

Majalah Time edisi 28 Oktober 1967 dalam artikel “Adventist Advantage (keuntungan Orang Advent)” menyebutkan usia orang Advent di California Selatan lebih panjang dari penduduk lainnya.

Selain tidak merokok, faktor utama yang menyebabkan mereka panjang usia adalah makanan. Seperti yang dilaporkan Dr Richard Walden dan Dr Raymond West dari Loma Linda University dalam “Problems with Meat”, orang Advent tidak menyentuh daging (vegetarian).

Untuk kelangsungan hidup, sebagian besar dari mereka hanya mengonsumsi sayur sayuran, biji bijian, buah buahan, dan kacang kacangan. Kelompok ini digolongkan sebagai vegetarian murni. Namun tidak sedikit dari mereka yang masih menikmati telur dan susu, yakni dikategorikan Lacto- Ovo Vegetarian.

Riset memang tidak menunjukkan orang Advent terbebas dari penyakit jantung. Namun kalaupun terserang, mereka akan mendapati penyakit itu sepuluh tahun lebih lama daripada orang lain. Hasil riset makanan vegetarian membuat umur lebih panjang tidak hanya berlaku pada orang orang Advent.

Suku Hunza yang hidup di kaki Gunung Himalaya dikenal berumur panjang, yakni rata rata 90 tahun sampai 110 tahun. Hasil pemeriksaan medis, di usia itu mereka memiliki tekanan darah yang normal, kadar kolesterol yang baik serta elektrokardiografi yang juga normal.

Apa yang membuatnya demikian? Faktor makanan terbukti memegang peranan penting. Dalam hidupnya Suku Hunza hanya mengonsumsi buah buahan, kacang kacangan, sayur sayuran, biji bijian, serta sedikit susu, yakni susu kambing. Mereka hanya menyentuh daging sekali setahun atau paling banyak dua kali setahun.

Selain  faktor keturunan, faktor kelamin dan faktor makanan, dalam tradisi Islam ada faktor lain yang diimani bisa memperpanjang umur manusia, yakni faktor silaturahmi. Siapapun yang rajin menjalin dan membina hubungan baik dengan sesama (silaturahmi) akan mendapat kebahagiaan dan dicintai banyak orang. (Mas Garendi)


Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.