READING

Harga Pangan di Kota Justru Menurun Saat Lebaran

Harga Pangan di Kota Justru Menurun Saat Lebaran

KEDIRI – Momentum Idul Fitri selalu membuat pasar mengalami inflasi tinggi. Tidak jarang pemerintah membantu menekan harga dengan menggelar operasi pasar murah agar harga tetap terjangkau masyarakat. Namun kenyataannya berbeda dengan tahun ini. Kota Kediri justru terjadi deflasi paling besar se-Jatim.

“Kota Tahu mengalami deflasi sebesar 0,19 persen di Bulan Mei. Jember juga deflasi tapi hanya sebesar 0,03 persen. Untuk kota-kota lainnya mengalami inflasi,” Adi Wijaya, Kasi Statistik dan Distribusi, BPS Kota Kediri kepada Jatimplus.ID melalui pesan WhatsApp (03/06).

Menurut Adi, penyebab utama deflasi Kota Kediri adalah penurunan harga makanan jadi. Penurunannya sebesar 0,68 persen. Padahal di bulan sebelumnya, pos ini mengalami kenaikan. Nampaknya di bulan Mei, masyarakat Kota Kediri mulai memasak sendiri makanannya sehingga harga makanan jadi menjadi turun.

“Harga makanan jadi di Bulan Mei turun. Di sisi lain pengeluaran untuk listrik, air, dan gas mengalami peningkatan,” tambah Adi.

Bahan makanan yang mengalami penurunan paling besar di Bulan Mei adalah harga telur ayam ras, cabai rawit, bawang putih, dan cabai merah. Dari sistem informasi Kementerian Perdagangan, saat ini harga telur ayam ras di Kota Kediri terpantau Rp 20 ribu per kg. Sedangkan harga cabai rawit Rp 18.500 per kg, bawang putih Rp 18 ribu per kg, dan cabai merah Rp 16 ribu per kg.

Sedangkan beberapa komoditas yang mengalami kenaikan di Bulan Mei adalah daging ayam ras, bawang merah, dan beberapa komoditas sayur dan buah-buahan. Untuk harga daging ayam ras saat ini terpantau Rp 36 ribu per kg. Sedangkan bawang merah Rp 50 ribu per kg.

Meskipun perekonomian di Kota Kediri selama dua bulan terakhir berbeda dengan kota-kota lainnya, menurut Adi hal ini masih positif. Pasalnya inflasi Kota Kediri sejak Januari hingga Mei cenderung melandai dengan halus. Tidak seperti daerah lain yang grafiknya naik turun dengan gap yang besar.

“Bulan April kemarin Kota Kediri mengalami inflasi yang lebih tinggi dari pada inflasi provinsi maupun nasional. Jika Bulan Mei tetap inflasi, ini yang justru mengkhawatirkan,” tambahnya.

Untuk prakiraan inflasi di Bulan Juni, Kota Tahu selalu mengalami inflasi di tahun-tahun sebelumnya. Makanya diperkirakan tahun ini pun terjadi hal yang sama meski di tengah wabah corona. “Harapannya meskipun inflasi tapi tetap terjangkau daya beli masyarakat,” bebernya.

Beberapa komoditas yang perlu diwaspadai terjadi kenaikan adalah barang-barang pabrikan yang diperlukan masyarakat di tengah wabah covid-19. Misalkan harga sabun, handsanitizer, dan kebutuhan pribadi lainnya. Begitu pula dengan barang konsumsi, mengingat saat ini masih dalam suasana lebaran.

“Harga rokok juga diperkirakan masih akan naik menyesuaikan dengan kenaikan cukai rokok,” pungkasnya.

Penulis : Dina Rosyidha

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.