READING

Hari-Hari Tak Biasa Di Kota Kediri Karena Corona

Hari-Hari Tak Biasa Di Kota Kediri Karena Corona

Virus Corona hingga kini masih jadi topik utama perbincangan berbagai kalangan, mulai masyarakat di kota besar hingga pelosok desa, lantaran penyebarannya yang kian luas di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Data terbaru yang disampaikan pemerintah, kasus positif COVID-19 mencapai 514 kasus. Dari jumlah tersebut, 38 pasien meninggal dunia dan 20 pasien dinyatakan sembuh.

Merebaknya Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) turut berdampak pula pada Kota Kediri. Sejak dua minggu lalu, Car Free Day (CFD) yang biasa diselenggarakan di Jalan Dhoho ditiadakan, sedangkan pemutaran film di bioskop-bioskop di Kediri juga dihentikan untuk sementara waktu.  Taman-taman atau Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang tersebar di kota Kediri menyusul ikutan ditutup. Sementara Sekolah-sekolah telah terlebih dulu diliburkan.

Semua upaya tersebut dilakukan pemerintah Kota Kediri untuk menghambat perkembangan virus Corona dengan menerapkan Social Distancing di tengah masyarakat. Sejak Corona merebak, istilah tersebut kini populer. Social Distancing adalah anjuran untuk masyarakat agar sementara menghindari ruang publik, membatasi ruang gerak, dan menjaga jarak dengan orang lain. Aksi ini  dinilai bisa mengurangi risiko penyebaran virus Corona karena virus ini mudah menular melalui droplet (partikel air liur) saat penderita bersin atau batuk.

Dampak dari pemberlakuan Social distancing di kota Kediri bisa dirasakan belakangan ini. Ruang-ruang publik nampak lebih lengang. Para pemilik toko, restoran, kafe, hingga warung makan pinggir jalan mulai merasakan dampaknya, dengan turunnya prosentase pengunjung yang cukup signifikan. Mereka pun mulai putar otak untuk menyiasati penurunan itu.  Namun ada juga beberapa sektor yang belum begitu merasakan dampak dari Social Distancing. Seperti yang terlihat di pasar tradisional yang tetap ramai seperti biasa, atau antrian yang saya lihat di sebuah lapak bubur ayam di pagi hari. Karena kebutuhan sehari-hari terutama sarapan tak mungkin kita abaikan, kecuali pemerintah sanggup menanggungnya selama masa Social Distancing berlangsung.

Penutupan taman dan ruang terbuka hijau (RTH) untuk sementara karena wabah Corona.
Billboard bioskop legendaris Kota Kediri, Golden Theater, tak seperti biasanya kosong tanpa ada jadwal pemutaran film.
Salah satu upaya sebuah kafe pinggir jalan untuk menarik pengunjung dengan menghiasi dindingnya dengan grafiti.
Atrian pembeli sarapan di salah satu lapak makanan pinggir jalan.
Dua orang karyawan toko menunggu toko buka.
Jualan sarapan yang tak begitu banyak pembeli di pinggir Jalan Dhoho.
Pasar Pahing Kota Kediri tetap ramai di pagi hari di tengah maraknya Corona.

Teks dan Foto : Adhi Kusumo

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.