READING

Hati Hati bikin Status Facebook, Jika Tak Ingin Be...

Hati Hati bikin Status Facebook, Jika Tak Ingin Bernasib seperti Ibu asal Blitar Ini

Okvianti (30) warga  Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar  nyaris terjerat UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Pasalnya,  informasi penculikan anak yang dia unggah di media sosial adalah kabar bohong (hoax)

BLITAR- Dalam pemeriksaan di ruang penyidik Polres Blitar, Okvianti tidak membantah. Akun  facebook Zarika Oktavianti adalah miliknya.

Status facebook “Waspada penculikan anak wes sampe Blitar lur. Wong sing tak lingkari kui wes nglabeng nang daerah Sabong Kanigoro (Orang yang wajahnya saya lingkari itu sudah berkeliaran di Sambong, Kanigoro). Ciri2 ne pke jaket n topi bwa ransel (Ciri cirinya pakai jaket n topi membawa ransel). Moduse anak ditawari minus n dikasih uang Ttp waspada n hati2” diakui sebagai tulisannya.

Selain narasi (status), postingan kabar hoax itu juga disertai foto. Dalam sekejap status penculikan anak  itu viral. Menyebar kemana mana. Dari akun Zarika Oktavianti sendiri setidaknya telah dibagikan 527 kali.

“Saya tidak tahu kalau informasi itu tidak benar, “tutur Okvianti kepada penyidik.

Okvianti tiba di Polres Blitar bersama anaknya yang masih balita. Dia juga ditemani keluarganya. Paska unggahan hoaxnya tersebar kemana mana, polisi langsung menjemputnya.

Sebagai ibu rumah tangga biasa, Okvianti mengaku tak pernah mengikuti perkembangan berita. Dirinya juga jarang menonton televisi. Urusannya sehari hari hanya untuk anak dan suami.

Kendati demikian, Okvianti  mengaku cukup aktif bermedia sosial. Terutama facebook. Hampir seluruh informasi yang dia peroleh juga berasal dari percakapan di facebook.

“Saya juga mendapat informasi itu (penculikan anak) juga dari facebook, “paparnya.

Saat pertama mendapat informasi itu, Okvianti menganggap sebagai kebenaran. Baginya itu info penting yang harus diwaspadai semua orang tua, yakni terutama yang memiliki anak kecil. Tanpa melakukan verifikasi kebenaran, kabar langsung diunggahnya.

Sementara itu  begitu kabar hoax itu menyebar, Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha mengatakan petugas langsung bergerak melakukan pengusutan.

Begitu pemilik akun facebook terlacak, petugas langsung memeriksa yang bersangkutan. “Kami langsung mengambil langkah dengan mendatangkan pemilik akun dan keluarganya, “ujar Anissullah.

Dalam pemeriksaan, polisi menyimpulkan Okvianti memang tidak memiliki pengetahuan terkait kabar hoax penculikan anak. Keawaman itu yang membuatnya langsung responsif tanpa lebih dulu mengecek kebenaran informasi.

“Yang bersangkutan tidak memiliki pengetahuan yang cukup. Sehingga langsung responsif, “terang Anissullah. Atas dasar itu, jeratan UU ITE tidak diberlakukan. Namun Okvianti dwajibkan membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan serupa.

Selain mengakui kesalahannya, yang bersangkutan kata Anissulah juga sudah menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat, yakni baik secara langsung maupun melalui media sosial. (*)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.