READING

Hati-Hati Dalam Memilih dan Mengolah Kerang Simpin...

Hati-Hati Dalam Memilih dan Mengolah Kerang Simping, Nikmat Tapi Bisa Beracun

Pernahkah anda merasa ingin mengonsumsi makanan yang sama dengan film yang sedang anda tonton? Hal yang sama dirasakan para pecinta drama korea. Usai menonton drama korea Crash Landing on You yang selesai tayang pertengahan Februari lalu, banyak netizen yang ingin mencoba kerang yang sama dengan yang dinikmati karakter Yoon Se Ri.

Dalam drama 16 episode tersebut diketahui adalah jenis kerang simping atau biasa disebut scallop. Banyak yang membandingkan kerang simping dengan jenis lain seperti kerang hijau, kerang dara, kerang bambu, hingga kijing. Ternyata kerang simping menjadi primadona di kalangan penyuka kerang.

Dikutip dari www.indofishery.id, Kerang simping adalah jenis kerang dengan cangkang yang berbentuk bulat dan pipih seperti kipas. Biasanya bisa ditemukan di sekitar pesisir pantai hingga tepi laut hingga kedalaman sekitar 10 meter. Sama seperti kerang pada umumnya, kerang dengan nama latin Placuna plasenta ini hidup dengan menenggelamkan dirinya di dalam pasir basah atau lumpur.

Berdasarkan cara mendapatkan makanannya, kerang-kerangan bisa dikelompokkan menjadi dua jenis yakni pemakan suspensi dan pemakan endapan. Pemakan suspensi berarti mendapatkan makanan dengan cara menyaring partikel tersuspensi (partikel yang tercampur dengan air) yang ada di dalam laut.

Sedangkan pemakan endapan ini berarti kerang memakan sisa-sisa zat organik yang ada di dasar laut dengan menggunakan siphon. Semakin dalam kerang menenggelamkan diri ke dalam lumpur, maka semakin panjang pula siphon yang dimilikinya. Dalam proses penghisapan melalui siphon inilah ada kalanya bakteri, hingga logam berat ikut masuk ke dalam tubuh kerang.

Makanya kerang ini oleh peneliti dianggap sebagai bio indicator apakah suatu perairan dalam kondisi baik atau tercemar. Cara mengecek tingkat tercemarnya perairan tersebut yakni dengan mengecek konsentrasi kandungan kogam di dalam tubuh kerang karena kerang memiliki kemampuan mengakumulasi logam berat di tubuhnya.

Kerang dengan kandungan logam berat yang cukup pekat ini membuat seekor kerang tidak lagi bergizi untuk dikonsumsi. Justru kerang-kerang yang berada di perairan tercemar ini mengandung polutan. Kerang simping ini sendiri sifatnya adalah filter feeder atau sessile yang berarti menetap dan tidak berpindah-pindah-

Hal ini lah yang menjadikan kerang simping menjadi lebih beracun ketika sejak awal berada di perairan dengan tingkat polusi tinggi. Sama seperti kasus yang menimpa sebuah keluarga di Gresik, Jawa Timur pada tahun 2014 lalu. Empat orang dinyatakan tewas setelah beberapa jam mengonsumsi kerang simping beracun.

Meski demikian, kerang diketahui memiliki kadar protein yang sangat tinggi. Rasanya pun enak dan gurih sama seperti seafood pada umumnya. Namun memang harus berhati-hati ketika berbelanja seafood segar di pasaran agar terhindar dari seafood yang buruk dan beracun.

Tidak hanya menelusuri asal kerang saja. Cara mengolah dan menyimpan kerang segar juga harus benar. Dikutip dari www.sajiansedap.grid.id, ada beberapa tahapan dalam membersihkan kerang. Pertama, bilas kerang yang baru dibeli di pasar dengan menggunakan air mengalir. Bila perlu gosok cangkang kerang menggunakan spon untuk menghilangkan kotoran membandel.

Pindahkan kerang ke dalam wadah besar kemudian isi dengan air. Tambahkan pula tepung maizena atau merica agar kerang mau mengeluarkan sisa-sisa pasir di dalam cangkang. Jangan lupa pula menambahkan garam sekitar 3 persen. Lalu masukkan kerang ke dalam lemari es sekitar 20 menit hingga satu jam.

Setelah dikeluarkan dari dalam lemari es, cuci satu persatu kerang wadah berisi air bersih. Ulangi hingga tidak ada pasir yang tersisa dari hasil pencucian. Hindari menggunakan air mengalir di tahap kedua ini agar pasir yang sudah dikeluarkan tidak masuk kembali ke dalam cangkang. Jika sudah bersih, barulah kerang bisa diolah dengan direbus, ditumis atau digoreng.

Penulis : Dina Rosyidha
Editor: Titik Kartitiani

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.