READING

Heboh Babi Ngepet dan Legenda 4 Hantu Pesugihan

Heboh Babi Ngepet dan Legenda 4 Hantu Pesugihan

TUDUHAN babi ngepet itu berawal dari geger geger soal uang yang berkurang. Uang yang mestinya utuh dan tersimpan rapi dibawah tumpukan lipatan baju, nyatanya telah berkurang. Nominalnya menyusut. Haris (bukan nama sebenarnya) semula berfikir, “apa mungkin anak anak yang ambil ya?”.

Pikirannya meraba raba. Curiganya berkecambah, menjulur kemana mana.“Tapi tumben, kalau ambil kok tidak pakai izin?, “pikirannya buru buru menyangkal pikirannya yang pertama. Keraguan mulai menandak nandak di dalam benak.

“Kalau diambil orang, kenapa tidak semua ya?.“Kenapa tidak ada barang lain yang hilang juga?”. “Kenapa tidak ada pengerusakan?”.

Disisi lain, dia memang sembrono. Pintu kamar di lantai dua, yakni  tempat dimana uangnya disimpan, memang tidak pernah terkunci.

Untuk menjawab rasa penasaran, “penyelidikan” kecil kecilan dilakukan. “Pulbaket” dimulai dari lingkungan terdekat. Istri, anak sampai pembantu. Ditanyai, “diinterogasi”. Harapannya akan ada yang mengaku. Ada yang berani berkata jujur.

Namun hasilnya nihil. Semua menggelengkan kepala dan Haris tahu itu kejujuran. Dia tidak menemukan alasan untuk menuduh mereka sebagai pelaku. Benih pikiran irasionalnya sontak tumbuh besar.

“Bisa jadi pelakunya makhluk tidak kasat mata. Makhluk ghaib”. Di dalam benak tuduhan Haris langsung mengarah pada babi ngepet. Rasa curiganya semakin mantap ketika tahu dirinya bukan satu satunya menjadi korban.

Begitulah isu yang berkembang di Desa Tambakrejo dan Desa Plosogeneng, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Sedikitnya ada 11 rumah warga yang menjadi sasaran pencurian. Mayoritas rumah berlantai dua. Dan sebagian besar pintu kamarnya tidak terkunci.

“Karena belum ditemukan pelakunya, kemudian berkembang asumsi, hingga dibahasakan babi ngepet, “tutur Umar Said selaku Ketua RW Perumahan Tambakrejo Asri.

Meski tidak ada bukti babi ngepet, bahkan  sudah dibantah kalau pelakunya  diduga seorang pemuda usia 20 tahun, namun isu itu (babi ngepet) terlanjur meluas. Masih banyak warga yang meyakini babi ngepetlah pelakunya.

Disisi lain aparat kepolisian saat ini tengah mengungkap kasus pencurian yang sempat meresahkan itu.

Lalu siapa sebenarnya babi ngepet?. Selain babi ngepet, cara pesugihan apa saja yang kerap diyakini masih terjadi di masyarakat kekininan, yakni terutama masyarakat Jawa?. Berikut catatan jatimplus yang diolah dari berbagai sumber.

Pertama, Babi Ngepet

Diyakini sebagai hantu yang berwujud binatang babi. Hantu ini ada yang memelihara, yakni manusia. Tujuannya untuk meraih kekayaan dengan cara cepat (pesugihan). Dalam buku “Dunia Hantu Orang Jawa”, Suwandi Endraswara menyebut, orang yang memelihara babi ngepet, akan kaya tiba tiba.

Babi ini mencuri uang milik orang lain yang belum dihitung secara pasti. Biasanya yang diincar tetangga yang usai menggelar hajat. Istilah ngepet merujuk pada metode babi saat beraksi, yakni mengepet kepetkan (mengoleskan) ekornya  ke tembok rumah yang diincar. Efeknya, pemilik rumah seperti tersirep, mendadak ngantuk dan tertidur.

Pada saat itulah si babi sesuka hati menguras uang pemilik rumah. Versi lain menyebut babi ngepet adalah roh manusia setelah melakukan ritual pesugihan. Setelah menjelma menjadi babi mencuri uang milik orang lain.

Kedua, Tuyul   

Adalah hantu yang diyakini berasal dari anak kecil cebol. Berjenis kelamin laki laki dan perempuan. Sosoknya berukuran 50-80cm, berkepala gundul dan berkulit cokelat kemerahan.

Hantu ini dipelihara untuk tugas mencuri uang orang lain sedikit demi sedikit, tanpa bekas. Si pemilik uang tahu tahu uangnya habis.

Dalam klasifikasi hantu prewangan buku “Dunia Hantu Orang Jawa”, disebutkan tuyul tidak hanya mencuri uang. Melainkan juga menyasar barang dan surat berharga.

Adapun pemelihara tuyul adalah orang yang gila akan kekayaan. Orang yang gemar pada pesugihan. Sebagai kamuflase, pemelihara tuyul biasanya memilih berdagang.

Sebagai makhluk piaraan, setiap hari pemilik tuyul harus menyediakan sesaji, yakni tergantung dari kesepakatan awal. Jika dilanggar bisa mengancam keselamatan.  

Ketiga, Jaran Panoleh

Hantu pesugihan ini berbentuk seekor kuda yang selalu menoleh ke belakang. Setiap tolehan diyakini bisa mendatangkan kekayaan dalam waktu singkat. Hantu ini tidak selalu berbentuk kuda sungguhan. Melainkan bisa juga berbentuk patung kuda berukuran kecil yang disimpan.

Pada hari tertentu yang dianggap hari keramat, oleh manusia pemeliharanya akan dikutugi, yakni dipuja puji dan disembah. Biasanya pemelihara hantu pesugihan jaran panoleh ini adalah pedagang.      

Keempat, Setan Gundul

Meski sama sama kecil, hantu setan gundul beda dengan tuyul. Setan gundul adalah hantu berupa manusia kerdil berkepala botak. Kulitnya berwarna kemerahan dengan pandangan mata bersinar, mengerikan.

Dalam menjalankan aksi pencurian uang, setan gundul  lebih radikal daripada tuyul. Setan gundul tidak pernah menyisakan. Seluruh uang milik orang lain dikurasnya.

Bahkan ketika uang berada di dalam amplop, atau celengan bambu, atau buntalan kain, akan dibawa beserta wadahnya. Pemelihara hantu pesugihan ini adalah jenis manusia yang terlalu cinta pada kekayaan.

Begitulah empat hantu yang berkaitan dengan cara menambah kekayaan melalui jalan pintas (pesugihan). Meski sama sama dalam ruang metafisika, orang beragama hanya mengenal setan dan jin, bukan hantu (phantom).

Hantu merupakan fenomena budaya kejawen. Kendati demikian tetap patut dipertimbangkan. Hal itu mengingat di masyarakat, yakni khususnya Jawa, isu pesugihan seperti tuyul maupun babi ngepet, masih sensitif. Isu pesugihan berpotensi menimbulkan kerenggangan hubungan sosial.

Bahkan mudah menjadi kehebohan ketika bertepatan dengan momentum politik. Misalnya pemilihan umum dan sejenisnya.

Di sisi lain sejumlah pelaku kejahatan (manusia) tidak jarang memanfaatkan kisah mistis itu untuk memuluskan  aksi kejahatannya. Seringkali “para hantu” itu dijadikan kambing hitam. Karenanya aparat penegak hukum diharapkan segera mungkin bisa mengungkapnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.