READING

Heboh Pasien Corona di RSUD Tulungagung, Ini Penje...

Heboh Pasien Corona di RSUD Tulungagung, Ini Penjelasannya

TULUNGAGUNG – Kondisi pasien yang dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Iskak Tulungagung berangsur membaik. Keberadaan pasien ini sempat menghebohkan media sosial dengan spekulasi terjangkit virus corona.

Direktur RSUD Dr. Iskak, Dr. Supriyanto Sp.B. mengatakan pasien yang dirawat di ruang isolasi tidak dinyatakan positif terjangkit corona. Dugaan ini muncul lantaran riwayat pasien yang baru saja pulang dari Korea dan mengeluh demam serta nyeri saat menelan,” kata Supriyanto kepada Jatimplus.id, Senin 10 Februari 2020.

Ia menjelaskan kehebohan ini terjadi setelah muncul postingan di media sosial tentang foto petugas berseragam astronot di RSUD Dr. Iskak. Dalam foto itu terlihat beberapa petugas rumah sakit sedang mengenakan alat pelindung diri (APD) dan mendorong brankar dengan seorang pasien di atasnya. Foto itu langsung menuai reaksi setelah pengunggahnya menuliskan terduga corona.

Merespon postingan itu, Supriyanto memastikan jika tidak ada pasien terjangkit corona di rumah sakitnya. Namun ia membenarkan jika foto itu terjadi di RSUD Dr. Iskak, saat menerima pasien rujukan dari rumah sakit Kediri.

Menurut Supriyanto, riwayat pasien yang baru saja pulang dari Korea Selatan menjadi catatan petugas untuk menerapkan SOP (Standar operasional prosedur) rumah sakit. Ini mengingat Korea Selatan merupakan salah satu dari 25 negara yang dinyatakan terjangkit corona. “Di dunia medis, lebih baik kami berlebihan dalam menangani pasien dari pada menganggap enteng. Jadi jangan kaget kalau melihat petugas mengenakan baju astronot,” katanya.

Namun untuk menjaga prinsip kehati-hatian, petugas masih memantau kondisi pasien di ruang isolasi. Hasil pemeriksaan sementara pasien tersebut diduga hanya mengalami radang tenggorokan. Namun untuk memastikannya, pihak RSUD Dr. Iskak masih menunggu pemeriksaan swap tenggorokan yang dikirimkan ke Jakarta. “Saya rasa ini hanya terduga saja, bukan positif,” kata Supriyanto.

Sementara itu Dr. Mohamad Arfi, Sp.P, dokter spesialis paru RSUD Dr. Iskak yang merawat pasien juga tak memastikan terjangkitnya virus corona. Sebab untuk mengetahui kondisi itu membutuhkan waktu hingga beberapa hari sesuai standar pemeriksaan Kementerian Kesehatan. “Ada dua kriteria untuk virus corona, yaitu orang dalam pantauan dan pasien dalam pengawasan,” katanya.

Pasien dalam pengawasan adalah mereka yang sudah mengalami nyeri dan gejala klinis flu seperti syndrome lebih dari 38 derajat, tanda-tanda pneumonia, dan riwayat perjalanan ke daerah terjangkit.

Sementara kondisi yang dialami pasien ini sudah mengalami penurunan demam dan tidak menunjukkan pneumonia dalam hasil rontgen. Ia juga tidak mengalami sesak nafas dan diberikan cairan infus serta obat pereda gejala penyakit umum (simptomatis).

Arfi juga meminta kepada masyarakat untuk tetap menjaga kewaspadaan dengan menerapkan hidup bersih dan sehat. Standar baku yang harus dilakukan masyarakat adalah cuci tangan setiap selesai keluar rumah, tidak mengusap wajah dalam keadaan tangan belum dicuci, serta menjaga etika saat batuk. “Jika batuk tutupi dengan lengan posisi siku ditekuk,” jelasnya. (Advertorial)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.