READING

Hijab asal Nganjuk Kuasai Pasar Tanah Air

Hijab asal Nganjuk Kuasai Pasar Tanah Air

Untuk mendapatkan ide bisnis tidak perlu berpikir berat. Cukup dimulai dari hal-hal yang dibutuhkan secara pribadi.

Indra Nurwati menangkap peluang itu. Ketika memutuskan untuk berhijab, perempuan asal Nganjuk ini langsung tahu kebutuhan hijab yang nyaman dan modis. “Saya suka memakai pashmina tapi tidak mau ribet. Makanya saya mencoba membuat hijab instan sesuai yang saya inginkan,” terang Indra kepada Jatimplus.ID, pekan lalu.

Sejak itulah Indra mulai berburu kain yang dianggap nyaman. Di rumahnya yang beralamat Jalan Lawu IV, Kelurahan Kramat, Nganjuk, Indra memotongnya sendiri sesuai bentuk yang dinginkan. Setelah dianggap cocok, baru dibawa ke penjahit sekitar rumahnya.

Pada awalnya Indra hanya memakai jilbab itu untuk dirinya. Namun lama kelamaan banyak tetangga yang tertarik dengan kerudung yang dia desain. Mereka mulai meminta dibuatkan dengan model sama. “Saya baru mulai usaha serius di akhir tahun 2016,” terangnya perempuan 27 tahun ini.

baca juga: World Photobook Day di Kediri Bebaskan Kata dari Makna

Untuk memberi identitas produknya, Indra memberikan merek “embun”. Nama ini dipilih agar orang yang memakai ataupun melihatnya merasa sejuk. Absurd memang.

Untuk varian kerudung yang diproduksi, Indra juga memberi label nama bunga. Seperti bunga Lily dan Gardenia atau Kacapiring. Kerudung Indra didesain dengan kesan bertumpuk di bagian depan. Tujuannya untuk memberi efek manis penggunanya. “Nama Gardenia memiliki filosofi kepercayaan, harapan, kejelasan, mimpi, dan perlindungan,” kata Indra menjelaskan makna nama produknya.

Dia berharap siapapun yang memakai kerudungnya akan merasa percaya diri dengan penampilan mereka.

baca juga: Meriahnya Instagramers Berbagi Tips Konten Kreatif di Kota Kediri

Tidak hanya nama dan bentuknya yang indah, Indra juga berfokus pada kenyamanan pemakainya. Karenanya dia memilih bahan platinum crepe. Namun seiring pergantian tren fashion, kini Embun Hijab menggunakan bahan premium ceruty. “Jadi ada kesan mewah, elegan, bahannya nyaman dipakai tapi tetap dengan harga yang terjangkau,” tutur Indra.

Saat ini terdapat sembilan model hijab yang dibuat Indra. Semua variannya dibuat terbatas dan tidak diproduksi massal. Indra mulai menyasar kelompok menengah ke atas sebagai konsumen. Produk itu dijual dengan harga paling mahal Rp 135 ribu untuk satu pieces hijab.

Dengan pemasaran yang masif, produk Embun Hijab sudah menyebar ke seluruh Indonesia. Bahkan produknya telah mencapai Timika Papua. Meski demikian angka penjualan tertinggi tetap di pulau Jawa khususnya Jawa Timur. Dalam sebulan Embun Hijab bisa memproduksi hingga 300 potong. “Resiko terburuk adalah diplagiat (ditiru) orang untuk model jilbabnya,” keluh Indra.

Reporter : Dina Rosyidha
Editor : Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.