READING

Hindari Kantong Plastik Saat Belanja di E-Warong

Hindari Kantong Plastik Saat Belanja di E-Warong

KEDIRI – Banyaknya aktivitas belanja di E-Warong untuk keluarga penerima manfaat memicu tumpukan sampah plastik. Warga dihimbau membawa tas belanjaan sendiri dari rumah untuk mengurangi sampah plastik.

Contoh terpuji ini dilakukan warga di Kecamatan Pesantren saat mengantre dengan membawa tas belanjaan sendiri. Selain mengurangi sampah, tas belanjaan juga lebih kuat mengingat sembako yang dibawa berat.

“Imbauan Pak Wali juga mengurangi sampah. Maka kami harapkan KPM membawa tas sendiri,” kata Yunanik, Ketua E-Warong Langgeng, Kelurahan Jamsaren, Kecamatan Pesantren.

Rabu, 20 Mei 2020, E-Warong tersebut membagikan paket sembako untuk 69 KPM penerima sembako reguler dan 34 KPM perluasan Covid-19. Total yang akan disalurkan sejumlah 192 KPM penerima sembako reguler dan 103 KPM perluasan. Untuk KPM perluasan ini dibagikan mulai April hingga Desember 2020.

“Sembako yang dibagikan memenuhi 4 isi piringku yaitu karbohidrat, protein, mineral, dan vitamin,” tambah Sofwan. Sembako terdiri dari beras, telur, daging ayam, tahu, sayur, dan buah,” kata Sofwan Arifin, pendamping PKH (Program Keluarga Harapan) Kecamatan Pesantren.

Sedangkan untuk mencegah adanya kerumunan, pendamping PKH berkoordinasi dengan kelurahan membagi jadwal per lingkungan. Jadi setiap jam hanya melayani maksimal 15 KPM. Menurut Sofwan, para pengelola E-Warong ini bersedia untuk bekerja lebih lama agar penerima tidak berkerumun. Untuk bulan Mei ini, pembagian dilakukan mulai tanggal 20-23 Mei 2020. KPM membawa kartu yang sudah dibagikan sebelumnya untuk mendapatkan sembako seusai dengan nominal yang tertera di kartu.

E-Warong di Kelurahan Jamsaren ini dikelola oleh 9 orang ibu rumah tangga KPM. Mereka kini piawai menggunakan mesin EDC (Electronic Data Capture) dari Bank Mandiri yang ditunjuk sebagai penyalur dana Covid-19 dan PKH. Selain menyalurkan bantuan, E-Warong juga menjual kebutuhan sehari-hari untuk umum dan KPM. Labanya dibagi rata untuk pengelola.

“Dulu saya buka warung kopi. Terus ada E-Warung ini lebih lumayan. Juga bisa bantu ibu-ibu lain untuk mendapatkan pekerjaan,” kata Yunanik. Di seluruh Kecamatan Pesantren terdapat 8 titik E-Warong yang dikelola oleh ibu-ibu KPM PKH. (pro/Hari Tri W)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.