READING

Horeee.. Akhirnya Bisa Menikah Meski Sedang Wabah

Horeee.. Akhirnya Bisa Menikah Meski Sedang Wabah

KEDIRI – Kini para calon pengantin bisa tersenyum bahagia. Setelah tutup sejak dua bulan terakhir, Kantor Urusan Agama (KUA) Kota Kediri akhirnya membuka kembali pintu-pintunya untuk mereka yang akan menikah. Keputusan ini berlaku setelah dibuat Surat Kesepakatan Bersama (SKB) antara Pemkot Kediri dengan Kantor Kementerian Agama Kota Kediri Kamis (28/05).  

Dalam surat kesepakatan tersebut berisi tiga hal teknis pelaksanaan pernikahan. Pertama calon pengantin dan atau orang tua datang ke kelurahan untuk mengurus dokumen N1. Selanjutnya yang bersangkutan membuat pernyataan kepada lurah untuk tidak mengadakan resepsi pernikahan. Akad Nikah dilanjutkan di KUA dan dihadiri hanya enam orang yaitu dua mempelai, wali nikah, dua orang saksi, dan P3NK.

Tidak hanya untuk warga Muslim, Walikota Abdullah Abu Bakar juga membuat SKB bersama dengan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) untuk pelaksanaan pernikahan selain Islam. Isinya hampir sama yakni melarang mengadakan resepsi yang menghadirkan banyak orang, upacara keagamaan dilaksanakan di tempat ibadah masing-masing dengan menerapkan protokol kesehatan, dan pencatatan perkawinan di Dispendukcapil hanya mempelai berdua.

“Banyak yang sudah ingin menikah. Ya kita coba berikan solusi dengan ini. Saya ingin pastikan prosesnya sesuai dengan protokol covid-19,” terang Mas Abu (29/05).

Di sisi lain, tertundanya pesta pernikahan yang biasa membutuhkan jasa wedding organizer menyebabkan bisnis ini menjadi sepi. Makanya para penyedia jasa pernikahan ini sepakat untuk mengadakan Wedding Expo 2020 secara daring. “Ide awalnya muncul ketika program solidaritas vendor wedding kediri raya mengadakan akad nikah gratis untuk para tenaga kesehatan sebagai bentuk apresiasi,” terang Oli, Panitia Wedding Expo 2020.

Sebenarnya Wedding Expo merupakan acara tahunan yang dilakukan oleh para vendor wedding Kediri raya yang dilaksanakan pada bulan September. Namun akibat wabah, para penyelenggara berencana untuk meniadakannya. Namun setelah bergulir program akad nikah gratis, panitia Wedding Expo pun terfikirkan untuk menyelenggarakan acara secara daring.

“Biasanya kita laksanakan di Kediri Town Square. Tapi tahun ini kita buat secara online saja di media sosial,” tambahnya.

Cara mengikuti expo ini cukup mudah. Para vendor yang ingin bergabung cukup mengisi formulir pendaftaran lalu menyertakan foto portofolio. Nantinya portofolio tersebut diunggah di akun instagram Wedding Expo 2020 dan setiap harinya dilaksanakan bincang-bincang dengan para owner secara bergiliran.

“Dari sana masyarakat bisa mengikuti rangkaian acara kita secara online. Yang sedang membutuhkan vendor bisa memilih sendiri vendor yang cocok dan bisa langsung mengontak nomor di portofolio,” tambah Oli.

Wedding Expo online ini cukup membantu kedua belah pihak. Baik masyarakat maupun para vendor dalam mencari calon klien. Keduanya bisa berkomunikasi dan berkonsultasi secara daring tanpa harus keluar rumah dan bertemu langsung. Selama wabah, para vendor juga menawarkan banyak potongan harga mengingat kondisi ekonomi di masyarakat sedang tidak baik.

“Terimakasih kepada Bapak Walikota yang ikut berpromosi di media sosial. Sangat membantu kami para pengusaha muda khususnya yang bergerak di bidang wedding organizer,” pungkasnya. (pro/Dina Rosyidha)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.