READING

Hujan hujan, Enaknya Bersantap Lodeh Kikil Jombang

Hujan hujan, Enaknya Bersantap Lodeh Kikil Jombang

MELALUI pesan WA(Whatsapp), undangan bersantap itu datang beberapa saat setelah kopi dituang. “Main ke sini yuk. Nanti tak traktir sayur lodeh kikil Jombang”. Ajakan yang  menarik. Traktiran yang menggiurkan.

Sayur lodeh. Mengingatkan pada gudeg Jogja. Ingat pada nangka muda yang empuk, dimana mulut tidak perlu bersusah payah mengunyah. Bagi mereka yang tidak lagi muda,yang empuk empuk tentu lebih disuka.  

Kemudian juga kikil. Sejenis tulang lunak dengan lapisan kulit pada bagian kaki atau jari jari sapi atau kambing . Lapisan berwarna putih transparan dengan tekstur kenyal itu memang idola.

Namun kalau memasaknya kurang tepat, tekstur kikil tidak hanya kenyal, tapi juga  alot. Karenannya harus benar benar memperhatikan cara pengolahan. Yang perlu diingat juga kikil mengandung kalsium tinggi yang sekaligus berfungsi sebagai kolagen.

Karena asam aminonya juga relatif tinggi, mereka yang berkolesterol tinggi, disarankan untuk tidak banyak mengkonsumsi. Kalau sesekali saja, tentu tidak mengapa.  

“Kapan?”. Pesan balasan langsung meluncur. Centang satu yang berarti aktif. Centang dua berarti pesan telah diterima. Selanjutnya mandeg. Tidak ada sahutan. Tidak ada balasan. Menunggu.

“Mungkin masih ada di jalan. Mungkin lagi sibuk”. Mencoba menebak nebak sambil ngayem ayem, menentramkan hati.

Gimana tidak?. Ingatan kadung disodok bayangan sayur lodeh kikil Jombang. Sambil menyeruput kopi, bayangan lodeh bersantan kental menari nari. Terbayang  bagaimana disajikan semangkuk penuh, lengkap dengan tempe, peyek dan lauk penunjang.

Sementara sepiring nasi putih yang masih kebul kebul ada disisinya. Dibanding gudeg, santan lodeh  biasanya lebih pedas. Terutama lodeh kikil Jombang.

Bayangan mendadak ambyar saat centang pesan WA berubah biru. Tertera  di layar gadget, “sedang menulis pesan”. Sementara dilangit awan hitam mulai ambrol. Rintik hujan mulai berjatuhan. Aroma tanah basah mulai menguap.

“Kapan lagi?. Ya, sekarang dong. Masak setelah pilpres 2019?”. Seperti senapan otomatis yang menyalak, pesan WA masuk beruntun. Belum sempat dibalas menyusul pesan lanjutan.

“Serius ini, sudah kusiapin. Kikilnya terbaik. Nangka muda untuk lodehnya juga terbaik. Pokoknya datang langsung makan deh”.  

Diluar hujan mulai turun serius. Harusnya segera memanasi kendaraan dan langsung berangkat. Toh Kediri-Jombang cuma dua tiga jam.  Tapi berhubung ada urusan yang lebih penting, keberangkatan terpaksa diurungkan.

Sebagai gantinya adalah meminta resep memasak lodeh kikil Jombang. Berikut resep kuliner tradisional Jombang yang legendaris itu.

Bahan utama lodeh kikil Jombang terdiri dari kikil sapi, nangka muda, dan santan kelapa. Kemudian ditambah kondimen ketumbar bubuk, bawang putih, bawang merah, kenari,  garam, gula, jahe, lengkuas  daun salam, dan daun jeruk    

Bagi penyuka pedas bisa ditambahkan cabe rawit. Seluruh proses pemasakan dilakukan dengan cara merebus, yakni mulai dari mengempukkan kikil, mematangkan santan, hingga saat bumbu dicampurkan.

Selain nasi hangat, menyantap lodeh kikil Jombang akan lebih nikmat bila ada tambahan peyek atau kerupuk.

Sayur lodeh kikil khas Jombang ini sangat terkenal. Kalau bertandang ke Jombang akan kurang lengkap rasanya kalau belum mencicipinya. Diluar hujan semakin menderas. Sementara kopi sudah mendekati tandas. Sebuah pesan WA memungkasi percakapan. “Semoga resep lodeh kikil Jombangnya segera dicoba ya”. (*)  


Editor : editor posting Reporter : Reporter posting Visual editor : Visual posting

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.