READING

Ibu Asal Blitar Ini Sempat Tidak Tahu Anaknya Turu...

Ibu Asal Blitar Ini Sempat Tidak Tahu Anaknya Turut Jadi Korban Lion Air

Sebanyak 12 orang pegawai Ditjen Jendral Pajak (DJP) menjadi penumpang pesawat Lion Air JT 610 yang gagal terbang dan jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Dua diantaranya adalah Tri Haska Hafidi dan Hesti Nurani. Kedua orang yang masih kerabat ini sama sama berasal dari Kabupaten Blitar.

BLITAR- Meski mengikuti kabar kecelakaan dari siaran televisi, Siti Bandiyah, ibu Haska sempat tidak tahu jika putranya ada diantara 181 penumpang dan kru pesawat. Siti juga tidak merasakan firasat apapun. Dia baru tahu nama Haska ada diantara ratusan korban setelah menantunya (istri Haska) menghubungi.

“Saya baru tahu setelah ditelpon istri Haska dari Bekasi, “tutur Siti Bandiyah di rumahnya Desa Darungan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.

Sejak menikah dan dikaruniai momongan, Haska memutuskan menjadi penduduk Bekasi Jawa Barat. Haska baru setahun bekerja di KPP Pratama Pangkalpinang. Sebelumnya dia bertugas di wilayah Jakarta.

Sebagai pejabat fungsional pemeriksa, ayah dua putra itu wira wiri Pangkalpinang-Jakarta. Sebab istri dan anak alumni SMA Sutojayan itu tetap berada di Bekasi.

Sehari sebelum kabar duka itu datang, Siti Bandiyah masih sempat ngobrol dengan putranya. Seperti kebiasaanya. Dalam pembicaraan via telepon itu, Haska juga menyelipi canda.

“Dan saya tidak merasakan firasat apapun, “tuturnya. Untuk memastikan kabar sekaligus mendampingi istri Haska, rencanannya kakak kandung Haska akan bertolak ke Jakarta Selasa besok (30/10).

Sementara Hesti Nurani berasal dari  lingkungan Brubuh, Kecamatan Sutojayan. Sejak bekerja di Ditjen Pajak, Hesti menjadi warga Tangerang. Sudah dua tahun dia menjabat sebagai Kepala Seksi KPP Pratama Bangka.

Jarmi (65) salah seorang kerabat di Blitar, mengaku mendengar kabar duka itu langsung dari Cuk Yuseno, ayah Hesti.

“Pak Cuk (Cuk Yuseno) telepon dan bilang, Yu, anakku katut dadi korban pesawat ceblok (Mbak, anakku ikut jadi korban pesawat jatuh), “tuturnya sedih. Cuk sudah seminggu berada di Jakarta untuk berobat.

Setelah menginformasikan kabar duka itu, kata Jarmi, Cuk langsung menutup telepon. Mendengar itu Jarmi sontak menangis. “Saya langsung menangis, “paparnya sedih.

Hesti balik ke Pangkal Pinang untuk kembali bekerja. Anak kedua dari tiga bersaudara itu sebelumnya pulang ke Jakarta untuk menjenguk ayahnya (Cuk Yuseno) yang menjalani perawatan medis.

Menurut Jarmi, Hesti terakhir berkunjung ke Blitar sekitar dua bulan lalu. Dia masih ingat bagaimana Hesti menyempatkan silaturahmi ke kerabat dekatnya. “Mbak Hesti orang baik. Orangnya ramah, “kenang Jarmi.

Seperti diketahui, selain 12 pegawai DJP, sebanyak 6 pegawai Direktorat Jendral Perbendaharaan (DJPB) juga menjadi penumpang Lion Air JT 610. Kemudian juga tiga orang pegawai Direktorat Jendral Kekayaan Negara (DJKN).

Selain 181 penumpang dengan tujuan Jakarta-Pangkalpinang, Lion Air yang baru beroperasi sejak Agustus 2018 lalu itu juga mengangkut tujuh orang kru pesawat. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.