READING

Idul Adha, Ini dia Resep Memasak Tengkleng Juara

Idul Adha, Ini dia Resep Memasak Tengkleng Juara

Selain sop ayam, gudek, sate klatak dan tongseng, tengkleng juga mulai merangsek wilayah Jawa Timur. Mereka semua, khususnya tengkleng, mencoba menyusul kesuksesan sego kucing angkringan.

KEDIRI- Menu tengkleng lahir dari “perlawanan kelas”. Tercipta disaat harga daging sapi dan kambing kelewat mahal, dan hanya orang orang kaya yang sanggup berbelanja.

Orang orang Solo, Jawa Tengah lah yang pertama kali mengawali sekaligus membuat tengkleng dikenal. Kegagalan menikmati kelezatan daging merah melahirkan kreatifitas dapur. 

Ya, keterbatasan isi kantong itu telah menghasilkan kuliner baru yang bernafaskan kerakyatan. Begitulah setidaknya “babad tengkleng” yang dituturkan dari mulut ke mulut. 

“Sejarah tengkleng mungkin sekali mirip sop tangkar yang populer di kawasan Betawi, “tulis Bondan Winarno dalam “100 Makanan Tradisional Indonesia, Mak Nyus”.

Baca Juga : https://jatimplus.id/wukuf-arafah-inilah-puncak-perjalanan-haji-akbar/ 

Tengkleng merujuk pada tulang sapi atau kambing. Biasa diucapkan sebagai tetelan dan umumnya adalah tetelan kambing, yakni bagian iga, kaki dan seluruh bagian kepala. 

Dalam “versi rakyatnya” betul betul cerminan “perlawanan dapur”. Karena daging telah dikuasai orang kaya, yakni dimasak sate, kemudian jeroan dan daging berlemak dibikin gule, maka tengkleng yang tersaji benar benar hanya menampilkan tetelan (tulang). 

Masakan tengkleng berwarna kuning kemerahan serupa gule namun sedikit lebih encer. Sebab kebanyakan dimasak tanpa menggunakan santan, meskipun ada juga yang mencampurkannya dalam racikan.

Baca Juga : https://jatimplus.id/memburu-sate-satak-di-kaki-gunung-kelud-kediri/ 

Diluar dugaan menu rakyat jelata itu begitu digemari. Banyak lidah yang mencocokinya. Bahkan mampu menerobos meja makan kalangan atas, bersanding dengan sate, gule, dan tongseng. 

Namun dalam perjalanannya tengkleng mengalami “revolusi” bahan. Tidak lagi hanya berisi tulang belulang. Tapi juga ditambah otak, irisan lidah, potongan kuping, jeroan, dan daging.

“Karena tengkleng semakin digemari masyarakat kelas atas, sekarang mulai tampil tengkleng yang isinya dari bagian kambing yang lebih berdaging, “kata Pak Bondan (100 Makanan Tradisional Indonesia).

Baca Juga : https://jatimplus.id/nasi-goreng-tiwul-lereng-wilis-masakan-jawa-yang-menjerat-lidah/  

Dari dapur si jelata, warung sederhana, tengkleng naik derajat, masuk ke dalam daftar menu makanan depot dan restoran. Bahkan di sejumlah hotel juga tersedia menu tengkleng. 

Selain harganya lebih ekonomis, memasak tengkleng kambing tergolong tidak sulit. Mumpung hari raya kurban, ini salah satu resep yang bisa dicoba di rumah. 

Bahan : 
1kepala kambing
1 kg daging dan iga kambing.
4 kaki kambing

Bumbu :
5 ruas kunyit
1 ruas jahe
1 ruas lengkuas
6 butir kemiri
1 butir pala
1 sdm ketumbar
1 sdm merica
10 siung bawang merah
15 siung bawang putih
1 batang sereh
6 lembar daun salam
6 lembar daun jeruk nipis
4 liter air

Cara Membuat :
– Kunyit ditumbuk halus, diperas, diambil airnya.
-Jahe dan lengkuas digeprek.
-Bawang merah, bawang putih, kemiri, pala, ketumbar, dan merica diulek sampai halus, lalu ditumis dengan sedikit minyak sampai matang.
-Semua bumbu dimasukkan ke dalam panci atau kuali berisi 4 liter air, lalu dimasak hingga mendidih. Lalu tambahkan sereh, daun salam dan daun jeruk nipis.
-Setelah mendidih, daging dan tulang kambing baru dimasukkan. Teruskan merebus dengan api sedang. Setelah daging dirasa sudah lunak, masukkan santan dan tambahkan garam serta gula sesuai cita rasa yang diingini. Selamat mencoba! (Mas Garendi)

print

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.