READING

Imigrasi Operasionalkan Gedung Baru Dekat Bandara ...

Imigrasi Operasionalkan Gedung Baru Dekat Bandara Kediri

KEDIRI – Kementerian Hukum dan HAM meresmikan kantor Imigrasi Kediri yang berada di dekat lokasi pendirian bandara PT Gudang Garam Tbk. Selain melayani keimigrasian dan pengawasan orang asing, kantor ini dijamin bebas pungli dan calo.

Irjen Kemenkumham Jhoni Ginting mengatakan peresmian Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri di Jalan Jawa Bedrek Selatan, Desa Grogol, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri ini akan mendukung operasional bandara ke depan. “Pembangunan gedung baru ini diharapkan bisa memberi layanan yang baik untuk masyarakat Jawa Timur,” kata Jhoni, Kamis 23 Januari 2020.

Tak hanya menaikkan status Kantor Imigrasi Kediri dari kelas III menjadi kelas II, Kemenkumham juga mengumumkan beroperasinya kantor Imigrasi yang baru di Pamekasan dan Ponorogo mulai hari ini. Ginting memastikan seluruh layanan kantor tersebut akan bersih dari pungutan liar maupun calo.

Salah satu infrastruktur pengawasan yang dipasang adalah CCTV di setiap sudut kantor. Selain itu, kantor tersebut juga dilengkapi gate barrier yang hanya memberi akses khusus bagi pengguna layanan yang terdaftar saja. Sehingga orang-orang yang tidak berkepentingan dipastikan tak bisa memasuki areal kantor.

Data Kantor Imigrasi Kediri tahun 2019 menyebutkan ada 561 permohonan tinggal kunjungan di wilayah kota dan Kabupaten Kediri, Kabupaten Nganjuk, dan Kabupaten Jombang. Sedangkan untuk izin tinggal sementara tercatat 284 orang, izin tinggal tetap 12 orang.

Jika bandara internasional Kediri telah beroperasi, diperkirakan mobilitas orang asing akan semakin tinggi. Demikian pula permohonan izin tinggal. Di sinilah peranan petugas imigrasi menjadi penting untuk mengidentifikasi aktivitas orang asing.

Tahun lalu, jumlah WNA (warga negara asing) yang dideportasi dari wilayah Kantor Imigrasi Kediri sebanyak 18 orang. Mereka berasal dari Thailand, Malaysia, Jerman, Tiongkok, Myanmar, dan Timor Leste. Sebagian besar menjalani masa tinggalnya melebihi izin waktu yang telah ditetapkan sehingga harus dipulangkan.

Untuk mendukung pengawasan tersebut, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri membentuk tim pengawasan orang asing (TIMPORA) yang didukung aplikasi “Mobile Pantau Orang Asing”.

Dengan aplikasi tersebut, TIMPORA di lokasi dapat langsung melaporkan keberadaan orang asing melalui fitur tangkap koordinat, untuk diinput nama dan foto obyeknya. Selanjutnya petugas imigrasi akan menelusuri hasil laporan TIMPORA.

“Cukup dengan mengklik data laporan, maka aplikasi akan membuka mesin pencari lokasi google maps yang akan memandu perjalanan menuju koordinat yang dimaksud,” terang Kakanim Kediri, Rakha Sukma Purnama.

Rakha Sukma juga memperkenalkan aplikasi “Cek Paspor”, yang memudahkan masyarakat mengetahui status permohonan paspor mandiri. Bagi pemohon yang sedang menunggu paspor diterbitkan, bisa mengetahui status permohonan melalui aplikasi berbasis android.

Para pemohon pengurusan paspor juga bisa memesan jadwal pengurusan secara online. Sehingga masyarakat tidak perlu lama-lama mengantri untuk mengurus kebutuhan administrasi yang diperlukan. Masyarakat juga bisa memanfaatkan layanan paspor drive thru untuk mengambil paspor.

“Bagi yang sudah tua atau sakit, kita juga menyediakan layanan emergency paspor, di mana petugas imigrasi datang untuk membantu masyarakat mengurus paspor,” tambah Rakha.

Selain Irjen Kemenkumham Jhoni Ginting, hadir pula dalam peresmian itu Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie, Kakanwil Kemenkumham Jawa Timur Susy Susilawati, serta Bupati Kediri Haryanto Sutrisno.

Bupati Haryanti Sutrisno berharap keberadaan bandara ini akan mendukung operasional bandara yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Reporter : Dina Rosyidha
Editor : Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.