READING

Industri Restoran Terpukul Akibat Corona

Industri Restoran Terpukul Akibat Corona

Tak hanya di Jawa Timur, pandemi Covid-19 juga menerpa pengusaha restoran di Amerika Serikat. Asosiasi Restoran Nasional AS mengumkan sejak 1 Maret 2020, industri restoran kehilangan lebih dari 3 juta pekerjaan.

Asosiasi ini menyatakan satu dari lima restoran di Amerika harus tutup permanen karena wabah. Pihak asosiasi pun pekan ini meminta anggaran ke badan legislatif setempat sebesar US$ 240 miliar untuk membantu industri yang bertahan.

Meski diperkirakan sebagian besar orang Amerika akan menunggu wabah berakhir sebelum melanjutkan rutinitas harian, membuka restoran berarti membuka kembali rantai pasokan untuk pemilik restoran, petani, penjual produk, koki, hingga pelayan.

Kasus penyebaran viruc Corona melalui AC yang terjadi di Ghuangzhou turut menjadi pekerjaan rumah bagi pemilik restoran di Amerika. William Schaffner, professor Penyakit Menular di Vandderbilt University, Tennessee, Amerika Serikat, menjelaskan bahwa hasil penelitian ini bisa menjadi sumber yang bagus untuk membantu peneliti memahami apa yang harus dilakukan untuk restoran-restoran yang akan kembali buka.

“Kita akan mempelajari dan membukanya dengan lambat. Lakukan ini secara bertahap,” tambahnya.

Penemuan ini belum jelas keberhasilannya. Namun hal ini bisa diamati dengan melihat daerah pedesaan yang umumnya belum terpapar virus separah kota. “Coba dulu,” tegas pria yang tinggal di Tennessee dimana ada 7300 temuan kasus di sana.

Jennifer Horney, direktur pendiri program epidemiologi di University of Delaware memperkirakan bahwa negara bagian maupun wilayah akan menerapkan aturan darurat tentang izin restoran, berupa beberapa penyesuaian pada layanan. Seperti makan di luar ruangan, membayar melalui metode tanpa sentuhan, menggunakan menu sekali pakai, dan melihat anggota staf mengenakan masker dan sarung tangan.

Horney berkata bahwa daripada membuat batasan, seperti melarang AC atau makan malam di luar ruangan, restoran mungkin merasa lebih mudah (dan sama efektifnya) dengan menerapkan aturan yang sudah ada seperti menyangkut kapasitas ruangan.

“Peraturan yang ada seperti data kapasitas restoran, dapat digunakan sebagai penetapan jumlah pengunjung yang bisa dilayani dengan aman, yakni maksimal 25 persen dari kapasitas biasanya,” jelasnya.

Tetapi Schaffner ragu tentang bagaimana memastikan bahwa restoran mematuhi aturan kapasitas. “Beberapa  restoran akan berkata “Dengar, kita punya banyak urusan. Mari kita buka beberapa meja lagi. Polisi covid tidak akan menangkap kita malam ini,” katanya.

Penulis : Dina Rosyidha
Disadur dari www.businessinsider.com

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.