READING

Inflasi Desember Tinggi, Kota Kediri Masih Tempati...

Inflasi Desember Tinggi, Kota Kediri Masih Tempati Posisi Terendah Se-Jatim

KEDIRI- Sesuai perkiraan, inflasi Kota Kediri pada bulan Desember cukup tinggi bahkan lebih tinggi dari angka nasional yakni 0,47 persen. Meski demikian, secara kumulatif, inflasi pada tahun 2019 menjadi yang terendah se-Jatim yakni 1,83 persen. Angka ini masih di dalam range target pemerintah kota (Pemkot) Kediri yakni di 1,5 persen-3,5 persen.

“Inflasi di Kota Kediri masih dalam jangkauan target, jadi masih ideal. Tidak terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi,” terang Agus Puji Raharjo, Kepala BPS Kota Kediri kepada Jatimplus.ID.

Data yang dirilis BPS Kota Kediri Kamis siang (02/01) menunjukkan bahwa pemicu tertinggi inflasi di akhir tahun kemarin adalah bahan pangan. Beberapa komoditi di antaranya adalah telur ayam ras, bawang merah, rokok, ayam goreng dan tahu mentah. Ada pula minyak goreng, pisang, jeruk, nangka muda hingga kelapa.

Baca juga: Inflasi Bulan Desember 2019

Sepuluh komoditas tersebut menjadi pemicu paling besar karena mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kenaikannya pun memberikan kotribusi cukup besar karena banyak dikonsumsi masyarakat Kota Kediri. Apalagi ada banyak kegiatan dan perayaan di akhir tahun kemarin seperti natal dan tahun baru.

“Kenaikan permintaan ini tidak diimbangi dengan penambahan supplay jadi membuat harga komoditas tersebut naik,” tambah Agus ketika ditemui di Kantor BPS di Jalan Penanggungan, Kota Kediri.

Di sisi lain, ada beberapa komoditas yang justru mengalami penurunan. Pos sandang menunjukkan penurunan harga hingga 0,13 persen. Ada dua asumsi dari angka penurunan ini. Apakah karena banyaknya diskon yang diobral pedagang pakaian atau konsumsi sandang sedang menurun.

“Tapi penurunan beberapa komoditas pangan seperti daging ayam ras dan buah-buahan tetap lebih kuat dalam menekan inflasi,” urainya dalam forum yang juga dihadiri Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri.

Meski inflasi Desember relatif tinggi, inflasi kumulatif di tahun 2019 Kota Kediri masih berhasil menempati rangking terendah dibandingkan kota-kota se-Jatim yakni hanya sebesar 1,83 persen. Disusul kemudian oleh Kota Malang dan Kota Probolinggo dengan besar inflasi 1,93 persen dan 1,99 persen.

Menurut Agus, rendahnya inflasi di Kediri masih tergolong sehat. Pasalnya fluktuasinya yang terjadi sepanjang tahun tidak terlalu besar. Selain inflasi yang relatif rendah, kondisi perekonomian di Kota Kediri juga sempat terjadi deflasi di Bulan Februari, Agustus, dan September.

“Jadi meski inflasi kalendernya terendah, tetap masih menunjukkan pertumbuhan yang positif,” bebernya.

Ada beberapa hal yang harus diwaspadai di Bulan Januari ini, misalnya curah hujan tinggi pada awal tahun 2020. Kondisi ini diperkirakan akan menjadi penyebab beberapa bahan pangan mengalami penurunan pasokan, misalnya ayam ras, telur, bawang merah, dan cabai.

Tingginya curah hujan juga rawan berdampak pada bencana banjir. Selain berpotensi mengurangi angka produksi, jalur-jalur distribusi juga rawan terputus. Terhambatnya proses distribusi juga bisa menambah biaya logistik sehingga berimbas pada harga pasar yang juga semakin meninggi.

Belum lagi ada beberapa kebijakan dari pemerintah pusat yang cepat atau lambat pasti memberikan dampak. Yang paling mencolok adalah kebijakan penyesuaian tarif BPJS hingga 100 persen dan adanya cukai rokok yang juga berlaku per awal tahun.

“Bisa jadi Januari terjadi inflasi lagi bahkan lebih tinggi dari bulan ini. Tapi kita lihat nanti seperti apa,” pungkasnya.

Reporter : Dina Rosyidha
Editor: Titik Kartitiani

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.