READING

Inflasi Terus Meninggi, TPID Bersiap-siap Gelar Op...

Inflasi Terus Meninggi, TPID Bersiap-siap Gelar Operasi Pasar Murah Jelang Natal dan Tahun Baru

KEDIRI– Inflasi di Kota Tahu masih terus merembet naik di Bulan November ini. Indeks kenaikan harga di pasar mencapai  0,38 persen. Penyebab utamanya adalah kenaikan harga bahan pangan pokok. Bahkan kenaikan hingga mencapai 1,64 persen. Sangat kontras jika dibandingkan harga pos lainnya yang kenaikannya tidak sampai 1 persen.

“Bahkan untuk sandang malah mengalami penurunan harga hingga 0,18 persen,” terang Agus Puji Raharjo, Kepala BPS Kota Kediri.

Jika inflasi di Bulan Oktober adalah respon harga karena sebelumnya mengalami deflasi, berbeda dengan kondisinya di Bulan November. Di bulan ke-11 tersebut, harga dianggap mulai murni naik. Makanya BPS memberikan warning kepada tim pengendali inflasi daerah (TPID) untuk waspada.

“Harus mulai ada penindakan agar kenaikan harga tidak terus meroket,” tambahnya dalam rilis BPS yang digelar di Kantor BPS di Jalan Penanggungan Kota Kediri (2/12).

Apalagi diketahui di akhir tahun ada Hari Raya Natal dan Tahun Baru. Banyak kegiatan yang bisa memicu kenaikan harga karena besarnya angka konsumsi di masyarakat. Belum lagi liburan panjang yang juga bisa memberikan dampak pada fluktuasi harga baik di bahan pangan, sandang hingga biaya angkutan umum.

“Pastinya banyak orang yang bepergian dan pulang kampung di akhir tahun. Ini bisa berpengaruh pada harga angkutan,” bebernya.

Untuk bahan pangan, komoditas yang menjadi pemicu inflasi masih sama. Yakni ayam ras, bawang merah, telur ayam. Selain itu ada buah-buahan seperti pisang, jeruk dan sayuran seperti tomat sayur, kacang panjang hingga kangkung.

Sedangkan beberapa harga yang mengalami penurunan sehingga menekan inflasi adalah apel, semangka, bayam, hingga cabai rawit. Sedangkan untuk cabai merah dan daging sapi juga mengalami penurunan. Hanya saja menurut Agus, dua komoditi ini perlu diwaspadai.

Pasalnya kontribusi dua komoditas tersebut cukup tinggi terhadap inflasi. Jika keduanya mengalami kenaikan harga sedikit saja, sudah bisa memberikan dampak cukup besar di inflasi Kota Kediri.

“Akhir tahun ini tidak menutup kemungkinan, cabai merah dan daging sapi lebih banyak dikonsumsi untuk kegiatan masyarakat. Jadi harus siap-siap,” tandasnya.

Sementara itu, Imam Setiabudi, salah satu anggota TPID menjelaskan bahwa setiap tahun pihaknya melakukan operasi pasar murah (OPM) dua kali. Satu ketika lebaran, satu lagi ketika akhir tahun. Sehingga di bulan ini akan digelar OPM lagi seperti tahun-tahun sebelumnya.

Hanya saja untuk komoditas yang dijual di OPM hampir sama yakni bahan-bahan sembako seperti beras, minyak, telur, hingga gula pasir. Untuk komoditas lain, TPID baru akan memasukkannya dalam OPM jika mengalami kenaikan drastis. Seperti bawang merah, maupun putih.

“Program tahunan kita OPM di dua waktu penting. Selebihnya kita lakukan jika ada hal-hal tidak biasa di pasar,” terangnya kepada Jatimplus.ID.

Untuk komoditas yang basah seperti ayam ras, Imam menegaskan TPID belum bisa mengakomodasinya di OPM. Ini dikarenakan timnya mengalami keterbatasan di sarana prasarana penunjang seperti freezer. Padahal ayam ras rentan busuk jika salah penyimpanan.

“Kita kurangi risiko dengan menghindari bahan-bahan yang mudah rusak,” bebernya.

Meski demikian, TPID tidak tinggal diam. Ketika ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, pihaknya selalu melakukan analisis. Apa yang menjadi masalah sehingga harga menjadi naik. Jika terjadi di proses distribusi, TPID bisa melakukan koordinasi dengan para peternak dan pedagang besar.

“Kita tetap ambil tindakan meskipun tidak mengikutsertakan komoditi tersebut dalam OPM,” tegasnya.

Meski inflasi di Bulan November relatif tinggi, Imam menegaskan jika inflasi kalender Kota Kediri masih oke. Ini dikarenakan inflasi kalender di tingkat Jatim masih lebih tinggi. Inflasi Kota Kediri menjadi terkesan tinggi karena daerah lain mengalami kenaikan inflasi yang tidak terlalu tinggi.

“Sebenarnya inflasinya masih sehat. Kalau terus rendah, malah nggak bagus untuk para pedagang. Tapi ya semoga inflasi tahun ini tetap bisa dikendalikan. Tidak terlampau tinggi,” pungkasnya.

Reporter : Dina Rosyidha
Editor : Prasto Wardoyo

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.