READING

Ini Cara Penggunaan Masker Wajah yang Benar Menuru...

Ini Cara Penggunaan Masker Wajah yang Benar Menurut WHO

Masker wajah saat ini menjadi barang paling dicari oleh banyak orang. Tidak tanggung-tanggung, saat ini harga per boks surgical mask yang biasanya seharga Rp 30 ribu kini ada yang menjual dengan harga Rp 500 ribu per boks. Bahkan ada yang “iseng” menjualnya seharga Rp 31 juta. Padahal masker wajah sebenarnya tidak absolut dibutuhkan setiap saat.

World Health Organization (WHO) telah menjelaskan seperti apa mekanisme penggunaan masker yang efektif. Menurut tim ahli, orang sehat sebenarnya tidak perlu menggunakan masker. Penggunaan masker sebenarnya hanya diperuntukkan bagi orang sakit untuk menghindari penyebaran virus.

Orang sehat yang perlu menggunakan masker adalah mereka yang merawat pasien terduga virus corona. Menggunakan masker saja juga bukan kunci utama terhindar dari penularan virus. Agar terhindar dari paparan, juga harus diimbangi dengan kebiasaan mencuci tangan secara berkala dengan menggunakan sabun atau pembersih tangan berbasis alkohol.

Masker yang selesai digunakan pun bisa menjadi sumber penularan karena berpotensi mengandung banyak virus dan bakteri. Makanya WHO menyarankan agar masker wajah bekas pakai segera dibuang ke tempat sampah dan tidak dibiarkan tercecer.

Cara menggunakan masker wajah pun ada aturannya. Karena setiap sisi surgical mask memiliki fungsi yang berbeda. Sisi masker yang berwarna mengandung fluid repellent  yang berfungsi melindungi pengguna dari percikan batuk orang lain. Sedangkan sisi berwarna putih mengandung moisture absorbing layer  yang berfungsi menyerap percikan batuk dan flu yang diderita pengguna masker.

Berdasarkan fungsi yang berbeda ini mengharuskan para pengguna masker menempatkan sisi berwarna di luar dan sisi yang berwarna putih di bagian dalam dekat mulut. Kaitkan tali masker dengan rapat di telinga atau di leher dan kepala senyaman mungkin sesuai dengan bentuk kaitan masker.

Tidak hanya itu, bagian kawat juga harus berada di bagian hidung. Fungsi kawat kecil ini adalah untuk menyesuaikan bentuk hidung penggunanya. Hal ini ditujukan agar tepi atas masker bisa menempel sempurna dan bisa meminimalisir kebocoran. Sedangkan sisi bawah masker harus ditarik hingga menutup dagu secara keseluruhan.

Jika masker sudah dirasa basah dan lembab, segera ganti masker yang digunakan. Untuk melepasnya pun tidak boleh sembarangan. Setelah melepaskan pengait masker, lipat masker ke arah dalam tanpa menyentuh sisi putih masker. Hal ini agar virus dan bakteri dari nafas pengguna yang sakit tidak sampai menempel ke tangan.

Usahakan masker dalam keadaan tergulung  dengan membelitkan tali masker sebelum membuangnya ke tempat sampah. Jangan sampai masker bekas pakai ini berceceran di lingkungan agar virus dan penyakit yang menempel di sana tidak menjadi sumber penularan baru karena tersentuh orang lain.

Menggunakan masker hanya satu dari salah satu upaya melakukan pencegahan virus dan penyakit. Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah hindari sering menyentuh wajah dengan tangan. Dan sering-seringlah mencuci tangan dengan menggunakan sabun. Dan terapkan selalu pola hidup bersih dan sehat.

Makan-makanan yang bergizi dan higienis. Perbanyak olahraga dan istirahat yang cukup agar daya tahan tubuh terjaga. Jika perlu konsumsi makanan dan minuman tambahan yang mengandung zat yang diperlukan tubuh seperti minuman herbal, madu, hingga suplemen multivitamin.

Penulis : Dina Rosyidha
Editor: Prasto Wardoyo

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.