READING

Ini Dia Kuliner Jember di Festival Makanan Khas Ja...

Ini Dia Kuliner Jember di Festival Makanan Khas Jatim

PASURUAN – Festival Makanan Khas Jatim digelar pada Rabu (19/6/2019) di Graha Wilwatikta, Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan. Sejumlah 24 kabupaten/kota turut meramaikan acara tahunan Pemprov Jatim tersebut. Berbagai makanan khas di setiap daerah ditampilkan dengan penyajian yang menarik dan bercitarasa terbaik.

Salah satu stan yang ramai dipadati pengunjung yakni dari Kabupaten Jember. Tak hanya makanan dan minuman ringan yang dapat dicicipi pengunjung. Namun sekaligus makanan utama yang menjadi menu andalan Kinarya Catering Jember, yakni nasi ro’om age. Dalam bahasa Madura, ro’om berarti harum. Karena itu, nasi ro’om menawarkan sensasi harum seperti nasi gurih (uduk) atau nasi lemak khas Melayu. Namun bedanya, harum pada nasi ro’om tak mempengaruhi citarasanya seperti kedua nasi tersebut.

Nasi ro’om buatan Indah Setyorini semakin lengkap ketika dipadu dengan daging age yang gurih. Daging age merupakan makanan khas Jember yang nyaris mirip dengan rendang daging khas Padang. Bedanya, proses memasak daging age tidak menggunakan santan seperti pembuatan rendang, melainkan menggunakan sangraian kelapa parut dan koya. Selain itu, menurut Indah terdapat teknik khusus untuk memotong daging age agar empuk hingga bumbunya meresap sempurna.

“Kenapa daging age, karena jaman dulu itu kita makan itu saat ada acara selamatan. Kalau nggak ada selamatan, jarang banget orang masak. Daging age ini istilahnya rendangnya orang Jawa. Kita angkat biar tetep dikenal,” terang Indah, pemilik Kinarya Catering Jember kepada Jatimplus.id.

Raki Raki Jatim mencoba lezatnya kuliner khas Jember. Dok. Riza Rastri.

Selain menyajikan makanan yang dekat dengan keseharian masyarakat Jember, Indah dan tim sekaligus berinovasi dalam membuat menu-menu unik yang khas Jemberan alias Jember banget. Seperti menu botok edamame, pepes ikan peda yang dibungkus dengan daun lumbu atau talas, sambel kering pepaya, oseng bunga pepaya, dan urap-urap junggulan.

Menurut Indah, berbagai macam menu unik tersebut merupakan inovasi yang ia sajikan untuk menampilkan ciri Kabupaten Jember dengan hasil pertaniannya. Seperti edamame atau kacang kedelai yang menjadi salah satu komoditi ekspor kabupaten berjuluk Pandhalungan City tersebut. Selain diolah menjadi botok sayur berprotein tinggi, di tangan Indah dan Dina Novita, edamame pun disulap menjadi kue dengan rasa legit gurih.

Tak ketinggalan, minuman khas Jember juga turut disajikan, yakni wedang cor. Wedang cor merupakan perpaduan tape ketan hitam, susu sapi segar, dan jahe. Minuman ini jadi salah satu menu yang paling dicari saat festival berlangsung. Jika wedang cor lebih enak jika disajikan hangat-hangat, Dina juga membuat minuman segar yakni es rempah tempe. Sesuai dengan namanya, es ini berbahan dasar tempe yang di-blender lalu ditambah dengan campuran rempah-rempah pilihan. Tak jarang, para penikmatnya justru tertarik karena keunikan yang diciptakan oleh dua perempuan asli Jember tersebut.

Indah Setyorini sedang memperkenalkan kuliner khas Jember kepada pengunjung. Dok. Riza Rastri.

“Ini yang kita kirim dari pemenang lomba di tingkat kabupaten. Kita coba mengangkat makanan tradisional yang memang sudah ada turun-temurun seperti daging age. Tapi juga ada modifikasi dengan potensi-potensi unggulan, seperti edamame. Jadi kita ndak hanya (menyajikan) rasa, tapi juga memperhatikan kandungan gizinya,” papar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember, Anas Ma’ruf.

Tahap penjurian dalam festival ke 19 ini tak hanya saat acara digelar, namun dimulai sejak bulan Maret hingga Mei oleh para juri yang menyamar sebagai kostumer. Penjurian secara rahasia tersebut bertujuan untuk menyeleksi dan memberi nilai pada tingkat higienitas dari masing-masing tempat usaha, SDM pelayanan dan pengolahan makanan, serta ketersediaan makanan khas di daftar menu.

Festival Makanan Khas Jatim 2019 dimenangkan oleh Kabupaten Trenggalek dengan menu utama yakni pindang lidah sapi serta menu pendamping lodho ayam dan nasi gegok. Sementara juara 2 festival kuliner ini diraih oleh Kabupaten Ponorogo dan juara ke 3 diraih Kabupaten Tulungagung. Meski tak menjadi pemenang, Indah dan tim mengaku puas telah memberikan yang terbaik untuk kabupaten tercinta.

“Kami berusaha secara optimal. Walaupun belum menang tapi kami bangga bisa mewakili Jember dengan menyajikan sajian berciri khas. Menu kami habis ludes sebelum pengumuman siapa pemenangnya, itu sudah menjadi reward buat kami,” ungkap Indah sembari tersenyum lebar. Ia juga berharap, Kabupaten Jember dapat menang dalam Festival Makanan Khas Jatim tahun depan. (Suci Rachmaningtyas)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.