READING

Ini Efek Buruk Tidur Seharian Ketika Sedang Berpua...

Ini Efek Buruk Tidur Seharian Ketika Sedang Berpuasa

Tidur seharian ketika sedang berpuasa menjadi yang lumrah dilakukan. Apalagi jika malam sebelumnya begadang dan melewatkan waktu sahur. Mereka yang tidur seharian beralasan sedang lemas dan memilih tidur agar kuat menjalani puasa sehari penuh. Ditambah lagi keyakinan bahwa tidurnya orang berpuasa adalah ibadah.

Padahal pernyataan tersebut tidak benar. Ustadz Adi Hidayat dalam channel youtube Shirathal Mustaqim menjawab pertanyaan seputar tidur sepanjang hari selama ibadah puasa. Hadist yang menyebutkan tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah merupakan hadist palsu. Hal ini  dikarenakan bertentangan dengan semangat ramadhan dimana Nabi Muhammad meminta Umat Muslim yang menjalani puasa untuk meningkatkan ibadah.

Sedangkan tidur sepanjang hari memang tidak membatalkan puasa namun bisa menurunkan nilai pahala dari puasa yang dijalani. Ini dikarenakan waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk melakukan kebaikan dan bernilai pahala hanya dihabiskan dengan tidur saja. Dan sesuatu yang berlebihan pada dasarnya tidak disukai oleh Allah SWT.

Selain itu, terlalu banyak tidur juga memberikan efek buruk pada fisik maupun psikologis. Waktu tidur ideal yang disarankan untuk usia produktif yakni 8-9 jam saja. Sedangkan untuk kategori lansia sekitar 7-8 jam per hari. Jika waktu tidur melebihi anjuran tersebut, bisa menimbulkan efek samping.

Mengantuk sepanjang hari dan tidak bersemangat

Jika sejak awal kita terlalu banyak tidur, maka selama seharian kita akan semakin malas melakukan aktivitas lain. Meski sudah tidur lama, kita akan cenderung selalu mengantuk dan tidak bersemangat. Hal ini membuat produktifitas menurun.

Maka sebaiknya pasang alarm sebelum tidur. Upayakan untuk tidak tidur berlebihan agar kita bersemangat dan merasa segar ketika bangun. Untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, atur suasana kamar yang sesuai dengan kita. Bisa dengan mematikan lampu dan mematikan gadget agar tidak ada pengganggu selama waktu tidur.

Kepala pusing

Terlalu banyak tidur juga bisa membuat kepala menjadi pusing. Dilansir dari Nestmaven, proses tidur terlalu lama dapat mempengaruhi kerja senyawa yang ada di otak. Oleh peneliti kondisi ini disebut sebagai gangguan pada neurotransmitter utama seperti serotonin yang meningkat. Jika kepala pusing, kita pun menjadi tidak nyaman ketika beraktivitas dan memilih tidur kembali atau bermalas-malasan.

Rentan terkena obesitas dan diabetes

Ketika kita tidur, tubuh tidak banyak bergerak. Maka proses pembakaran kalori pun tidak ada. Jika hal ini berlangsung lama maka akan terjadi penimbunan lemak di tubuh. Terlalu banyak tidur juga menganggu proses pengaturan kadar gula dalam darah sehingga bisa memicu penyakit diabetes.

Gangguan mental

Depresi dan lamanya tidur memiliki hubungan yang erat. Dari penelitian para ahli menunjukkan 15 persen penderita depresi mengalami gangguan tidur. Mereka tidur terlalu lama dan membuat jam tidur menjadi tidak teratur. Kondisi ini membuat psikis mereka semakin memburuk.

Selain itu, tidur berlebihan juga bisa menyebabkan gangguan ingatan, kecemasan, dan mudah lelah. Oleh para peneliti, gangguan ingatan ini disebut sebagai penuaan dini pada otak karena mereka menjadi lebih mudah lupa dan mudah hilang konsentrasi. Ditambah kondisi tubuh yang mudah lelah membuat orang menjadi terlihat lebih rapuh seperti lansia.

Penulis : Dina Rosyidha

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.