READING

Ini Penyebab Berkas Lamaran CPNS Ditolak

Ini Penyebab Berkas Lamaran CPNS Ditolak

KEDIRI – Panitia seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil menolak ratusan berkas lamaran. Mereka dinilai tak memenuhi syarat setelah melalui pemeriksaan berkas.

Di Kota Kediri, jumlah pelamar yang dinyatakan tak memenuhi syarat mencapai ratusan orang. Dari 1.968 pelamar, sebanyak kurang lebih 500 berkas dinyatakan tak layak.

Alhasil penolakan ini menuai protes para pelamar. Mereka ramai-ramai menyampaikan sanggahan ke panitia. “Ada sekitar 219 pendaftar yang melakukan sanggahan per hari ini,” terang Apip Permana, Kabag Humas Pemkot Kediri kepada Jatimplus.ID, Rabu, 18 Desember 2019.

Apip menjelaskan pengumuman hasil verifikasi berkas sudah dilakukan pada tanggal 12 Desember 2019 lalu. Verifikasi berkas dilakukan berjenjang yakni tim verifikator dan tim supervisor. Hingga ditemukan sekitar 500 berkas yang mengalami TMS (tidak memenuhi syarat).

Menurut Apip ketidaklengkapan berkas ini sebagian besar akibat keteledoran pelamar sendiri. Rata-rata penolakan ini akibat berkas akreditasi mereka yang tidak lengkap. Sebagian pendaftar diketahui hanya mengupload akreditasi perguruan tinggi atau program studi saja. Padahal syarat yang dipatok adalah mengupload keduanya.

Banyaknya berkas lamaran yang ditolak ini sempat memicu asumsi akibat informasi pendaftaran yang tak valid. Hal itu banyak disampaikan pelamar kepada petugas pelayanan Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD). “Padahal harusnya calon pelamar cukup mengakses informasi CPNS di website resmi Pemkot Kediri,” kata Apip.

Selain alasan itu, penyebab gugurnya berkas lamaran CPNS ini lantaran kualifikasi pendidikan pelamar yang tidak sesuai dengan jenis program studi yang dibutuhkan. Ketidaksesuaian ini otomatis membuat pelamar tidak memenuhi syarat. “Ada pula yang IPK-nya tidak sesuai dengan syarat pendaftaran yakni minimal 3,00,” tambah Apip.

Pemerintah Kota Kediri menegaskan para pelamar yang telah dinyatakan tak memenuhi syarat tersebut, tidak lagi bisa mengikuti proses seleksi selanjutnya. Pengalihan status TMS (tidak memenuhi syarat) bisa diubah jika kesalahan terjadi pada proses verifikasi petugas. Sesuai jadwal, jawaban atas sanggahan itu akan disampaikan besok tanggal 19 – 26 Desember 2019.

Tahun ini jumlah lowongan CPNS di lingkungan Pemkot Kediri hanya 147 posisi. Sebagian besar lowongan ada di tenaga kesehatan, mencapai 101 orang. Sedangkan 43 lainnya di tenaga teknis dan pos disabilitas.

5.499 Pelamar CPNS Pemkot Surabaya Lolos

Pemerintah Kota Surabaya mengumumkan sebanyak 5.499 pelamar dinyatakan lolos atau memenuhi syarat. Sedangkan sisanya 1.923 pelamar dinyatakan tidak lolos. Sama seperti di Kota Kediri, ketidaklolosan ini diakibatkan tidak mencantumkan akreditasi prodi pada saat lulus.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Surabaya Mia Shanti Dewi mengatakan jumlah pelamar yang mengajukan kepada Pemkot Surabaya tahun ini sebanyak 7.422 pelamar. “Banyak yang tidak hati-hati dalam mengupload berkas. Ada yang harusnya upload lamaran malah ijazah. Ini kan fatal,” katanya.

Mia menambahkan, setelah diketahui pelamar yang lolos administrasi, maka proses selanjutnya akan dilakukan seleksi kompetensi dasar (SKD). Seleksi ini terdiri dari tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensi umum (TIU), dan tes karakteristik pribadi (TKP). “Mengenai jadwal tes SKD ini, kami mengikuti jadwal pusat,” ujarnya.

Ia memastikan bahwa seluruh proses seleksi ini mulai awal hingga akhir tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis. Jika ada oknum-oknum yang meminta biaya, maka dapat dipastikan itu adalah penipuan. “Jadi, berkali-kali kami sampaikan bahwa proses seleksi ini tidak dipungut biaya sepeserpun, jangan mudah terpengaruh, percayalah pada kemampuan anda masing-masing,” pungkasnya.

Reporter : Dina Rosyidha & Humas Pemkot Surabaya
Editor : Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.