READING

Ini Penyebab Pemain Persik Gagal Eksekusi Gol

Ini Penyebab Pemain Persik Gagal Eksekusi Gol

KEDIRI – Manajemen Persik Kediri memberikan evaluasi atas hasil pertandingan Persik kontra Persitoli Tolikara Papua di Stadion Brawijaya Kediri. Meski meraup kemenangan, pemain Persik kerap melewatkan kesempatan emas mencetak angka di gawang lawan.

Manager Persik Beny Kurniawan mengatakan secara keseluruhan hasil pertandingan tersebut cukup memuaskan. Persik Kediri berhasil membungkam tamunya dengan skor 2-0 dalam pertandingan perdana Group G, babak 32 besar Liga III Nasional PSSI , Senin 26 November 2018. “Secara umum sudah memuaskan, mencapai target kami,” kata Beny Kurniawan kepada Jatimplus, Selasa 27 November 2018.

Beny mengatakan skor yang diperoleh anak asuhnya seharusnya bisa lebih besar jika bisa memanfaatkan kesempatan dengan baik. Tak terhitung peluang emas mencetak angka di gawang lawan lolos begitu saja di kaki Satria Bagaskara dan kawan-kawan.

Menurut Beny, pemainnya kerap terburu-buru saat mengeksekusi bola di depan gawang. Hal ini terutama terjadi di babak pertama. Padahal situasi itu kerap disimulasikan dalam latihan harian. “Saat turun minum kita evaluasi. Alhamdulillah di babak kedua bisa mencetak gol,” kata Beny.

Disinggung tentang mental pemain karena bertanding di kandang sendiri, Beny membantah. Sebab 70 persen pemainnya telah memiliki pengalaman bermain di liga II yang tak memiliki persoalan psikis lagi. Apalagi pertandingan semalam didukung penuh ribuan suporter Persik di Stadion Brawijaya Kediri. Menurut Beny hal itu menjadi kekuatan moral yang besar bagi skuad berjuluk Macan Putih.

Evaluasi serupa disampaikan Subiyantoro, Sekretaris Umum Persik. Menurut dia tak semua pertandingan kandang membawa nilai positif bagi pemain sepak bola. Bahkan beban mental yang tinggi karena bermain di depan pendukungnya sendiri bisa menjadi persoalan psikis. “Karena itu selain teknis, pembinaan mental juga penting untuk pemain bola,” katanya.

Subiyantoro bersyukur saat ini kondisi psikis pemainnya sudah jauh lebih matang. Mereka juga kebal terhadap cemoohan suporter baik yang diterima secara langsung saat bermain di lapangan, maupun di dunia media sosial. “Apapun respon suporter adalah bentuk kecintaan mereka pada klub ini,” lanjut Subiyantoro.

Dalam pertandingan kemarin, Persik Kediri sukses mengumpulkan tiga point setelah mengandaskan Persitoli Tolikara dengan skor 2-0. Bermain ofensif sepanjang babak pertama tak membuat tim tuan rumah mencetak gol. Beberapa kesempatan emas di depan gawang lawan menguap begitu saja.

Memasuki babak kedua strategi bermain Persik mulai berubah. Meski tetap mempertahankan skema 3-6-1, pemain Persik mulai lebih tenang. Mereka melakukan serangan balik yang sangat cepat hingga membuahkan dua gol di menit ke-60 dan 68.

Gol pertama lahir melalui umpan silang Rudi Voler dari kanan gawang Persitoli. Umpan itu disambar tandukan Satria Bagaskara hingga merobek jala lawan. Unggul sementara 1-0 tidak membuat pemain Persik Kediri terlena. Selang delapan menit kemudian, Persik mampu menggandakan gol melalui servis mati yang dieksekusi Galih Akbar Febriawan. Bola melengkung meluncur deras ke gawang lawan.

Sayang gol ketiga yang kembali diciptakan Galih dianulir wasit karena posisi offside. (*)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.