READING

Inilah Fakta Mengejutkan Tentang Pengemis

Inilah Fakta Mengejutkan Tentang Pengemis

KEDIRI – Fenomena pengemis kaya seperti yang ditemukan Satuan Polisi Pamong Praja Pati bukan fakta baru. Sejumlah daerah telah menerbitkan peraturan tentang larangan memberi uang kepada pengemis.

Sabtu akhir pekan lalu menjadi hari yang mencengangkan bagi anggota Sapol PP Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Razia gelandangan dan pengemis (gepeng) yang dilakukan di kawasan Simpang Lima Pati berhasil menjaring satu orang pengemis fenomenal. Dialah Legiman.

Legiman adalah pengemis berusia 52 tahun yang diketahui memiliki kekayaan luar biasa. Hasil penelusuran petugas Satpol PP menunjukkan jumlah harta pengemis itu senilai lebih dari satu miliar rupiah. “Setelah kami interogasi, yang bersangkutan mengaku memiliki rumah senilai Rp 250 juta, tanah senilai Rp 275 juta, dan tabungan di bank sejumlah Rp 900 juta,” kata Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tibumtranmas) Satpol PP Kabupaten Pati, Udhi Harsilo Nugroho seperti ditulis Tribunnews.

BACA JUGA: Dari Balik Penjara Suara Aktivis Ini Makin Bergema

Legiman bukanlah satu-satunya pengemis kaya yang ‘kebetulan’ tertangkap Satpol PP. Sebelumnya masyarakat Indonesia dikejutkan dengan penangkapan pengemis yang dijuluki  kakek Walang oleh petugas Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan di perempuan Pancoran. Saat digeledah, dia membawa uang tunai tak kurang dari Rp 25 juta di dalam tasnya.

Di luar kebiasaannya mengemis, Walang juga memelihara sapi dan menyewa tanah di kampungnya Subang untuk bercocok tanam. Seluruh aset itu diperoleh dari hasilnya mengemis di Jakarta. Rata-rata mereka mengantongi uang sebesar Rp 300.000 – 1.000.000 per hari.

Legiman dan Walang adalah dua pengemis yang sedang apes karena tertangkap petugas. Di luar mereka masih banyak pengemis yang meraup keuntungan besar dengan menjual iba.

Kasir toko swalayan di ruas jalan besar kerap menjadi sasaran mereka untuk menukar uang. Tumpukan recehan yang dikumpulkan dari pengguna jalan ditukarkan dengan nominal besar agar mudah menyimpannya. Toh, pemilik toko atau petugas kasir juga membutuhkan uang pecahan kecil sebagai kembalian.

BACA JUGA: Ketahuan Merokok Anggota Polres Nganjuk Bersihkan Toilet

Pantauan Jatimplus.ID di sejumlah pengelola toko di Kediri kerap mendapati fenomena tukar uang ini. Tanpa membeli apa-apa, sejumlah pengemis terlihat langsung mendatangi meja kasir. Mereka baru mengeluarkan recehan dari dalam tas setelah memastikan tak ada konsumen yang bertransaksi. Dalam sekejap uang hasil mengemis itu telah berganti rupa menjadi nominal besar untuk dibawa pulang.  

Seorang pengemis perempuan berusia paruh baya bahkan terlihat turun dari sepeda motor keluaran baru di perempatan Jalan Penanggungan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Setelah melepas helm, dia buru-buru menggantinya dengan topi lusuh dan siap mengemis. Sang pengantar yang berusia jauh lebih muda langsung tancap gas usai menurunkan penumpangnya.

Obrolan ringan antar pengemis yang terjadi di perempatan alun-alun lebih mencengangkan lagi. Seorang ibu yang membawa gadis kecil usia balita terdengar mengeluh kepada rekannya. “Sudah seharian ini jajan terus. Kalau ditolak nangis. Ini minta burger,” katanya dalam Bahasa Jawa sambil menoleh ke arah restoran cepat saji KFC di belakangnya.  

BACA JUGA: Penampakan Yu Sing di Hutan Joyoboyo Kediri

Penyakit masyarakat seperti inilah yang jauh-jauh hari telah dilawan oleh Pemerintah Kota Kediri. Tak hanya menerbitkan peraturan daerah sebagai payung hukum, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar bahkan selalu mengingatkan masyarakat untuk tak memberi uang kepada pengemis dan pengamen. “Masyarakat jangan memberi uang pada pengemis, itu sama sekali tak mendidik,” katanya.

Langkah serupa dilakukan Pemerintah Kabupaten Kediri yang menerbitkan perda khusus pengemis. Tak hanya menjerat pelaku atau pengemis, perda itu juga memberi ancaman sanksi kepada warga yang kedapatan memberi uang kepada mereka. Sejumlah ruas jalan juga dipasang papan peringatan untuk benar-benar mencegah pengguna jalan memberi uang kepada pengamen dan pengemis.

Akankah efektif langkah itu? (*)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.