READING

Jadi Penyangga Nasional, Produksi Bawang Merah Nga...

Jadi Penyangga Nasional, Produksi Bawang Merah Nganjuk Capai 120 ribu Ton

NGANJUK- Produksi rata rata bawang merah di Kabupaten Nganjuk mencapai 12 ton per hektar. Dengan luas lahan panen  12.000 hektar, potensi produksi bawang merah di Nganjuk per tahun mencapai 120.000 ton.

Direktur Jendral Hortikultura Kementrian Pertanian Suwandi memuji proses produksi bawang merah dari hulu hingga hilir. Proses yang berlangsung di Nganjuk dikatakannya bagus.

Menurut Suwandi penguatan tinggal pada hilirisasi, termasuk pengembangan industri olahan dan ekspor.“Pada aspek hulu perlu diperkuat dengan benih biji unggul TSS. Kemudian diikuti pemupukan dan pengendalian OPT ramah lingkungan, “kata Suwandi seperti dilansir dari sindonews.com.

Kementrian Pertanian melakukan pendampingan khusus kepada 14 kabupaten penyangga nasional, termasuk di dalamnya Nganjuk yang merupakan penyangga utama bawang merah.

Menyongsong Natal dan Tahun Baru, pemerintah ingin memastikan ketersediaan bahan pokok, yakni khususnya bawang merah dan cabe, aman.

“Ini baru dari Nganjuk. Ditambah Probolinggo, Malang, Sampang dan Bojonegoro, saya yakin ketersediaan aman, “terang Suwandi.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk Istanto sektor pertanian menjadi penopang utama perekonomian di Nganjuk. Hasil pertanian berkontribusi besar terhadap pendapatan regional bruto (PDRB) di Nganjuk.

“Salah satu komoditas unggulan penyumbang nilai PDRB adalah bawang merah, “terangnya.

Rumah tangga tani di Nganjuk mencapai 75 % dari seluruh rumah tangga yang ada.  Dengan luas lahan 43.026 hektar, pertanian mendominasi struktur PDRB Kabupaten Nganjuk hingga 28,14 %. Varietas bawang merah yang mendominasi Tajuk Bauci, Manjung, Trisula Katumi, Philip dan Sanren.

Produktivitas rata rata Tajuk dan Bauci mencapai 15-20 ton per hektar. “BEP Rp 9.500 per kg. Saat ini harga di konsumen kisaran Rp 11.000 hingga Rp 13.000 per kg.

Jadi petani masih untung. Bidang usaha lain yang dilakukan petani adalah produsen benih bawang merah, “ujar Puji Santoso, Ketua Kelompok Tani Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk.

Menurut Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Jawa Timur Irita, luas panen sentra utama di Jawa Timur mencapai 38.000 hektar per tahun.

Perinciannya, Kabupaten Nganjuk dengan luasan lahan 12.000 hektar dengan produktivitas rata rata 12 ton per hektar, Probolinggo memiliki luasan 5.500 hektar dengan produksi 7,27 ton per hektar, Malang 4.200 hektar dengan produksi 8,31 ton per hektar, Sampang 3.800 hektar dengan 7,91 ton per hektar, Pamekasan 2.400 hektar dengan 7,48 ton per hektar, Bojonegoro 2.800 hektar dengan 5,35 ton per hektar dan Kediri 1.800 hektar dengan produksi 5,55 ton per hektar.

“Luas panen satu tahun 38.168 hektar dengan produksi mencapai 301.825 ton. Dengan  konsumsi 107.875 ton, maka surplus 193.950 ton. Ini bisa menjaga suplai dan pasokan nasional, “ujarnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.