READING

Jadi Tuan Rumah Liga 3, Apa Keuntungan Persik

Jadi Tuan Rumah Liga 3, Apa Keuntungan Persik

KEDIRI – Kesebelasan Persik Kediri berusaha lepas dari jerat Liga Tiga Indonesia 2018. Salah satunya dengan menjadi tuan rumah putaran nasional babak 32 besar Grup G yang akan digelar di Stadion Brawijaya Kediri.

PT Liga Indonesia menunjuk manajemen Persik Kediri menjadi salah satu tuan rumah penyelenggaraan babak 32 besar yang akan berlangsung pada tanggal 26 November – 2 Desember 2018. Persik dinilai layak menjadi tuan rumah karena salah satunya kondisi stadion yang bagus dan representatif. “Stadion kami dinilai paling layak dibanding klub lain,” kata Media Officer Persik Canda Adi Surya kepada Jatimplus, Selasa 20 November 2018.

Canda menjelaskan kesediaan Persik menjadi tuan rumah penyelenggara babak 32 besar Grup G tak lepas dari harapan untuk naik kasta ke Liga Dua. Dengan menjadi tuan rumah, menjadi keuntungan bagi Persik Kediri untuk mengarungi kompetisi.

Salah satunya adalah mentalitas pemain. Bermain di kandang sendiri akan otomatis mempertebal rasa percaya diri skuad Persik. Ribuan Persikmania juga dipastikan memberikan dukungan habis-habisan kepada tim kesayangan mereka. Hal ini akan sangat menguntungkan bagi skuad berjuluk Macan Putih untuk meraup kemenangan mutlak. “Semoga ini menjadi jalan naik ke liga dua,” kata Canda.

Perjuangan Persik untuk menjadi tuan rumah penyelenggara babak 32 besar Grup G tak semudah membalik telapak tangan. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melakukan rangkaian verifikasi sebelum memutuskan memilih Persik sebagai tuan rumah penyelenggara. Salah satu penilaian utama adalah ketersediaan stadion yang representatif.

Menurut Canda, kondisi Stadion Brawijaya sangat layak dengan perawatan yang bagus. Stadion ini mengalahkan stadion lain yang mengajukan diri menjadi tuan rumah. Sehari-hari perawatannya dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Pemerintah Kota Kediri.

Tak hanya menyediakan stadion utama sebagai tempat laga, Persik Kediri juga harus menyediakan stadion alternatif yakni Canda Bhirawa di Kecamatan Pare serta lapangan latihan di kompleks Wali Barokah dan lapangan Ngronggo.

Meski bermain di kandang sendiri, perjuangan Persik untuk meraup kemenangan tak bisa dibilang ringan. Di grup G terdapat sejumlah klub yang diperkirakan menjadi rival berat seperti Persekam Metro FC Malang yang musim lalu terdegradasi dari Liga Dua. Keberadaan PSN Ngada dan Persitoli yang menjadi wakil Nusa Tenggara Timur dan Papua juga tak bisa dipandang sebelah mata.

Manager Persik Beni Kurniawan sudah mewanti-wanti pemainnya untuk tak pernah menyepelekan lawan. Di atas rumput, semua tim memiliki peluang dan kesempatan yang sama untuk menang. Apalagi klub dari timur selama ini dikenal memiliki karakter permainan ngotot. “Semua tim kami anggap sama,” kata Beni. (*)

 

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.