READING

Jajanan Bipang Jangkar yang Melegenda di Kota Pasu...

Jajanan Bipang Jangkar yang Melegenda di Kota Pasuruan

PASURUAN-Jika jalan-jalan ke kota Pasuruan via jalur Pantai Utara (Pantura) tidak ada salahnya mampir untuk membeli oleh-oleh khas kota pelabuhan ini. Jajanan khas yang hits di era 90-an dan melegenda ini adalah Bipang Jangkar.

Berpusat di Jl. Lombok dekat pelabuhan Kota Pasuruan,  jajanan yang terbuat dari beras dan berasa manis ini pun sangat digemari masyarakat Jawa Timur. Jika dulu hanya berbentuk kotak berwarna putih dan rasanya hanya satu macam, namun Bipang Jangkar saat ini selain rasa manis tersedia juga rasa aneka buah dan karamel.

Selain lezat, bipang khas Kota Pasuruan juga kaya akan cerita. Dirintis sejak tahun 1940 oleh Kwee Pwee Bhook. Jajanan ini sudah popular di antara  para pelaut yang singgah di Pelabuhan Pasuruan untuk dijadikannya oleh-oleh. Walaupun familiar disebut bipang, namun nama aslinya adalah Mi Fang. Dari dua kata Mi dan Fang, Mi dialek Mandarin yang artinya beras dan Fang artinya wangi. “Brand Jangkar ini baru diusulkan Kwee Ik Sam anak tertua pada tahun 1949. Terinspirasi oleh para pelaut di pelabuhan Pasuruan yang waktu itu menjadi sentra perdagangan,” ungkap Annisa salah satu pegawai.

Tongkat estafet manajemen Bipang Jangkar pun kini dikelola oleh generasi ketiga dari Kwee Pwee Bhook. Dengan dibentuknya PT. Bipang Jangkar Abadi pengelolaannya pun kini semakin modern. Di kawasan pabrik yang berpusat di Jl. Lombok digunakan juga sebagai toko swalayan yang cukup moderen.  Para pengunjung pun semakin nyaman berbelanja di tempat ini. “Cita rasa bipang terus kita pertahankan hingga saat ini,”  Annisa menambahkan.

Walaupun sudah eksis sejak tahun 40-an, namun jajanan bipang masih menjadi kudapan favorit masyarakat hingga saat ini. Seperti yang diungkapkan Andi Surya salah satu pelanggan. Menurutnya sejak ia  kecil sampai punya anak  ketika lewat Pasuruan pasti mampir ke toko pusat bipang di Pasuruan ini. “Tempatnya kini semakin modern dan semakin nyaman,” terang pria asal Sidoarjo ini membandingkan dengan suasana saat dia masih kecil.

Menurutnya jajanan khas Pasuruan ini bisa  bertahan karena para pegawainya terus menjaga kualitas rasanya. Terlebih dia mengaku sejak kecil hingga saat ini rasa bipang tetap sama. Apalagi untuk saat ini  tersedia berbagai variasi rasa. Anak-anaknya pun ikut menyukai. “Kualitas rasa semoga terus dijaga, kalau lewat Pasuruan saya pasti mampir untuk beli oleh-oleh,” ujarnya.

Popcorn atau brondong jagung rasa karamel produksi lain dari produsen bipang merek Jangkar. Foto: Jatimplus.ID/Moh. Fikri Zulfikar.

Selain bisa memilih bipang aneka rasa di tempat ini pengunjung bisa melihat langsung proses pembuatan bipang dan roti. “Suka dengan kebersihannya, seru juga bisa lihat cara memasaknya,” ungkap Herry Setiawan. Pengunjung asal Malang ini mengaku rugi jika jalan-jalan ke Pasuruan tidak membawa oleh-oleh bipang Jangkar.

Selain menjual bipang tersedia aneka jajanan khas Kota Pasuruan lain di antaranya adalah brondong jagung.  Herry mengaku brondong jagung rasa karamel merupakan favorit keluarganya. “Anak-anak sangat suka dengan brondong jagung. Itu jajanan sejak saya masih kecil dan tetap eksis hingga saat ini. Kemasannya pun bagus.  Disesuaikan dengan perkembangan zaman,”  ujar Herry.

Reporter: Moh. Fikri Zulfikar
Editor: Prasto Wardoyo

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.