READING

Jamu Ang Laris Diburu Pembeli Selama Pandemi

Jamu Ang Laris Diburu Pembeli Selama Pandemi

KEDIRI – Selama masa pandemi corona, jamu menjadi minuman primadona. Minuman sehat ini dianggap cukup efektif dalam menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang virus. Kondisi ini pun cukup menguntungkan para pengusaha jamu termasuk Angga Pria Santoso, warga Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Dari sekian banyak jenis jamu-jamuan yang telah beredar di masyarakat, Angga memilih berkreasi membuat jamu dari jahe, serai dan asam. Usaha ini sebenarnya sudah ia rintis sejak 2016 lalu. Namun belakangan, usaha jamu dengan merek Ang ini semakin dikenal. Apalagi setelah dibantu promosi oleh Pemkot Kediri.

“Jamu sinom paling segar di antara jamu lainnya dan sehat untuk dikonsumsi,” kata pria yang akrab disapa Mas Ang ini.

Angga mengemas jamunya dalam kemasan ekonomis yang kemudian ia jual ke reseller dan dititipkan di beberapa rumah sakit, instasi, kafe, dan toko-toko yang tersebar di Kota Kediri dan sekitarnya. Rupanya jamu sinom buatannya cukup diminati. Meski sifatnya hanya usaha sampingan, Angga bisa menjual 40 – 100 botol jamu per hari. Produk jamunya tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari kemasan 250 ml dipatok harga Rp 4 ribu/botol, isi 500ml Rp 6 ribu/botol dan isi 1,5 liter dibanderol Rp 16 ribu per botol.

Angga yang sehari-hari bekerja sebagai staf di salah satu SD negeri Kota Kediri sebenarnya memiliki banyak usaha sampingan. Dia juga berjualan kuliner via pesan antar. Menunya berupa aneka masakan khas Surabaya seperti lontong balap, tahu campur, dan martabak bihun. Ia juga mempunyai usaha layanan pesan antar lewat aplikasi Whatapps bernama Godam (Go Ngidam).

“Konsumen bisa memesan apapun yang sedang diidam-idamkan seperti buah, makanan, dan lain-lain,” tambah pria 26 tahun ini.

Namun selama wabah COVID-19, usahanya turun drastis hingga 50 persen. Tak menyerah, ia pun berinovasi dengan mengikuti saran Presiden untuk rajin meminum jamu agar daya tahan tubuh meningkat, Angga pun menangkap peluang tersebut untuk memproduksi jamu jahe-serai sebagai varian baru jualannya. Sebagai bentuk promosi dan menarik minat pembeli, Angga memberikan bonus berupa masker gratis kepada konsumennya di setiap pembelian.

Saat ini Angga lebih getol menjual produknya secara online. Para konsumen bisa memesan melalui media sosial @kedai_mas_ang atau memesan melalui pesan WhatsApp 08555743251. “Kedepannya, saya ingin membuat kafe jamu. Semoga saja bisa segera kesampaian,” harapnya.

Untuk diketahui, Angga cukup aktif di dunia wirausaha. Saat ini dia menjadi koordinator komunitas pengusaha kuliner yaitu Kuliner Kediri Raya (KKR) cabang Kota dan pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Kediri bagian UMKM.

Dia sempat terpilih sebagai wakil dari Kota Kediri dalam acara Milenial Job Center di tingkat provinsi. Dari sanalah, Angga belajar banyak tentang pembuatan kemasan lengkap dengan desain, logo, sampai pemasaran. (pro/Dina Rosyidha)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.