Jangan Coba-coba Pungli di Kediri

Kediri – Praktik pungutan liar (pungli) yang melibatkan petugas pemerintah, calo, dan masyarakat terus dihabisi di Kota Kediri. Setiap pelaku baik pemberi ataupun penerima uang akan diproses hingga ke pengadilan.

Komitmen Pemerintah Kota Kediri untuk memberantas pungli di jajarannya tak main-main. Sejumlah kantor dan dinas yang berpotensi terjadinya pungli diawasi dengan ketat. Tak hanya inspektorat, pengawasan juga dilakukan Tim Saber Pungli dari kejaksaan dan Polresta Kediri. “Kita mulai dari Dinas Perhubungan dulu,” kata Inspektur Kota Kediri Maki Ali saat memberikan sosialisasi pencegahan pungli di Dinas Perhubungan, Kamis 18 Oktober 2018.

Dinas Perhubungan menjadi sasaran pengawasan mengingat lekatnya fungsi dan tugas dinas itu dengan layanan masyarakat. Diantaranya perparkiran, pengujian kendaraan bermotor, dan terminal yang berpotensi terjadinya praktik pungutan liar.

Di depan ratusan personil Dinas Perhubungan, Tim Saber Pungli membeberkan perbuatan yang termasuk pungli, latar belakang pungli, petugas yang menjadi pelaku pungli, instansi pelayanan, serta ancaman hukuman bagi pelaku pungli. Selain pencegahan, pengetahuan ini sekaligus menghindarkan petugas dari jerat pidana akibat ketidaktahuan tentang definisi pungli.

Seluruh personil diminta pro aktif terhadap upaya “bersih-bersih” ini untuk menjaga kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. “Stop pungli, jangan memberi dan jangan menerima. Laporkan bila menemukan praktik pungli,” tegas Maki Ali.

Selain Dinas Perhubungan, upaya pencegahan juga dilakukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kecamatan Kota, dan RSUD Gambiran. Instansi yang disasar adalah dinas dan kantor yang berhubungan langsung dengan pelayanan masyarakat. Uji petik juga akan dilakukan kepada Perusahaan Daerah Pasar Kota Kediri.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri Ferry Djatmiko memastikan tak ada praktik pungli yang dilakukan personilnya. Bahkan ke depan seluruh layanan terkait pembayaran seperti uji KIR akan dilakukan dengan non tunai. “Ini akan mengurangi praktik pungli karena pembayarannya non tunai dan langsung masuk negara,” kata Ferry. (*)

 

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.