READING

Jangan Kalah Dengan Ashanty, Ini Cara Mudah Peliha...

Jangan Kalah Dengan Ashanty, Ini Cara Mudah Pelihara Ikan Cupang

Selama masa wabah corona, masyarakat mulai mencari hobi baru untuk mengusir kebosanan selama di rumah. Ashanty dan keluarganya pun tidak ketinggalan. Mereka memiliki rutinitas baru yakni memelihara ikan cupang. Ikan peliharaannya yang diberi nama Swiss Blue pun ramai diperbincangkan karena mati.

Meski tidak berasal dari keluarga “sultan”, kita pun bisa memelihara ikan cupang di rumah. Bahkan memelihara ikan dengan nama lain betta fish ini relatif lebih mudah dibandingkan ikan lainnya. Ukuran tubuhnya yang kecil tidak membutuhkan akuarium yang luas dan besar.

Rentang harganya pun beragam. Ada yang harganya sangat terjangkau bahkan bisa dibeli menggunakan uang jajan siswa SD! Dan yang pasti perawatannya tidak rumit. Di sisi lain, ikan ini sangat memanjakan mata karena warna sisik dan siripnya yang indah. Makanya banyak orang gemar memelihara ikan cupang sebagai hiasan di rumah.

Ikan cupang sendiri ada tiga golongan yakni cupang hias, cupang aduan, dan cupang liar. Sebelum membeli, sesuaikan dulu jenisnya dengan tujuan kita memelihara. Agar ikan yang dibeli bisa mendapatkan perawatan yang sesuai dengan karakteristiknya. Berikut tips sederhana memelihara ikan cupang hias.

Pilih akuarium yang sesuai

Meski indah dan berbentuk kecil, ikan cupang tergolong sebagai ikan yang temperamental, agresif dan soliter. Ikan ini tidak bisa bersama ikan cupang lainnya. Jadi pilih akuarium berukuran kecil atau bersekat. Satu akuarium untuk satu ikan. Kita bisa memilih akuarium dengan beragam bentuk, asalkan cukup memberikan ruang berenang bagi ikan. Ukuran idealnya sekitar 20x15x15 cm.

Tidak perlu ada aerator atau aksesori apapun di akuarium ikan cupang. Namun jika ingin mendapatkan tampilan yang lebih indah, kita bisa menghiasinya menggunakan batu-batuan kecil dan rumput sintetis.

Penggantian air akuarium

Ikan cupang merupakan jenis ikan air tawar. Cukup gunakan air keran atau sumur untuk memelihara ikan ini. Jika menggunakan air PDAM, sebaiknya biarkan dulu air dalam sebuah ember sebelum dimasukkan ke dalam akuarium. Hal ini ditujukan untuk mengendapkan material asing yang ada di dalam air sebelum dijadikan tempat hidup ikan.

Ganti air dalam akuarium setiap hari atau maksimal 3 hari sekali. Jangan mengganti air secara keseluruhan. Sisakan sekitar 25-40 persen air bekas sebelumnya agar ikan tidak kaget dan merasa nyaman. Jangan lupa untuk menguras akuarium secara keseluruhan minimal seminggu sekali untuk membersihkan kotoran dan sisa makanan yang ada di dasar akuarium.

Sebelum menguras akuarium, sebaiknya pindahkan ikan ke wadah lain menggunakan saringan khusus. Jangan menyentuh langsung dengan tangan atau saringan yang asal-asalan agar tidak merusak sirip ikan yang tipis dan indah. Setelah bersih, masukkan air dan biarkan hingga mencapai suhu ruang sebelum ikan dimasukkan kembali ke dalamnya.

Penjemuran ikan

Proses ini bisa dilakukan sesekali saja. Tujuannya untuk menghindari pertumbuhan jamur pada tubuh ikan. Lakukan selama 15-30 menit pada pukul 08.00-10.00 WIB. Jangan menjemur ikan cupang dengan warna hitam legam karena mereka sangat sensitif terhadap cahaya matahari langsung. Jika ikan terlihat gelisah ketika dijemur, sebaiknya bawa kembali ke tempat yang teduh.

Pemberian makan

Makanan ikan cupang cukup beragam. Mulai dari jentik nyamuk, kutu air, udang kecil, cacing darah, cacing sutra, hingga microworms. Semuanya bisa kita beli di penjual ikan. Berikan makanan sedikit demi sedikit secara bertahap saat pagi atau sore hari.

Penggunaan daun ketapang

Daun ketapang sudah sangat familiar bagi pecinta ikan cupang. Daun ini diketahui memiliki banyak manfaat. Beberapa sumber menyebutkan daun ini bisa menurunkan pH air sesuai dengan habitat asli ikan cupang yakni berkisar 6,2 – 7. Daun ini juga membantu membasmi jamur, mengobati luka, dan membuat sirip ikan semakin bersinar.

Zat tannin di dalamnya juga dipercaya bisa memberikan efek menenangkan pada ikan sehingga ikan tidak mudah stress.

Penulis : Dina Rosyidha

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.