READING

Jangan Pacaran di Tempat Ini, Bisa Putus

Jangan Pacaran di Tempat Ini, Bisa Putus

KEDIRI – Bagi kamu yang sedang menjalin hubungan asmara alias pacaran, jangan coba-coba bermain ke tempat ini. Kutukan Dewi Kilisuci akan memutus hubunganmu jika nekat melanggar aturan ini.

Sejak bertahun-tahun kutukan asmara ini berlaku di kawasan Goa Selomangleng Kediri. Tempat wisata alam yang berada di Kecamatan Mojoroto ini menjadi pantangan bagi muda-mudi yang sedang berpacaran. “Bisa putus kalau berani main kesana,” kata Sujinem, salah satu warga di kawasan itu, Selasa 4 Desember 2018.

Sebagai warga asli Kelurahan Sukorame yang tak jauh dari Goa Selomangleng, perempuan berusia 68 tahun ini mengaku faham dengan seluk beluk goa itu. Sejak kecil Sujinem sudah terbiasa mencari kayu bakar di sekitar goa yang berada di kaki Gunung Klotok. Di goa itu pula dia dan orang tuanya pernah mengungsi saat terjadi agresi penjajahan Belanda jaman dulu.

Oleh kakek neneknya, Sujinem selalu diwanti-wanti untuk tidak pernah bermain ke Goa Selomangleng jika sedang menjalin hubungan asmara. Pesan itu berkembang turun temurun di lingkungan warga sekitar goa hingga sekarang.

Beberapa orang tua di kawasan itu menuturkan jika kutukan asmara tersebut berhubungan dengan legenda kisah cinta Dewi Kilisuci, putri Prabu Airlangga yang menjadi penguasa Kerajaan Kadiri.

Konon, Dewi Kilisuci memiliki kisah pahit tentang hubungan asmaranya. Karena gagal menikah, dia memutuskan bertapa di Goa Selomangleng sebelum akhirnya menghilang (muksa). Untuk mengenang kisah tersebut, sebuah patung Dewi Kilisuci berukuran besar dibangun di area Goa Selomangleng.

Menurut kesaksian warga setempat, kisah kutukan Dewi Kilisuci kerap terbukti. Dengan berbagai penyebab, pasangan kekasih yang berpacaran di tempat itu tak bisa melanjutkan hubungan hingga ke jenjang pernikahan. “Tak terhitung anak muda yang pacaran di sini langsung putus,” kata Sujinem.

Joko Suyanto, remaja yang pernah berpacaran di tempat itu memberikan kesaksian serupa. Saat masih duduk di bangku sekolah, Joko mengaku pernah mengalami putus cinta tak lama usai berpacaran di tempat itu. “Awalnya bertengkar biasa, akhirnya putus. Tapi tidak langsung, selang beberapa bulan dari sana (goa Selomangleng),” kata Joko.

Meski banyak yang memberikan kesaksian tentang kutukan itu, namun tak sedikit pasangan yang mengabaikan. Mereka kerap berkunjung ke tempat itu untuk berpacaran, terutama saat berlangsung pertunjukan di tempat itu. Hampir tiap Ahad Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Kediri menggelar hiburan rakyat di Goa Selomangleng.

Mulai pentas kesenian Jaranan, musik, hingga fasilitas hiburan keluarga. Tak hanya itu, pemerintah juga membangun infrastruktur wisata di lokasi goa seperti kolam renang, pusat kuliner, hingga mainan anak-anak.

Tak jauh dari lokasi goa, sebuah areal terbuka menjadi zona motor cross yang dikelola kesatuan Brigade Infantri 16 Kediri. Tak heran jika tiap hari libur kawasan itu dipenuhi kunjungan wisatawan lokal dan luar kota.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Kediri Nurmuhyar tak mau berspekulasi tentang rumor itu. Tanpa bermaksud mengabaikan keyakinan penduduk setempat, dia memaknai kutukan itu sebagai perilaku moral. “Larangan berpacaran di tempat itu agar tak melakukan tindak asusila di sana,” katanya. (*)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.