READING

Jangan Ragu, Makanan di Perayaan Cap Go Meh Semuan...

Jangan Ragu, Makanan di Perayaan Cap Go Meh Semuanya Halal

Kehadiran masyarakat luas dalam perayaan Cap Go Meh mengundang pertanyaan. Termasuk kehalalan makanan yang mereka santap di klenteng.  

KEDIRI – Setiap perayaan tak bisa dipisahkan dengan makanan yang disuguhkan. Begitu pula dengan perayaan imlek di malam Cap Go Meh. Selain jajanan dan buah, ada dua jenis makanan yang tak boleh ditinggalkan di malam bulan purnama Cap Go Meh.

“Sudah menjadi warisan turun temurun untuk menghidangkan lontong dan sayur rebung di setiap perayaan Cap Go Meh,” terang Prayitno Sutikno, Ketua Umum Yayasan Tri Dharma Klenteng Tjoe Hwie Kiong kepada Jatimplus.ID.

Meski selalu ada, lontong dan sayur rebung sebenarnya bukan makanan khas perayaan Cap Go Meh di Tiongkok. Makanan itu adalah adaptasi warga Tiongkok di Indonesia, dengan menyesuaikan kultur dan lidah masyarakat setempat. Di Tiongkok, makanan khas Cap Go Meh adalah kue Tang Yuan.

Kue ini terbuat dari tepung ketan. Bentuknya bulat dan warna-warni. Di dalamnya biasanya diberi isian coklat, kentang, atau labu. Kue ini bisa dikonsumsi bersama dengan kuah manis hangat bertabur kacang di dalamnya.

“Kalau di sini biasa disebut ronde. Makanan ini yang banyak digunakan ketika perayaan imlek di Tiongkok sana,” jelas Prayitno.

Di Indonesia, warga Tionghoa memilih lontong karena paling umum dikonsumsi masyarakat. Ketika dihidangkan lontong, semua orang yang hadir, termasuk warga sekitar di luar klenteng akan bisa menikmati.

Di luar itu, lontong dipilih sebagai suguhan wajib karena mengandung nilai filosofis. Tekstur lontong yang liat dan padat mencerminkan persatuan dan kesatuan antar individu yang memakannya. Lepas dari latar belakang agama dan etnis.

Sri Sulanjari, mantan juru kunci Klenteng Tjoe Hwie Kiong menjelaskan, biasanya lontong Cap Go Meh dihidangkan bersama dengan sayur rebung. Rebung dipilih sebagai pengingat bahwa leluhur mereka berasal dari negeri tirai bambu. Bambu muda ini bisa dimasak dalam berbagai menu. Namun yang paling umum menggunakan kuah santan. “Menu rebung ini sifatnya pilihan, bisa ada bisa tidak,” katanya.

Dalam peringatan Cap Go Meh, Sabtu 8 Februari 2020 lalu, Klenteng Tjoe Hwie Kiong menyediakan seribu porsi lontong. Selain sayur rebung, pengurus juga memasak menu pendamping lainnya, mulai tahu goreng, ayam goreng, dan telur rebus.

Semua menu tersebut diolah sesuai kaidah kehalalan masyarakat muslim. Ini agar semua orang yang datang bisa ikut menikmati.

Tidak hanya lontong. Klenteng Tjoe Hwie Kiong juga bertebaran aneka ragam buah-buahan. Ada tiga jenis buah yang menjadi persembahan inti dari setiap doa yang dipanjatkan oleh penganut Tri Dharma. Terdiri dari jeruk yang berarti kemuliaan, apel yang berarti keselamatan, dan buah pir yang berarti kelancaran.

“Ada pula tebu sebagai simbol keselamatan dan belas kasih. Ini yang selalu ada ketika proses peribadatan imlek,” kata Sri.

Reporter: Dina Rosyidha
Editor: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.