READING

Jangan Resah, Corona Tidak Menular Lewat Darah

Jangan Resah, Corona Tidak Menular Lewat Darah

KEDIRI – Selama masa pandemi, jumlah pendonor darah di Kota Kediri anjlok. Pasalnya, sebagian besar masyarakat bekerja dari rumah. Padahal selama ini 70 persen pasokan darah berasal dari mobile unit yang standby di daerah perkantoran. Berkat kemauan warga untuk datang ke kantor PMI, untuk sementara stok kembali normal.

“Saat ini sekitar 80 persen permintaan Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) berhasil dipenuhi. Warga mau berdonor darah langsung ke kantor PMI Kota Kediri,” terang dr. Ira Widyastuti, Kepala PMI Kota Kediri, Rabu (13/05).

Ira menjelaskan bahwa kebutuhan BDRS Kota Kediri setiap bulannya mencapai 1200 kantong. Kantong-kantong darah tersebut dikirim ke RSUD Gambiran, RS Bhayangkara, RS Baptis, dan RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan. Meski belum sepenuhnya terpenuhi, PMI masih bisa menutupi 80 persen permintaan ditengah kondisi sepi pendonor.

Penurunan jumlah pendonor ini langsung terasa ketika pemerintah menetapkan program work from home (WFH) pada 16 Maret lalu. Daerah perkantoran pun sepi dan  tak ada satu pun pendonor. Padahal pada hari biasa, pendonor di perkantoran bisa menghasilkan 40-60 kantong darah/hari.

Makanya kemudian, tim penyuluh dari PMI pusat maupun daerah turun dan memberikan pengertian ke masyarakat. Seminggu kemudian, warga mulai berani datang ke kantor untuk donor darah. Ira menjamin bahwa pendonor darah tetap aman meski berdonor di tengah pandemi karena PMI menjalankan protokol kesehatan yang disarankan.

“Covid-19 tidak ditularkan lewat darah jadi aman,” tegasnya.

Kegiatan mendonorkan darah secara berkala juga bisa mendapatkan manfaat positif. Menurut para ahli, donor darah bisa mengurangi risiko sakit jantung dan penyumbatan pembuluh darah. Kita juga bisa mendeteksi penyakit serius lebih dini karena selalu ada pengecekan darah sebelum didonorkan.

Imbauan ini membuahkan hasil, masyarakat pun mulai berdonor darah di kantor. Meski kemudian kembali menurun sekitar 50 persen ketika mulai puasa. Penurunan ini wajar terjadi dan rutin setiap tahun. “Secara keseluruhan, warga Kota Kediri sangat antusias untuk donor darah. Saya ucapkan banyak terima kasih atas antusiasme ini,” tambah Ira.

Banyak pelanggan donor darah yang sudah puluhan kali datang bahkan mengajak istri dan anaknya. Salah satunya Kwee Eng Djwan yang mengajak anak dan istrinya berdonor darah. Pria 42 tahun ini sudah lebih dari 50 kali berdonor darah di PMI Kota Kediri.

“Ini saya ajak anak saya, baru pertama kali donor darah,” kata Kwee sambil menunjukkan putranya yang baru berumur 17 tahun.

Agar kelangkaan stok darah tidak sampai terjadi, Ira pun berinisiatif untuk menjalankan kembali mobile unit PMI. Rencananya akan ditempatkan di beberapa titik keramaian di Kota Kediri. Meski jumlah orang yang berlalu lalang saat ini tidak terlalu banyak, keputusan ini dianggap lebih solutif daripada sepenuhnya menunggu para pendonor untuk datang ke kantor PMI.

“Alhamdulillah sudah diizinkan Pak Wali karena kita laksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” tambah Ira.

Mobile unit dibuka mulai pukul 18.30 WIB-21.00 WIB, dengan pendaftaran terakhir pukul 20.30 WIB. Titik-titik lokasinya yakni Kediri Mall (3-9 Mei 2020), depan Hotel Grand Surya Jl. Dhoho (10-16 Mei 2020), dan depan kantor Satpol PP Jl. Veteran (17-20 Mei 2020).

Sedangkan di kantor PMI Kota Kediri yang berada di Jalan Mayor Bismo, Kelurahan Semampir, membuka layanan donor darah mulai pukul 7.30 WIB-22.00 WIB. Sedangkan layanan untuk kebutuhan darah buka 24 jam. (pro/Dina Rosyidha)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.