READING

Jejak Kolonial di Gedung Bank Indonesia (4)

Jejak Kolonial di Gedung Bank Indonesia (4)

Gedung Kantor Bank Indonesia di Jalan Brawijaya Nomor 2 Kelurahan Pocanan, Kecamatan Kota, Kediri termasuk cagar budaya. Di era kolonial Belanda, gedung ini bernama Kantor De Javasche Bank (DJB) Kediri.

Menilik foto lawas yang terpajang di salah satu dinding kantor, gedung ini pada mulanya bergaya Indische Empire. Cirinya, terdapat dua pilar di bagian depan dengan tiga pintu utama.

Perubahan bangunan dilakukan pada tahun 1927, saat kebutuhan peredaran uang di Kota Kediri mulai dinamis. Kala itu, sektor perekonomian di Kota Kediri tumbuh pesat di lini pertanian, perkebunan, dan industri gula. Sejumlah pabrik gula bermunculan seperti PG Pesantren, PG Ngadiredjo, PG Jengkol, dan PG Mritjan. Satu diantaranya yakni PG Jengkol kini telah gulung tikar. Ditopang pula aktivitas pengelolaan kakao oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X yang mengekspor ke Eropa.

Mengutip Situsbudaya.id, perombakan bangunan dari satu lantai meniadi dua lantai dilakukan oleh biro arsitek yang menjadi rekanan De Javasche Bank. Biro yang beralamat di Hindia Belanda ini pula yang merancang keseluruhan bangunan gedung Bank Indonesia. Bernama N.V. Architecten-Ingenieursbureau Fermont te Weltevreden en Ed. Cuypers te Amsterdam, atau dikenal dengan nama Biro Fermont-Cuypers.

Dua arsiteknya yang ternama adalah Marius J. Hulswit dan Eduard Henricus Gerardus Hubertus Cuypers.

Menariknya, gaya bangunan Bank Indonesia Kediri tidak seperti bangunan gedung Bank Indonesia lain di seluruh daerah. Jika bangunan lain menggunakan gaya arsitektur Neo-Klasik dengan kolom Yunani yang tinggi, gedung Bank Indonesia Kediri justru memiliki atap puncak berbentuk kubah masjid. Gaya arsitektur ini diduga dipengaruhi oleh gaya bangunan joglo.

De Javasche Bank dinasionalisasi menjadi Bank Indonesia pada 1 Juli 1953, bersamaan dengan berlakunya UU Pokok Bank Indonesia Nomor 11 Tahun 1953.

Hingga kini gedung bersejarah itu masih dirawat dengan baik sebagai peninggalan De Javasche Bank. Di gedung ini pula perjalanan sejarah Bank Indonesia terekam dalam arsitektur kuno yang dinamis. (*)

Foto: Adhi Kusumo / Narasi: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.