READING

Jelang Era New Normal, Pemkot Kediri Berlakukan Pe...

Jelang Era New Normal, Pemkot Kediri Berlakukan Peraturan Ini

KEDIRI – Meski wabah virus belum sepenuhnya melandai, wacana pemberlakuan era new normal semakin digaungkan. Pemerintah Kota Kediri pun ikut bersiap-siap. Salah satu upayanya yakni dengan memberlakukan Perwali No 16/2020 tentang Pengendalian Kegiatan Hiburan dan Perdagangan.

Peraturan tersebut menjelaskan teknis aturan tentang pengendalian kegiatan, penindakan dan partisipasi masyarakat selama pandemi. Beberapa poin penting di dalamnya adalah tempat hiburan murni seperti bioskop, game store, tempat karaoke dan sejenisnya, serta tempat wisata wajib menutup sementara selama pemberlakuan Status Tanggap Darurat Corona Virus Disease 2019 di daerah.

Pedagang kaki lima dan sektor informal yang menggunakan fasilitas umum wajib menerapkan pemakaian masker bagi pedagang dan pembeli, mengatur jarak aman paling sedikit 1 sampai 2 meter, memenuhi ketentuan lokasi dan waktu sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Seluruh tempat perdagangan wajib menerapkan protokol kesehatan yaitu melakukan disinfeksi secara berkala pada tempat usaha, pemakaian masker bagi pedagang dan pembeli. Pihak pengelola juga harus menyediakan tempat cuci tangan, membatasi jumlah pengunjung sekurang-kurangnya 50 persen dari kapasitas normal.

Setiap pengunjung harus mengatur jarak aman dengan rentang jarak paling sedikit 1 meter. Dan diharapkan penjual mengutamakan pemesanan barang secara daring dan fasilitas layanan antar. Jam operasional kegiatan usaha dibatasi sampai pukul 22.00 WIB, kecuali untuk jenis usaha apotek.

Begitu pula dengan usaha rumah makan, restoran dan kafe. Pengelola wajib mengatur ulang tata letak meja dan kursi antar pengunjung minimal berjarak 1 meter. Meski melonggarkan kegiatan perekonomian, Abdullah Abu Bakar sebagai Walikota Kediri, menghimbau kepada seluruh pemilik usaha agar disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Pengunjung mall yang tidak pakai masker dilarang masuk. Physical distancing juga dijaga. Lalu tempat cuci tangan atau hand sanitizer harus ada,” tandasnya saat sosialisasi perwali (28/05).

Mas Abu mengingatkan agar para pelaku usaha tidak hanya berorientasi pada keuntungan saja. Tetapi juga ikut menjaga agar masyarakat bisa beraktivitas dengan aman. Jangan sampai tempat usaha yang dibuka untuk melayani masyarakat justru menjadi sumber penyebaran virus. “Kalau kita sama-sama menjaga inshaAllah bisa jalan,” tambahnya.

Tidak hanya untuk para pelaku usaha besar saja. Mas Abu juga menaruh perhatian besar pada keberlanjutan UMKM di Kota Kediri. Bahkan walikota muda ini tidak segan-segan membantu pelaku UMKM untuk ikut berpromosi. “Saya bantu promosi gratis di instastory saya,” terangnya.

Syaratnya cukup mudah. Bila ingin dipromosikan, foto produk tidak boleh asal-asalan dan bisa menarik perhatian. Foto produk cukup diunggah di akun instagram masing-masing pemilik. Lalu tag ke akun @Abdullah_abe. Sejauh ini beberapa produk telah ditampilkan di instastory dan di-highlight oleh Mas Abu di kolom Mall UMKM Kediri.

“Di instastory hanya memuat 100 UMKM, kita akan pikirkan bagaimana agar bisa tampil lebih banyak lagi,” pungkasnya. (pro/Dina Rosyidha)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.