READING

Jika Pertemuan Megawati dan Prabowo di Kediri, Nas...

Jika Pertemuan Megawati dan Prabowo di Kediri, Nasi Gorengnya Akan Lebih Gurih

KEDIRI – Pertemuan Megawati Sukarnoputri dan Prabowo Subianto yang populer dengan sebutan politik nasi goreng, Rabu  24 Juli 2019, diapresiasi banyak pihak. Namun jamuan itu pasti terasa berbeda kalau saja dilakukan di Kediri.

Jika panitia penyelenggara pertemuan dua tokoh nasional itu memilih Kediri sebagai lokasi perjamuan, bisa jadi nasi goreng yang dimasak Megawati tak berwarna merah, layaknya nasi goreng Jakarta. Penampilannya akan coklat karena banyak kecap, dan rasanya lebih gurih lantaran dibakar dengan arang.

Parfum branded yang dikenakan Megawati bisa jadi akan beraroma sangit karena disergap asap arang. Seperti halnya bau pakaian mas-mas penjual nasi goreng yang berderet di Jalan Doho usai tutup toko.

Tangan Megawati juga akan sibuk mengaduk larutan bawang putih sebelum memecahkan telor di atas wajan. Sementara tangan kiri mengayun ke kiri dan kanan sambil menggenggam kipas bambu.  

Salah satu ciri khas nasi goreng Kediri adalah larutan bawang putih. Tak sekedar merajang atau menghaluskan bawang putih untuk digoreng, larutan bawang yang dipergunakan pedagang nasi goreng Kediri sangat spesial. Bawang terlebih dulu dihaluskan dan direndam dalam minyak goreng untuk waktu lama. Selanjutnya baru bisa dipergunakan untuk menggoreng telur dan nasi putih.

baca juga: Hipotermia Lebih Mengintai Pendaki Solois

Aroma gurih menyebar saat pertama kali cairan bawang dimasukkan di atas wajan panas. Disusul kemudian dengan telur ayam yang diorak-arik dengan tambahan rajangan daun bawang.

Setelah cukup matang dan tak terlalu kering, baru dimasukkan nasi goreng dan diaduk. Sebagai tambahan, minyak wijen, garam, dan penyedap rasa dituang secukupnya. Irisan daging ayam dimasukkan berikutnya menjadi bintang tamu. Sebagai penutup, kecap yang dituangkan sedikit berlebihan akan mengubah warna nasi goreng menjadi coklat dan manis.

baca juga: Pengendalian Inflasi Kota Kediri Terbaik se-Jawa dan Bali

Prosedur ini sedikit berbeda saat memasak nasi goreng Jakarta, yang kemungkinan juga dimasak Megawati untuk tamunya Prabowo Subianto. Botol kecap akan diganti dengan saus yang membuat warna nasi goreng menjadi merah. Dan pembakarannya lebih tak berasap karena menggunakan LPG.   

Dengan sepiring nasi goreng arang, pembicaraan dua tokoh nasional itu dijamin lebih hangat. Apalagi di sela perbincangan mereka sambil menyuap nasi goreng, berdiri lima remaja memegang alat musik. Dua gitar, satu bas, satu perkusi dari pipa paralon, dan seorang penyanyi yang merangkap bendahara. Mereka adalah kelompok pengamen jalanan yang kerap menyatroni para pembeli nasi goreng Jalan Doho.

Pembicaraan mereka juga tak akan memicu spekulasi seperti saat ini. Sebab obrolan Megawati dan Prabowo pasti akan didengar oleh pembeli nasi goreng lain, minimal oleh lima remaja pengamen di sekitar mereka.

baca juga: Dihukum Komdis PSSI Persik Tuntut Keadilan

“Untunglah kalau seorang perempuan pemimpin dan politisi rupanya ada bagian yang sangat mudah meluluhkan hati laki-laki, nah itu namanya politik nasi goreng yang ternyata ampuh,” kata Megawati yang memasak sendiri nasi gorengnya untuk Prabowo, saat ditanya wartawan di Jakarta. Hanya itu.

Sementara di luaran, para pengamat sibuk menterjemahkan obrolan tingkat dewa tersebut dengan seabrek praduga. Mulai soal bagi-bagi kursi menteri, hingga konsensus rekonsiliasi akar rumput.

Selain nasi goreng, Kediri bagi Megawati dan Prabowo bukanlah kota asing. Tahun 2004 silam, tepatnya hari Rabu, 25 Juni, Megawati Sukarnoputri hadir dalam peringatan ulang tahun emas perusahaan rokok PT Gudang Garam Tbk di Kediri. Bertempat di gedung pertemuan Unit III di area pabrik, Megawati yang kala itu telah melepaskan jabatan presiden datang bersama almarhum suaminya Taufik Kiemas.

Sementara Prabowo Subianto menginjakkan kaki di Kediri baru-baru ini, sebelum perhelatan pemilihan presiden berlangsung. Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini datang ke Pondok Pesantren Lirboyo dan bertamu ke kediaman KH Imam Yahya Machrus, pengasuh pondok sekaligus Rektor Institut Agama Islam Tribakti.

Jika Megawati datang di Kediri sebagai mantan presiden, Prabowo bertandang sebagai calon presiden. Namun apapun statusnya, keduanya pernah menjadi tamu kehormatan masyarakat Kediri. Mengabaikan mitos kutukan Raja Kadiri Sri Aji Joyoboyo yang konon meruntuhkan kekuasaan pemimpin nasional. “

Print Friendly, PDF & Email

Hari Tri Wasono

Freelance journalist | Press freedom is ur freedom

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.