READING

Jujurlah, Corona Bukan Penyakit Terkutuk Kok

Jujurlah, Corona Bukan Penyakit Terkutuk Kok

Dr. Supriyanto Dharmoredjo mengelus jidat. Kabar yang baru saja diterima cukup membuat keningnya berkerut.

TULUNGAGUNG – Direktur RSUD Dr. Iskak Tulungagung ini kaget sekaligus sedih. Sejumlah karyawan di rumah sakitnya terpapar virus Covid-19. Mereka tertular oleh pasien yang dirawat di rumah sakit. “Dalam situasi pandemi, rumah sakit seperti medan perang bagi karyawan kami,” kata Supriyanto yang menjabat pelaksana harian bidang kesehatan Gugus Tugas Penanggulangan Covid- 19 Kabupaten Tulungagung.

Supriyanto sadar jika resiko yang dihadapi anak buahnya di ruang perawatan sangat tinggi. Dan tertular penyakit adalah bagian dari konsekuensi profesi yang tak bisa dihindari. Meski begitu pantang bagi mereka untuk mundur meninggalkan kewajiban merawat si sakit.

Meski telah menyiapkan diri, Supriyanto tetap saja bersedih saat mendapati karyawannya tertular Covid-19. Salah satunya adalah dr. M. Jasin Jachya, Sp.PD, dokter spesialis penyakit dalam yang terpapar Covid-19 dari pasiennya. “Mereka sedang menjalani prosedur isolasi diri dan dalam keadaan sehat,” kata Supriyanto.

Berbeda dengan sejumlah rumah sakit yang memilih menyembunyikan informasi, Supriyanto justru membuat pengumuman terbuka. Tujuannya adalah mencegah penularan yang lebih luas, dan membantu pengobatan orang-orang yang berpotensi tertular.

Sejak mengetahui karyawannya positif mengidap Covid-19, Supriyanto segera membuat pengumuman resmi. Dia juga meminta kepada siapapun yang pernah berinteraksi dengan dr. M. Jasin untuk memeriksakan diri ke Puskesmas.   

“Saya menghimbau seluruh warga atau pasien yang telah melakukan kontak langsung dengan dokter Jasin, terutama pada periode tanggal 23 sampai 30 Maret 2020, baik dalam kondisi ada keluhan maupun tidak, segera lakukan pemeriksaan di Puskesmas,” katanya.

Ada tiga lokasi yang ditunjuk menjadi tempat pelayanan kesehatan Covid-19. Mereka adalah Puskesmas Beji di Kecamatan Boyolangu, Puskesmas Bangun Jaya di Kecamatan Pakel, dan Puskesmas Kalidawir di Kecamatan Kalidawir.

Bukan Penyakit Terkutuk

Sikap Supriyanto untuk membuka status dokternya yang terjangkit Covid-19 patut diacungi jempol. Baginya, keselamatan orang banyak harus diutamakan daripada menyembunyikan informasi demi menjaga reputasi.

Hal ini sekaligus pembelajaran kepada masyarakat, bahwa penyakit ini bukan hal yang memalukan. Siapapun bisa berpotensi terjangkit Covid-19, termasuk dokter sekalipun. “Karena itu harus jujur jika terjangkit agar kami bisa memberikan pertolongan,” kata Supriyanto.

Dokter spesialis bedah ini mengakui masih adanya stigma negatif terhadap pengidap Covid-19 di masyarakat. Bahkan di beberapa daerah jenasah korban virus ini harus mengalami penolakan saat dimakamkan.  

Untuk itu masyarakat diminta mengabaikan pesan sesat atau hoax di media sosial tentang penyakit ini. Sebab tak hanya menimbulkan kepanikan, informasi yang keliru justru merugikan warga karena ketakutannya sendiri.

Untuk menciptakan rasa aman bagi keluarga, Supriyanto memberikan panduan hal-hal yang harus dilakukan masyarakat:

  1. Cuci tangan dengan teknik enam langkah menggunakan sabun atau hand sanitizer selepas melakukan kegiatan apapun.
  2. Tidak mengusap wajah sebelum mencuci tangan
  3. Pakailah masker baik yang sehat maupun sakit
  4. Menerapkan etika batuk/bersin yang benar
  5. Taat skema menjaga jarak fisik (physical distancing) dan menjaga jarak sosial (Social Dystancing)
  6. Setiap selesai keluar rumah langsung mandi keramas, ganti baju rumah yang bersih dan jangan lupa merendam/mencuci pakaian dengan detergent
  7. Jangan lupa untuk meningkatkan kualitas hidup dengan membudayakan pola hidup bersih dan sehat

Penulis : Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.