READING

Jurus Antibegal Untuk Para Pengendara Sepeda Motor

Jurus Antibegal Untuk Para Pengendara Sepeda Motor

Ancaman dari pelaku kriminalitas semakin tinggi akhir-akhir ini. Beberapa alasan yang mencuat adalah karena tingginya angka korban PHK akibat wabah virus. Selain itu, banyak pula narapidana yang dilepaskan dari lembaga pemasyarakatan karena program asimilasi pemerintah.

Dari sekian banyak jenis kejahatan, yang paling rawan adalah aksi begal maupun jambret. Beberapa kejadian sempat viral karena korban mengalami luka parah akibat terjatuh dari kendaraan. Bahkan ada yang sampai meregang nyawa karena tertabrak kendaraan lain.

Pelaku pun tidak memandang siapa yang akan menjadi korbannya. Entah laki-laki atau perempuan, sendirian ataupun berdua. Karena kepepet dengan keadaan, mereka juga tidak hanya beroperasi di daerah sepi saja. Bahkan saat lalu lintas sedang ramai pun mereka tetap nekat beraksi meski hanya untuk mendapatkan sebuah ponsel.

Masih ingatkah dengan pesan bang napi yang sempat terkenal di layar televisi era 2000-an dulu. Bahwa “Kejahatan terjadi tidak hanya karena ada niat dari pelakunya, tetapi juga karena adanya kesempatan”. Jadi, sebelum bernasib apes, alangkah baiknya kita mengurangi potensi menjadi korban mulai dari diri sendiri dulu.

Berikut jurus antibegal yang cukup ampuh untuk diterapkan oleh para pengendara sepeda motor.

Hindari mengekspos barang pribadi

Hal pertama kali yang harus dilakukan adalah jangan berpenampilan terlalu mencolok seperti mengenakan pakaian yang terlalu glamour atau menarik perhatian. Hindari pula mengenakan perhiasan, atau fashion item mahal lainnya seperti tas mahal atau tas transparan yang sempat hits. Hindari pula mengekspos tas laptop atau ponsel dengan menaruhnya secara sembarangan di kendaraan.

Jika kita mengenakan tas selempang, usahakan untuk menutupinya dengan jaket atau menaruhnya di pangkuan depan. Hindari pula meletakkan tas berisi barang berharga di depan kemudi (untuk para pengguna motor matic) karena sangat mudah dijangkau pengendara motor lainnya.

Hindari pulang larut malam

Memang aksi kejahatan tidak mengenal waktu. Namun ada saat-saat rawan dimana potensi kejahatan terjadi cukup tinggi. Yakni ketika suasana semakin malam dan jalanan semakin lengang. Kondisi ini paling sering dimanfaatkan para pelaku kejahatan karena mereka lebih leluasa ketika beraksi dan melarikan diri, serta tidak banyak saksi mata.

Jika pekerjaan mengharuskan kita pulang larut malam, usahakan untuk pulang bersama-sama dengan rekan satu shift. Bisa pula dengan memilih jalanan yang lalu lintasnya ramai atau jalanan perkampungan. Hal ini menjadi penting untuk dilakukan karena tidak jarang para pelaku kejahatan ini memperhatikan dan menandai keseharian kita terlebih dahulu sebelum beraksi.

Hindari jalanan sepi

Lebih baik melewati jalur ramai meski harus berjalan memutar. Hal ini lebih disarankan karena  lokasi-lokasi sepi sangat rawan dijadikan tempat kejahatan. Namun jika jalur sepi tersebut hanya satu-satunya jalur pulang, upayakan untuk melewatinya ketika hari masih terang, atau lalu lintas di sekitarnya masih ramai.

Hindari berjalan dengan kecepatan rendah dan konstan

Ketika kita pulang kerja dan kondisi jalanan sepi, usahakan untuk tidak mengendarai sepeda motor dengan kecepatan rendah dan konstan. Hal ini biasanya menarik perhatian para pembegal karena menganggap mangsanya mudah diikuti dan ditaklukkan.

Jika jalanan sedang lengang dan tidak ada rambu yang mengatur kecepatan kendaraan, tidak ada salahnya kita melaju dengan kecepatan yang lebih tinggi dari keseharian namun tetap dalam batas wajar. Sesuaikan dengan karakter jalan dan lingkungan sekitarnya.

Meski sedikit mengebut, kita harus selalu waspada selama berkendara dan tetap perhatikan rambu-rambu lalu lintas.

Ubah kecepatan kendaraan ketika ada yang mencurigakan

Jika kita mendapati ada orang yang mengemudi secara konstan di belakang kita, usahakan untuk mengubah kecepatan kendaraan kita. Bisa dengan mempercepat, atau justru memperlambat. Kita bisa mempercepat laju kendaraan dengan harapan kita bisa segera menghindari orang tersebut.

Namun jika yang bersangkutan ikut meningkatkan kecepatan seperti yang kita lakukan, maka langkah selanjutnya adalah justru mengurangi kecepatan. Dengan catatan kita melakukannya ketika sedang berada di tengah pemukiman. Dengan membiarkan orang tersebut melaju terlebih dahulu, kita bisa terhindar dari aksi penguntitan dari orang yang tidak dikenal.

Siagakan ponsel untuk panggilan darurat

Ketika kita telah berusaha melakukan tips di atas namun masih tetap terpojok dalam aksi begal, lakukan aksi cepat seperti menelpon nomor kantor polisi. Ingat ciri-ciri pelaku maupun kendaraan yang dipakainya. Hal tersebut bisa menjadi data awal yang penting bagi petugas untuk melakukan pelacakan dan penangkapan.

Bekali diri dengan alat pelindung

Tidak ada salahnya pula kita membekali diri dengan alat pelindung yang dijual bebas. Seperti semprotan air merica, alat kejut listrik, senter laser setrum, atau bolpoin yang mata penanya mengandung besi. Semuanya bisa kita dapatkan secara mudah melalui penjualan online dengan harga yang relatif terjangkau.

Penulis : Dina Rosyidha

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.