READING

Kampung Rambutan, Destinasi Wisata Kabupaten Nganj...

Kampung Rambutan, Destinasi Wisata Kabupaten Nganjuk yang Menjanjikan

Minggu, 2 Desember 2018, siang yang terik membuat jalanan ber-cor yang membelah sawah di Dukuh Kedung Jeru, Desa Ngetos, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk seolah mengepulkan asap. Mentari tepat berada di atas ubun-ubun, suasana gerah seperti ini sebenarnya bisa diprediksi, sebentar lagi mendung dan hujan turun.

Berhati-hati iringan kendaraan yang kami tumpangi melintas di jembatan, karena beberapa bilah kayu sudah lapuk di sana-sini, tak berani kami memacu laju kendaraan. Pintu masuk Dukuh Kedung Jeru menyambut kami di ujung jembatan.

Tiba di jalanan desa, mobil kami tertahan karena ada kendaraan lain yang kebetulan mau keluar, sementara jalan yang kami lalui lebarnya tak sampai 3 meter, tak mungkin dua kendaraan roda empat simpangan. Beruntung kendaraan yang dari arah berlawanan mundur untuk memberi kami jalan lebih dulu.

Banner besar selamat datang di Kampung Rambutan menyambut kami diparkiran, sejatinya adalah halaman sebuah masjid kampung yang dimanfaatkan warga sebagai lahan parkir. Kami turun dan jalan kaki sejauh 200 meter menuju lokasi kebun rambutan.

Dua petugas sigap menagih uang untuk ditukar tiket masuk. Hanya dengan selembar Rp 5.000, kita sudah bisa menikmati rambutan sepuasnya, kalau tidak malas bahkan kita bisa mengunduh rambutan untuk dibawa pulang.

Para pengunjung bisa duduk lesehan ditikar terpal yang disediakan, memetik rambutan dan menikmatinya. Beberapa padagang penganan dan minuman juga ikut mengais rejeki dengan hadirnya ratusan wisatawan, terutama saat akhir pekan.

Munculnya destinasi wisata kampung rambutan di Dukuh Kedung Jeru sebenarnya jauh dari kesengajaan. Awalnya saat panen raya tahun 2017, harga rambutan jatuh diharga Rp 1.500 per kg.

“Untuk biaya panen saja, tidak cukup kalau harganya segitu,” ungkap Jamjuri, ketua RT 02 RW 01 Dukuh Kedung Jeru yang menjadi salah satu pelopor kampung wisata ini.

“Karena malas manen rambutan, lalu kami punya ide untuk membuka kampung rambutan. Orang masuk bayar tiket, dan boleh ambil rambutan sepuasnya,” tambahnya.

Tak dinyana ide tersebut disambut oleh masyarakat luas, Dukuh Kedung Jeru menjadi riuh oleh para pemburu rambutan. Tak hanya menyantap buahnya, para wisatawan menikmati suasana kebun yang terhampar di lereng Gunung Wilis tersebut. Selain mengunduh buah dengan galah, banyak juga yang memanjat langsung pohonnya, tidak mesti lelaki, perempuan dan anak-anak juga tak canggung bergelantungan memanjat pohon rambutan.

“Yang paling laris jenis rambutan Lebak Bulus, tapi di sini juga ada jenis lainnya. Antara lain; Rambutan Binjai, Rafia, Macan dan Tangkuik,” jelas H. Sukarno Dachlan, perangkat desa setempat.

“Rambutan di sini tidak memakai pupuk kimia, itu membuat rasanya lebih manis dan tidak serik di tenggorokan,” tambahnya.

“Sebenarnya Dukuh Kedung Jeru ini bisa menjadi rangkaian wisata dari wisatawan yang berkunjung ke Candi Ngetos, jaraknya hanya 1 km. Jadi nanti bisa menikmati wisata budaya dan sejarah di candi, wisata religi dengan berziarah di makam aulia yang berada di samping Candi Ngetos, terus selanjutnya wisata agrowisata di Kampung Rambutan,” kata Aris Trio Effendy memberikan paparannya sebagai salah satu pengelola dan tokoh masyarakat.

“Yang menjadi pekerjaan rumah selanjutnya saat ini adalah bagaimana wisata kampung rambutan Dukuh Kedung Jeru bisa menarik pengunjung sepanjang tahun,” ungkap Caleg DPR RI Partai Amanat Nasional Dapil 8 Jawa Timur Abdul Hakim Bafagih saat berkunjung ke lokasi.

“Mengingat panen rambutan hanya berlangsung pada bulan Oktober hingga Januari, butuh inovasi dan ide-ide kreatif agar tempat wisata ini bisa berkelanjutan,” adik Walikota Kediri Abdullah Abubakar ini mengingatkan.

Kunjungan di kampung rambutan memang masih tinggi karena saat ini musim panen. Sementara harga buah rambutan sendiri mulai membaik dikisaran Rp 2.500 – Rp 3.000 per kg. Namun, kelak jika buah rambutan usai panen, warga harus bersiap agar Dukuh Kedung Jeru masih menarik bagi kunjungan wisatawan. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Avatar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.