READING

Kaos Kediri Gaplek, Pabrik Kata-Kata Kenangan Biki...

Kaos Kediri Gaplek, Pabrik Kata-Kata Kenangan Bikin Bisnis Anak Muda ini Berkembang

MallUMKMKediri alasanku untuk pulang, demikian salah satu tulisan di kaus “Gaplek” asal Kota Kediri. Merek kaus yang dirintis oleh Rizky Kana Oksama (32 tahun) pada tahun 2012. Kaus Gaplek kini memiliki pangsa pasar utama orang-orang Kediri yang tinggal di perantauan. Untuk menemukan target pasar itu membutuhkan proses panjang.

“Kediri belum punya oleh-oleh khas. Makanya saya berpikir untuk membuat kaus karena saya suka menyablon,” kata Rizky. Pada saat belum punya vendor sendiri, maka ia harus menggunakan vendor lain dengan minimal order satu desain 24 lembar. Untuk rilis pertama, ia meluncurkan 5 desain.

Idenya, karena untuk oleh-oleh khas Kediri makanya ia mencetak kaus dengan desain land mark Kediri. Tak hanya Kota Kediri tapi juga Kabupaten Kediri sehingga ikon-ikonnya yang dibuat lebih beragam.

Baca juga: Native Bags, Memenuhi Kebutuhan Tas untuk Traveling dan Camping

Sejumlah 60 lembar pertama, banyak peminatnya. Namun tak semulus yang dibayangkan. Beberapa kendala mulai muncul.

“Karena belum bisa bikin sendiri, maka tidak bisa mengontrol bahan. Kadang-kadang juga dikomplain pelanggan,” kata Rizky.

Beberapa koleksi kaos di showroom Kaos Gaplek Kediri. Foto : Mall UMKM / Adhi Kusumo.

Dalam perjalanannya, kaus Gaplek terus memproduksi kekhasan Kediri. Mulai dari land mark, kata-kata, dan desain-deisan lain yang menyasar anak muda.

“Nama Gaplek juga berasal dari kata “nggapleki”, kata-kata yang terlontar oleh orang-orang Kediri. Macam jancuk kalau Surabaya,” terang Risky.

Sampai akhirnya ia menemukan pelanggannya, orang-orang perantauan yang merindukan kampung halaman. Kalimat yang ia tuliskan di kaus-kaus itu seperti pengobat rindu pada saat tidak bisa pulang dan jauh dari keluarga.

Baca juga: “The Power of Kepepet” AG Handycraft Bangun Bisnis Perhiasan Tembaga Bakar

“Kalau kita di Kediri, tidak terasa. Tapi kalau jauh dari Kediri, akan terasa kalimat-kalimat itu,” terang Rizky. Pelanggannya ada yang re-seller di Jakarta, Depok, bahkan ada juga yang dikirim ke Amerika.

Kaus-kaus Gaplek dibandrol Rp 80.000,- hingga Rp 200.000,- untuk jaket. Ia juga menyediakan kaus anak-anak dengan harga lebih murah. Satu desain kini ia sudah bisa memproduksi 100 lembar, dan rutin mengeluarkan desain baru.  Pun dalam hal proses produksi, ia sudah bisa mengontrol kualitas bahan. Misalnya, ia membuat kaus dengan membeli bahan dan menjahitkan ke mitra dengan kontrol kualitas dari Gaplek.

“Harapannya Gaplek bisa mencukupi teman-teman yang punya travel, jadi paket,” harap Rizky. (Titik Kartitiani)

Sumber berita: MallUMKM

Print Friendly, PDF & Email

Arief Priyono

Tukang minum kopi yang sering mengaku sebagai pekerja kreatif. Suka bikin event huru-hara dalam skala recehan.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.