READING

Karomah Mbah Hamid Pasuruan Saat Dimintai Nomor Pe...

Karomah Mbah Hamid Pasuruan Saat Dimintai Nomor Penjudi Togel

Nahdlatul Ulama dikenal sebagai gudangnya kiai berkaromah. Kiai yang diyakini sebagai Waliyullah. Memiliki doa yang makbul dan suwuk yang ampuh. Sebut saja diantaranya almarhum Kiai Chamim Djazuli (Gus Miek) Kediri, Kiai Muslim Rivai (Mbah Liem) Klaten, Kiai Khasan Asyari atau Mbah Mangli Magelang, Kiai Agous Ali Mashuri Sidoarjo dan Kiai Abdul Hamid atau Mbah Hamid Pasuruan.     

PASURUAN- Makam itu tepat berada di belakang Masjid Jami’ Al-Anwar atau sekitar Alun-alun Kota Pasuruan. Seperti air mengalir. Mereka yang bersila, menundukkan kepala dan dengan khusyuk membaca doa tahlil di depan pusara, datang silih berganti. Begitu satu rombongan beranjak, datang rombongan lain. Satu orang selesai berdoa, disusul yang lain. Terus begitu. Pendek kata, makam itu tidak pernah sepi. Tidak peduli pagi, siang maupun malam.   

Ya, sejak tutup usia 25 Desember 1985 silam, makam KH Abdul Hamid bin Abdullah bin Umar Pasuruan, Jawa Timur atau biasa disapa Mbah Hamid memang tidak pernah sepi. Ramainya peziarah ini lazimnya makam para auliya dan kiai yang semasa hidupnya diyakini sebagai waliyullah. Para peziarah yang rata-rata mengenakan songkok bulat putih atau songkok model haji itu datang dari mana mana.

Foto/Jatimplus/Moh Fikri Zulfikar

Tidak hanya dari sekitar Pasuruan. Mereka yang datang ini juga dari berbagai daerah. Soal songkok ini ada pameo di lingkungan pondok pesantren nahdliyin. Label songkok bulat seringkali disematkan kepada santrinya Mbah Hamid Pasuruan. Saat beribadah seringkali mengenakan songkok putih. Sedangkan songkok hitam, yakni seperti peci yang dipakai Bung Karno dan para pejuang kemerdekaan, diidentikan sebagai santri Mbah Manab Ponpes Lirboyo Kediri.

“Seperti sudah menjadi ciri khas satu sama lain,“ tutur Hasan salah seorang warga Pasuruan yang kini telah bertempat tinggal di Blitar. Memang untuk tujuan berdoa. Namun di sisi lain kedatangan para peziarah tidak lepas dari kisah karomah Mbah Hamid. Konon di antara sekian kiai berkaromah di NU, Mbah Hamid dianggap sebagai topnya wali.  

Jagad Fahid Prabowo peziarah asal Jombang misalnya. Usai salat subuh dirinya bersama keluarga rela sedini mungkin untuk bisa sampai ke makam Mbah Hamid. Seperti warga nahdliyin lainnya, dirinya kagum dengan cerita tentang kealiman Mbah Hamid. “Mumpung bulan ramadan, kami sengaja datang pagi pagi untuk berziarah,“ katanya.

Dalam ajaran Islam, karomah atau keramat diterjemahkan sebagai “khariqun lil adat”, yaitu kejadian luar biasa yang dimiliki seseorang waliyullah atau wali Allah. Soal itu Mbah Hamid memiliki banyak kisah. Semisal cerita Mbah Hamid  yang pernah memberikan nomor togel kepada penjudi yang memintainya. Saat nomor yang ditomboki tembus si penombok justru menangis dan insyaf. Sebab atas izin Allah SWT uang hasil judi itu berubah menjadi belatung.

Pesan yang disampaikan Mbah Hamid, uang yang menjelma belatung adalah harta haram yang tidak layak untuk dimakan. “Kami banyak mendengar cerita karomah kisah Kiai Hamid, salah satunya tentang nomor togel itu,” ujar Moh. Eko peziarah lain dari Kota Surabaya. Cerita lainnya adalah saat di tanah suci, sejumlah santri melihat banyak orang dari berbagai negara seperti mengenal Mbah Hamid.

Bahkan tidak hanya kenal. Orang-orang asing itu juga sungkem mencium tangan Mbah Hamid. “Itu juga salah satu cerita tentang Mbah Hamid yang kami dengar,” ungkapnya. Dalam menyampaikan pesannya, Mbah Hamid seringkali menggunakan bahasa isyaroh atau perlambang. Pernah salah seorang penguasa Pasuruan yang hendak naik haji dibekali Mbah Hamid dengan botol kosong. Si pengusaha sempat mengira botol kosong sebagai permintaan air zam zam atau madu.

Namun tidak tahunya Mbah Hamid berpesan untuk mengisi dengan ilmu. Karena sejatinya si pengusaha sebagai manusia yang kosong.  Di lingkungan nahdliyin Mbah Hamid  dikenal sebagai ulama yang dianugerahi kemampuan clairvoyance, yakni mampu melihat hal jauh, meramalkan hal-hal yang belum terjadi. Karenanya Mbah Hamid sering dimintai pendapat untuk memecahkan masalah yang belum diketahui dampak baik buruknya.

Foto/Jatimplus/Moh Fikri Zulfikar

Salah satu kisah yang terus diingat saat Pemilu 1982 dimana NU berancang ancang keluar dari PPP.  KH Ali Maksum selaku Rais Aam PBNU berkonsultasi kepada Mbah Hamid. Lalu apa jawabnya?. Dengan tenang Mbah Hamid menjawab dengan isyaroh yang kemudian ditafsirkan tidak ada manfaatnya bila NU menarik diri dari PPP.

Tidak hanya kerap memberikan nasihat. Mbah Hamid juga dikenal sering nyangoni tamu yang datang ke kediamannya. Bahkan ada yang diberinya uang untuk naik haji. Karenanya ketika ulama yang dicintai itu meninggal dunia, warga NU yang paling merasa kehilangan.  Di antara kiai waliyullah lainnya, bagi warga nahdliyin Mbah Hamid dianggap termasuk wali paling besar.  “Hampir setiap peziarah pernah mendengar cerita tentang karomahnya,“ papar Eko.

Foto/Jatimplus/Moh Fikri Zulfikar

Seperti diketahui, keramaian pengunjung makam Mbah Hamid itu tidak hanya berlangsung di hari biasa. Pada bulan tertentu, yakni di antaranya bulan Muharam atau Sura dan Ramadan, jumlah peziarah dari luar kota selalu meningkat pesat. Termasuk juga saat libur sekolah. Kehadiran para peziarah juga menghidupkan ekonomi kerakyatan di sekitarnya. “Artinya bahkan sampai meninggalnya pun Mbah Hamid masih memberi manfaat bagi yang hidup,“ kata Eko.  (Moh. Fikri Zulfikar)

print

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.