READING

Kartu Sahabat Untuk Masyarakat Kota Kediri yang Te...

Kartu Sahabat Untuk Masyarakat Kota Kediri yang Terdampak Covid-19

KEDIRI – Sejumlah isu sosial mencuat di beberapa daerah seiring dengan memburuknya kondisi perekonomian nasional. Kondisi ini mendapat perhatian besar dari Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar agar kejadian serupa tidak sampai ada di Kota Tahu. Tidak berlama-lama, Mas Abu langsung menyalurkan bantuan sosial kepada ribuan keluarga yang membutuhkan.

“Bantuan ini bersumber dari APBD Kota Kediri kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 yang berada di luar database PKH dan BLT,” terang Mas Abu dalam pemberian perdananya di Kantor Kelurahan Semampir, Jumat (24/4).

Bantuan diberikan dalam bentuk Kartu Sahabat (Santunan Hadapi Bencana Tunai). Di dalamnya ada saldo sebesar Rp 200 ribu. Saldo tersebut nantinya akan diisi secara berkala setiap bulannya oleh Pemkot melalui Dinas Sosial. Program ini untuk sementara berlaku selama tiga bulan ke depan yakni mulai April hingga Juni.

“Uangnya bisa diambil di seluruh cabang Bank Jatim di Kota Kediri,” tambahnya.

Penerima Kartu Sahabat adalah warga ber-KTP Kota Kediri yang terdampak bencana covid-19. Mereka di luar daftar penerima bantuan dari daerah seperti Si Jamal (Jaring Pengaman Sosial) dan bantuan pemerintah pusat seperti PKH (Program Keluarga Harapan), BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) Covid, maupun BLT (Bantuan Langsung Tunai).

Penerima kartu ini juga tidak boleh ada anggota keluarganya yang menjadi aparatur sipil negara (ASN), TNI/Polri, maupun pensiunan. Sedangkan kriteria yang masuk sebagai penerima bantuan adalah para pekerja ojek online, ojek pangkalan, sopir, pekerja seni, tukang becak, pedagang keliling, tukang pijat tunanetra dan pekerja harian lepas lainnya.

Memang sekilas para penerima Kartu Sahabat ini terlihat berkecukupan. Namun sebenarnya mereka adalah dari golongan pekerja harian yang jika tidak bekerja maka tidak ada pemasukan. Akibat wabah virus yang membuat penurunan pendapatan hingga Rp 0 inilah, Pemkot membantu mereka melalui Kartu Sahabat agar tetap bertahan hidup.

Jumlah penerimanya mencapai 23.840 KK yang tersebar di 46 kelurahan di Kota Kediri. Pembagian dimulai dari Kelurahan Semampir, Kelurahan Setono Gedong, dan Kelurahan Ringinanom, Kecamatan Kota Kediri; Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto; dan Kelurahan Banaran, Kecamatan Pesantren.

“Targetnya pendistribusian bantuan ini bisa selesai selama seminggu ke depan,” beber Mas Abu.

Tidak hanya berupa kartu saja, bantuan yang diberikan juga berupa dua lembar masker kain, dan satu paket beras seberat 10 kg. Bantuan tersebut disalurkan secara manual dengan memberdayakan tenaga para tukang becak. Untuk satu paket yang diantarkan, mereka mendapat ongkos Rp 5 ribu.

“Tujuannya untuk membantu perekonomian mereka karena para tukang becak ini adalah warga yang paling terdampak wabah covid-19,” tambahnya.

Sementara itu, Triyono Kutut, kepala Dinas Sosial, menjelaskan pendataan penerima Kartu Sahabat ini dilakukan dengan sangat ketat dan teliti. Dari awal, Dinsos melakukan pendataan ke kelurahan melalui RT/RW setempat dan dibantu relawan dari Dinsos. Dari pendataan tersebut diperoleh data sebanyak 39.208 jiwa pada 10 April 2020.

Namun setelah diteliti, ada sebagian warga yang sudah menjadi penerima bantuan sosial dari Pemerintah seperti PKH, BPNT, BPNTD tetap masuk dalam data penerima Kartu Sahabat. Padahal sesuai dengan aturan yang ada, hal tersebut tidak diperbolehkan.

Dinsos pun kemudian melakukan penelusuran ulang, verifikasi dan validasi. Hasilnya akhirnya didapatkan data yang lebih validyakni sebanyak 23.840 KK. “Sabtu pekan lalu kami terima data lengkapnya, jadi hari ini baru kita lakukan proses pemberian bantuan,” ujar Triyono Kutut yang juga hadir dalam pemberian bantuan secara simbolis di Kantor Kelurahan Semampir, Kota Kediri.

Penulis : Dina Rosyidha

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.