READING

Kebakaran, Operasi di RS Syaiful Anwar Tetap Berja...

Kebakaran, Operasi di RS Syaiful Anwar Tetap Berjalan

MALANG – Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang terbakar, Rabu siang 27 Februari 2019. Sejumlah peralatan medis sempat kehilangan daya sebelum dialihkan secara otomatis ke baterai.

Kebakaran yang terjadi di dekat Instalasi Gawat Darurat (IGD) atau belakang paviliun ini membuat panik seluruh karyawan dan pasien rumah sakit. Mereka berlarian keluar ruangan sambil membawa pasien yang dirawat di IGD. “Semuanya panik dan berlarian tak tentu arah,” kata Nancy, keluarga pasien yang menyaksikan peristiwa itu kepada Jatimplus.

Ibu rumah tangga ini berlari ke halaman rumah sakit begitu mendengar teriakan kebakaran bersahut-sahutan. Bersama keluarga pasien lainnya, Nancy membantu petugas rumah sakit mendorong pasien di IGD keluar ruangan. Beberapa diantaranya tampak masih tergolek di atas brankar dengan infus yang masih menancap.

Direktur RSSA Malang Restu Dwi Cahyani menjelaskan kebakaran ini terjadi pada ruang panel yang menjadi sumber aliran listrik di IGD dan gardu listrik. Kerusakan panel ini sempat mempengaruhi sejumlah peralatan medis yang bersumber listrik. Namun dengan cepat sumber daya dialihkan ke baterei dan genset. Diantaranya adalah ventilator, monitor, dan unit cuci darah.

Meski demikian, kebakaran tersebut tak sampai mengganggu aktivitas penting seperti operasi. Seluruh peralatan medis di ruang itu tetap berfungsi normal. “Saya sedang melakukan operasi saat kebakaran terjadi. Alhamdulillah lancar,” kata Ahmad Dian Wahyudiono, dokter spesialis THT saat dihubungi Jatimplus.

Dian bahkan tak mengetahui jika rumah sakitnya terbakar. Sebab seluruh ruang operasi tertutup rapat dan tak memungkinkan mengetahui kondisi di ruang IGD. Dia baru menyadari kebakaran itu setelah menyelesaikan operasi.

Hingga kini petugas kepolisian Resor Kota Malang masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran tersebut. Meski tak menimbulkan korban luka dan jiwa, polisi tetap mendalami peristiwa ini untuk mengetahui kemungkinan kesalahan manusia (human error).  

Kepala Pemadam Kebakaran Kota Malang Suhatim mengatakan kebakaran dari panel listrik yang meledak telah membakar beberapa bagian listrik lain. Ledakan yang memicu kebakaran itu cukup besar dan menimbulkan asap pekat di lokasi rumah sakit. “Sekarang sudah padam,” kata Suhatim kepada Antara.

Upaya memadamkan api ini tak berlangsung mudah. Petugas berjuang mendatangkan tujuh unit mobil pemadam kebakaran untuk menjinakkan api. Kerumunan warga yang melihat cukup menghambat laju kendaraan tersebut.

RSSA Malang merupakan salah satu rumah sakit peninggalan Belanda di Jawa Timur. Sebelum perang dunia kedua, rumah sakit ini bernama Rumah Sakit Celaket yang merupakan rumah sakit militer KNIL.

Pada saat perang kemerdekaan RI, Rumah Sakit Celaket tetap dipergunakan sebagai rumah sakit tentara.  Tahun 1974 rumah sakit ini dialihfungsikan menjadi rumah sakit umum. Sementara rumah sakit tentara dialihkan ke Rumah Sakit Sukun.

Dalam perkembangannya, Rumah Sakit Celaket dijadikan tempat praktik siswa Sekolah Tinggi Kedokteran Malang. Belakangan sekolah ini berubah menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Brawiyaja Malang.

Dan baru pada tanggal 12 Nopember 1979 , Gubernur Jawa Timur meresmikan Rumah Sakit Celaket menjadi Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Syaiful Anwar. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.