READING

Kecelakaan Bus Mira Nganjuk, Begini Pesan Sopir

Kecelakaan Bus Mira Nganjuk, Begini Pesan Sopir

NGANJUK – Kecelakaan maut Bus Mira dengan mobil Toyota Innova di Nganjuk, Senin 9 September 2019 menyisakan kasak kusuk di kalangan sopir. Ada rambu-rambu tak tertulis yang diyakini para sopir dalam mengemudi jika tak ingin tertimpa musibah.

Video viral yang merekam detik-detik sebelum kecelakaan maut yang beredar di media sosial menjadi perhatian khusus para sopir. Video yang direkam salah satu penumpang mobil Innova ini memperlihatkan aktivitas sekelompok anak muda di dalam mobil.

Gambar tersebut merekam seorang perempuan yang mengenakan baju kuning sedang memoles wajah dengan make up. Di bangku paling belakang ada seorang anak muda berbaju merah sedang tiduran.

Terdengar pembicaraan seorang pria seperti berikut, “Iki gaweo cerito Gik. Lek aku nabrak-nabrak (Ini buat cerita Gik, kalau aku nabrak-nabrak)”. Dan setelah video itu terekam terjadilah kecelakaan yang menewaskan tiga penumpang mobil tersebut.

Fedo Pradista, seorang pengemudi mobil rental menyayangkan pembicaraan dalam rekaman itu. Selama menjalankan profesinya sebagai sopir, Fedo menganggap pembicaraan buruk selama perjalanan adalah pamali. “Ada keyakinan para sopir untuk tidak membicarakan hal buruk, terutama tentang kecelakaan saat di jalan,” kata Fedo saat dihubungi Jatimplus.ID, Selasa 10 September 2019.

Bukan hanya dari temannya sesama sopir, pamali atau larangan untuk berbicara buruk selama mengendarai kendaraan ini juga didapat Fedo dari kakeknya. Bahkan menceritakan peristiwa kecelakaan yang terjadi di jalan yang tengah dilintasi pun dilarang.

Fedo menambahkan, ada banyak hal-hal yang menjadi panduan sopir dalam menjaga keselamatan di jalan raya. Selain berbicara soal hal buruk, mereka juga wajib “meminta izin” saat melintas di daerah yang dianggap rawan. “Biasanya kami membunyikan klakson dua kali saat melewati jembatan atau tempat yang rawan,” jelas Fedo.

Hal yang sama disampaikan Saiful, pengemudi lepas yang kerap menempuh perjalanan jauh untuk kendaraan jenis MPV. Selain ketahanan fisik dan kemampuan soal mesin kendaraan, seorang sopir, menurut Saiful wajib mengenal medan yang akan dilintasi. “Harus tahu lokasi rawan mana yang biasanya terjadi gangguan tak terlihat,” katanya.

Selain ketentuan yang disampaikan Fedo soal larangan bercerita hal buruk selama di jalan, Saiful kerap melihat sopir kendaraan besar mengencingi ban kendaraan bagian depan sebelah kanan sebelum berangkat. Saat ditanyakan kepada mereka, hal itu untuk mengindari petaka dan gangguan yang bisa terjadi selama di jalan.

Di luar itu, hal paling penting yang harus diperhatikan pengemudi jarak jauh adalah stamina tubuh. Memaksa mengemudi dalam keadaan mengantuk adalah memperpendek waktu terjadinya kecelakaan. “Kalau sudah ngantuk berhenti. Itu gak akan hilang meski minum kopi,” katanya.

Penulis : Hari Tri Wasono

print

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.