READING

Kediri Masuk 10 Kota Dengan Pembangunan Terbaik, A...

Kediri Masuk 10 Kota Dengan Pembangunan Terbaik, Apa Hebatnya?

KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri ditetapkan sebagai satu dari sepuluh daerah dengan perencanaan pembangunan terbaik. Seberapa hebat pembangunan yang dilakukan Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar?

Penghargaan Pembangunan Daerah 2019 memberikan anugerah kepada Pemerintah Kota Kediri sebagai daerah terbaik dalam mengelola perencanaan, capaian, serta inovasi pembangunan kota. Salah satu tolok ukurnya adalah penyusunan musyawarah perencanaan pembangunan daerah yang aplikatif.

Penghargaan itu diterima secara langsung oleh Abdullah Abu Bakar dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2019 di Ballroom Hotel Shangri-La Jakarta, Kamis 9 Mei 2019. Bersama sembilan daerah yang lain, Kota Kediri berhasil menggusur kota/kabupaten lain di Indonesia dalam penilaian yang ketat.

Apa yang telah dilakukan walikota muda ini hingga sukses membawa perubahan besar di Kota Kediri?

Dalam forum diskusi di ruang redaksi Jatimplus.ID beberapa waktu lalu, Abdullah Abu Bakar justru kerap melontarkan pernyataan tak lazim. Salah satunya adalah soal kemiskinan di kotanya.

“Siapa bilang di Kota Kediri tidak ada masyarakat miskin. Mereka tidak boleh kita hapus begitu saja dari data kependudukan. Kenapa? Biar pemerintah tahu bagaimana menyusun program pembangunan yang tepat untuk mengentaskan mereka,” katanya.

baca juga: Mas Abu: Saya Tidak Memanfaatkan Anak Muda

Abu berpendapat, hingga kini masih banyak pemerintah daerah yang menganggap keberadaan warga miskin sebagai aib. Padahal upaya pengentasan mereka yang pertama adalah dengan mengakuinya terlebih dulu.

Abu Bakar juga mengatakan bahwa tak ada satupun program pembangunan yang dia kerjakan di Kota Kediri tanpa konsep. Semua pihak dilibatkan untuk menyerap ide dan gagasan demi kemajuan kota. “Membangun kota adalah pekerjaan semua orang, termasuk masyarakat Kediri,” katanya.

Melalui strategi ini, Abu berharap program-program di Kota Kediri kelak akan menghasilkan out come yang bagus, khususnya peningkatan indeks pembangunan manusia. Karena modal dasar melakukan kreativitas dan inovasi berawal dari SDM. Indeks pembangunan manusia (IPM) yang tinggi diyakini akan mendongkrak kesejahteraan masyarakat secara merata.

Dengan poin Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 7,13 dan 73,69  untuk angka harapan hidup, pemberdayaan manusia di Kota Kediri telah melampaui capaian Nasional dan Provinsi Jawa Timur. Namun begitu tak menghentikan semangat untuk terus mengembangkan program pemberdayaan lainnya.

Sebut saja program English Massive (Emas), Sebuah program pendidikan bahasa Inggris gratis untuk warga sipil. Hingga kini partisipannya sudah mencapai 3.108 orang. Tidak hanya kalangan pelajar, tapi juga warga biasa.

Masih ada lagi program bea siswa untuk mahasiswa kurang mampu, yang jumlah kuotanya mencapai 1.500 mahasiswa. Semua pemberdayaan ini tidak luput dari persiapan menyongsong berdirinya bandar udara dan ruas jalan tol Trans Jawa di Kediri.

Terkait program bea siswa untuk mahasiswa Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar telah merangkul perbankan sekaligus meminta menerapkan sistem student loan. “Dengan cara tersebut (student loan) nantinya mahasiswa dan calon mahasiswa menjadi terbantu dan akan lebih produktif saat kuliah,” katanya.

Kepala Barenlitbang Kota Kediri Edi Darmasto mengungkapkan butuh beberapa strategi agar sebuah program bisa berjalan ekonomis, efektif dan efisien. Apalagi masing-masing program harus saling mendukung dan tak boleh melemahkan. “Peran Walikota untuk mengevaluasi akan mempercepat capaian sasaran,” kata Edi. (Hari Tri Wasono)

print

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.