READING

Kediri Operasikan Angkutan Khusus Penyandang Cacat

Kediri Operasikan Angkutan Khusus Penyandang Cacat

Kediri – Anak-anak penyandang keterbatasan diri atau difabilitas di Kota Kediri bernafas lega. Dinas Perhubungan setempat menyediakan angkutan umum gratis khusus pelajar penyandang difabilitas.

Selama ini anak-anak penyandang keterbatasan diri hanya bergantung pada orang tua mereka untuk berangkat ke sekolah. Setiap hari keberangkatan dan kepulangan mereka dari sekolah luar biasa (SLB) selalu diantar menggunakan sepeda motor. “Mereka tak bisa menumpang bus sekolah umum,” kata Susi, orang tua penyandang difabilitas di Kota Kediri, Senin 22 Oktober 2018.

Setiap hari Suryarini mengantar anaknya yang menderita tuna wicara ke Sekolah Luar Biasa di Kelurahan Balowerti. Sekolah itu cukup jauh dari rumahnya di Kelurahan Sukorame dan harus ditempuh menggunakan sepeda motor. Selain menyita waktu bekerja, aktivitas ini juga cukup banyak menguras dompet Susi yang hanya membantu di warung makanan kaki lima.

Sejak diluncurkannya angkutan umum khusus pelajar penyandang difabilitas di Kota Kediri, Susi cukup terbantu. Dia bisa menitipkan putranya ke sekolah di angkot tersebut, yang juga ditumpangi para penyanang difabilitas seperti anaknya.

Terlebih lagi angkutan itu juga menjemput penumpangnya ke rumah-rumah untuk diantarkan ke sekolah. Ini berbeda dengan operasional bus sekolah yang melewati jalur umum dan hanya berhenti di titik-titik yang ditentukan.

Usai mengantar para penumpangnya di SLB, angkot itu tak lantas pergi. Mereka berdiam diri di halaman sekolah menunggu kepulangan anak-anak. Para pengemudi seperti tak ingin anak-anak itu kebingungan mencari armada mereka saat jam pelajaran selesai.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri Ferry Djatmiko menyediakan sedikitnya enam unit angkutan khusus tersebut. Mereka beroperasi serentak di jam sekolah untuk melayani para pelajar penyandang difabilitas. “Kebetulan jumlah anak-anak ini tidak terlalu banyak,” katanya.

Tak hanya penyandang difabilitas, Dishub Kota Kediri juga menerjunkan 39 unit bus sekolah dan angkutan umum untuk melayani pelajar. Setiap hari, kendaraan itu mengangkut sedikitnya 1.200 pelajar dengan berbagai rute. Mayoritas keberadaan gedung sekolah ini berada di wilayah barat Sungai Brantas Kota Kediri.

Tak hanya membantu para pelajar ke sekolah, pengoperasian bus sekolah ini juga bertujuan mengurangi kepadatan lalu lintas. Sebelumnya jumlah pelajar yang mengendarai motor sangat banyak hingga memicu kemacetan dan kecelakaan di ruas-ruas utama. Pemerintah Kota Kediri akan secara bertahap menambah jumlah armada agar bisa menampung seluruh pelajar. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.